Hai, Takaiters!

Pada platform media sosial Instagram, kita mengenal satu fitur yang dinamakan dengan “Instagram Stories.” Nah, seiring sepak terjangnya, fitur itu sudah menjelma menjadi pesaing dari fitur utama dari Instagram sendiri, yaitu Feeds. Seperti yang terlihat, keduanya seakan berjalan beriringan meladeni para pengguna platform yang berada dibawah naungan Facebook tersebut.

Menurut Facebook, pengguna aktif bulanan Instagram berjumlah 500 juta lebih. Sayangnya, dengan jumlah pengguna yang besar Instagram justru didominasi oleh postingan-postingan yang lebih condong ke arah yang sekadar: “haus akan perhatian”. Hal tersebut disimpulkan oleh tim peneliti dari LendEDU yang menyebut bahwa Instagram adalah platform medsos yang paling narsis.

Daripada terus terjebak dengan postingan yang enggak penting-penting banget di Instagram, ada kabar baru nih dari New York Public Library (NYPL). Perpustakaan Umum New York tersebut telah berinisiatif untuk memperkenalkan cara baru bagi pengguna Instagram untuk menikmati bacaan.

Melihat kecenderungan yang ada di jejaring sosial tampaknya membuat NYPL khawatir. Oleh karena itu, mereka meluncurkan sebuah cara agar pengguna Instagram dapat menemukan bahan bacaan dengan mudah. Dengan cara memanfaatkan fitur Instagram Stories (InstaStories), NYPL meluncurkan “InstaNovel.”

Novel dalam Bentuk InstaStories

InstaNovels

Foto: ElectricLiteratureLewat akun instagramnya (@nypl), InstaNovel disajikan dalam bentuk stories. Tapi, Apa sih sebenarnya InstaNovels ini? Dihimpun dari situs resmi NYPL, InstaNovel sendiri merupakan konten InstaStory yang diadopsi dari buku-buku novel populer. Konsep ini diklaim sebagai konsep baru yang menawarkan buku novel untuk dinikmati pembaca secara online (e-reading), langsung di InstaStories mereka.

“Tanpa kita sadar, Instagram berpotensi untuk dijadikan ‘rak buku’ novel online jenis baru,” kata Corinna Falusi, Chief Creative Officer di Mother New York, salah satu creative agency yang membantu NYPL dalam proyek tersebut. Karena sistem kerja dasar InstaStory juga serupa dengan membolak-balik halaman buku, “Kami merasa harus mempromosikan pengalaman membaca dengan pendekatan baru,” ujarnya.

Pilihan Editor



InstaNovels Sudah Bisa Disimak

InstaNovels
Foto: New York Public Library

Sejak Rabu (22/8/2018) kemarin, InstaNovels sendiri sudah bisa disimak melalui akun Instagram NYPL. Berbeda dengan—hasil penelitian LendEDU yang diuraikan tadi—unggahan umum di Instagram Stories kebanyakan, postingannya berbentuk Novel digital yang didesain sedemikian rupa supaya pembaca betah, dan tidak cepat merasa bosan ketika membaca.

InstaNovels disuguhkan dengan font, warna, dan elemen grafis untuk merangsang pengalaman membaca yang lebih seru. Sebelum membaca cerita, Takaiters bakalan melihat ilustrasi animasi sebagai cover buku terlebih dahulu. Kemudian, yang hanya perlu dilakukan adalah ketuk layar sebagaimana biasanya kita menggunakan fitur Instagram Stories untuk melanjutkan bacaan ke halaman-halaman berikutnya.

Nah, cerita novel “Alice’s Adventure in Wonderland” menjadi InstaNovel pertama yang diunggah. Novel karangan Lewis Carrol itu nantinya akan disusul oleh cerita pendek dari Charlotte Perkins Gilman, berjudul “The Yellow Wallpaper”, hingga “The Metamorphosis”-nya Franz Kafka yang dijadwalkan dalam waktu dekat ini.

Takaiters enggak usah takut ketinggalan jejak, memang iya, Instagram Stories cuma bisa bertahan 24 jam sebelum akhirnya hilang secara otomatis. Karena, NYPL akan “menyelamatkan” setiap postingan InstaNovels dengan  fitur sorotan InstaStories yang ada di galeri akun Instagram mereka. Jadi, para pembaca bisa mengejar ketertinggalan, atau yang ingin membaca ulang.

Bagaimana, Takaiters? Menarik, bukan?