“Ambo Hanif Da. Anak mandiang pak Thamrin Manan” kata Hanif dengan lancar menggunakan bahasa Minang dengan dialek khas Payakumbuh. Walaupun sudah lama bermukim di Inggris, hal itu tidak membuat Hanif lupa dengan bahasa daerahnya.

Pria kelahiran 31 Maret 1986 ini, merupakan satu-satunya orang Indonesia yang pernah bekerja di Manchester City. Posisi yang diraihnya saat itu tentu tak semudah yang kita bayangkan. Banyak hal pahit yang dialami oleh Hanif, termasuk ratusan penolakan lamaran pekerjaan. Penasaran bukan dengan pria minang yang satu ini? Yuk kita ulas disini, check this out!

Hanif bekerja di Manchester City dan menjabat sebagai International Content Producer di Manchester City Football Club

Sosok Pemuda Minang yang Bekerja di Manchester City
Foto : tokopoker.org

Di klub sepakbola terkaya keenam dunia ini, Hanif berperan bukan seperti David Silva, Sergio Aguero, atau Kevin de Bruyne yang setiap hari berlatih bareng Yaya Toure dan Pep Guardiola. Tapi, Hanif disini sebagai Tim Media Pemberitaan. Selain mempertanggungjawabkan konten-konten berita, Hanif juga terlibat dalam mengembangkan berita lewat media sosial dan acara TV bulanan untuk CityTV.

PILIHAN EDITOR

Dengan memiliki banyak tanggung jawab pekerjaan seperti itu, membuat Hanif selalu dituntut profesional dan penuh dedikasi. Maka, tak heran seorang ‘Chappy’ Les Chapman, presenter CityTV yang biasa memandu lagu Manchester City, pernah memuji dan menyebut Hanif sebagai sosok pria yang benar.

Sebelum bekerja di Manchester City, Hanif pernah jadi tukang cuci

hanif thamrin Sosok Pemuda Minang yang Bekerja di Manchester City
Foto : pandit gokil

Melamar pekerjaan di luar negeri memang tak segampang melamar pekerjaan di Indonesia. Menjadi tukang cuci mobil, kuli angkut, pelayan restoran, dan kasir, bukan hal baru bagi Hanif. Hal ini dilakukan Hanif agar dapat bertahan hidup dan melanjutkan pendidikan di salah satu kota termahal di dunia itu.

Walaupun bekerja di Manchester City, tapi Hanif tidak mengidolakan klub tersebut

hanif thamrin Sosok Pemuda Minang yang Bekerja di Manchester City
Foto : okezone

Hal sangat menarik bukan! Walaupun bekerja di Manchester City tapi Hanif  tidak mengidolakan klub sepakbola tersebut. Hanif merupakan seorang Juventini yang berarti Hanif adalah penggemar berat Juventus. Menurut Hanif, fakta ini tak perlu ditutupi walaupun Ia bekerja di City. Bahkan kebanyakan manajer di City, bukanlah pendukung City. Bagaimanapun ini adalah tindakan yang profesional.

Hanif punya segudang cerita tentang rahasia transfer pemain di Manchester City 

hanif thamrin Sosok Pemuda Minang yang Bekerja di Manchester City
Foto : kaskus

Hanif punya segelintir rahasia tentang proses rekrutmen pemain di Manchester City. Di antara pemain Manchester City yang disaksikan Hanif adalah proses rekrutmennya Rahem Sterling, Nicolas Otamendi, Fabian Delph, dan Kevin de Bruyne.

“Tiga minggu sebelum mereka diumumkan bergabung dengan tim, kami sudah dapat informasi dari manajemen. Tapi kami tidak boleh membocorkan, karena sangat rahasia sekali,” ujar Hanif.

Pemburu di Manchester Biru, buku karya Hanif yang menceritakan pengalamannya sebagai satu-satunya orang Indonesia yang pernah bekerja di Manchester City

Pemburu di Manchester Biru
Foto : sudutpayakumbuh.com

Dalam bukunya ini, Hanif mengulas tentang perjuangan hidupnya sebelum menjabat International Content Producer di Manchester City. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, Hanif menceritakan betapa sulitnya melamar pekerjaan di bidang pemberitaan. Padahal, dia memiliki pengalaman bekerja di tiga stasiun televisi Nasional.

“Di Inggris, kamu harus memulai karir dari magang dulu, tidak peduli apakah kamu S1 atau S2, kecuali jika kamu anak milyuner atau pejabat pemerintah,” tulis Hanif dalam salah satu bab bukunya.

Akhir-akhir ini Ia dipilih oleh PSSI sebagai Direktur Media dan Hubungan Internasional

hanif thamrin Sosok Pemuda Minang yang Bekerja di Manchester City
Foto : IST/Hanif Thamrin

Yapt, pada bulan Januari kemarin, Hanif di tunjuk oleh PSSI sebagai Direktur Media dan Hubungan Internasional. Walaupun berkecimpung di luar negeri, Hanif tak buta dengan kondisi sepakbola di Tanah Air. dengan bergabung di PSSI, hanif sangat paham kondisi terkini persepakbolaan nasional. Hanif berpendapat bahwa sepakbola di Nusantara butuh perbaikan dan hal itu wajib dilakukan sejak usia dini.

Itulah hal-hal mengenai Hanif, putra Payakumbuh asli Minangkabau yang membuat bangga ranah minang. Semoga bisa menjadi inpirasi bagi parab pembaca semua.