Hai, Takaiters!

Berkendara di jalan raya tampaknya sudah menjadi rutinitas manusia zaman sekarang, apalagi bagi warga perkotaan. Mulai dari berangkat kerja sampai dengan jalan-jalan hampir semua aktivitas tersebut melibatkan aktivitas mengemudi di jalan raya. Sudah sepatutnya sebagai salah satu pengguna jalan raya kita mesti taat pada peraturan lalu lintas dan menjadi pengguna jalan yang cerdas di jalan raya.

Namun, semakin pesatnya perkembangan zaman dan kepadatan pengguna jalan seringkali justru memicu perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan sesama pengguna jalan. Seperti misalnya kebut-kebutan, tidak mengindahkan rambu lalu lintas, dan sebagainya. Dengan dalih kesibukan dan mengejar waktu semua peraturan dilanggar begitu saja.

Nah, alangkah baiknya jika kita memahami bagaimana berkendara yang baik di jalan raya dan memperhatikan etika dalam berkendara. Perhatikan hal-hal sederhana ini, maka kamu sudah ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan lalu lintas dan berkendara. Yuk, kita simak sama-sama.

1. Berhentilah di Belakang Zebra Cross atau pada Garis Pembatas

Foto : www.pexels.com

Pada saat lampu merah tanda berhenti, seringkali kita temui pengendara yang berhenti melebihi batas hingga zebra cross, bahkan ada juga yang jauh di depan mendekati persimpangan.

Tentunya hal ini cukup mengganggu antara lain bagi pejalan kaki yang akan melintasi zebra cross akan terhalangi. Selain itu, berhenti tidak pada tempatnya akan membahayakan pengemudi karena berada di jalur yang tidak aman.

2. Mulai Melaju ketika Lampu Sudah Beralih ke Lampu Hijau

Foto : www.pexels.com

Sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian pengemudi adalah mulai menjalankan kendaraan sebelum lampu benar-benar hijau. Mungkin hal ini dilakukan untuk mempersingkat waktu, namun tetaplah hal ini tidak bisa dibenarkan, lho.

Lampu lalu lintas sudah diatur sedemikian rupa agar lalu lintas berjalan dengan teratur. Penggunaan layar waktu yang berjalan mundur dimaksudkan agar pengemudi bisa mengetahui kapan saatnya bersiap berhenti atau mulai melaju. Hal ini juga berlaku untuk lampu merah yang seringkali pengemudi memaksakan melaju meski lampu sudah mulai menunjukkan warna merah.

3. Tidak Membunyikan Klakson Terus-menerus ketika Macet

Foto : www.pexels.com

Macet adalah salah satu hal yang mungkin paling tidak disukai dari semua pengemudi. Macet akan mengulur banyak waktu dalam kondisi yang tidak nyaman karena berdesak-desakan pula. Maka wajar jika pengemudi sangat berharap bisa segera lepas dari kemacetan.

Namun, kejadian yang sering terjadi adalah para pengemudi saling membunyikan klakson dengan harapan kendaraan di depannya segera melaju. Bukannya lancar, tindakan ini justru malah memicu kegaduhan dan tidak merubah keadaan. Alangkah baiknya jika ada kesadaran dari para pengemudi untuk tetap tenang hingga lalu lintas bisa kembali terkendali.

4. Tidak Menggunakan Knalpot dengan Suara yang Bising

Foto : www.pexels.com

Pada beberapa orang, ada yang memiliki hobi memodifikasi kendaraannya. Sebenarnya tidak ada masalah sejauh itu semua tidak mengganggu orang lain dan pengguna jalan lainnya.

Namun, akan menjadi kurang bijak jika modifikasi yang dilakukan justru merugikan banyak pihak. Seperti yang sering kita temui di jalanan, modifikasi pada knalpot yang justru menimbulkan suara bising atau polusi suara. Jadilah pengemudi bisa mengerti keadaan pengguna jalan lain, sehingga apa yang kita lakukan tidak akan menimbulkan masalah apapun di jalan raya.

5. Patuhi Rambu dan Gunakan Lampu Motor dengan Semestinya

Foto : www.pexels.com

Pada kenyataannya, masih ada beberapa pengemudi yang belum memahami arti dari rambu-rambu lalu lintas yang ada. Hal ini penting sekali karena salah satu fungsi rambu tersebut adalah menciptakan keteraturan dan keselamatan pengguna jalan. Tidak hanya mengerti rambu, namun juga perlu kesadaran untuk mematuhinya.

Selain itu, perhatikan juga penggunaan lampu kendaraan sebagaimana semestinya. Saat ini, peraturan mengatakan agar menyalakan lampu utama meski di siang hari, jadi kita perlu mengecek kondisi lampu kendaraan kita. Selain itu, gunakan lampu sein sebagaimana fungsinya. Jangan ada lagi kasus lampu sein kanan tapi belok kiri, ya.

6. Sesuaikan Laju Kendaraan dengan Kondisi Jalan

Foto : www.pexels.com

Jadi, yang benar kita melaju kencang, sedang, atau pelan ketika berada di jalan raya? Sebenarnya relatif juga dan semuanya juga tetap melihat kondisi jalanan.

Sesuaikan kecepatan kendaraan kita dengan kondisi sekitar, misalnya ketika di jalan tol, gunakan kecepatan di antara batas minimal dan maksimal. Melaju terlalu pelan justru akan mengganggu kendaraan di belakang. Begitu juga melaju terlalu kencang di area padat akan membahayakan pengguna jalan lainnya.

7. Berkendaralah dengan Tenang

Foto : www.pexels.com

Seringkali pelanggaran yang terjadi di jalan raya adalah karena tergesa-gesa atau terburu waktu. Oleh karena itu, persiapkanlah segala sesuatunya termasuk masalah waktu. Jika perlu, lebih baik berangkat lebih awal daripada harus berkejaran dengan waktu. Saat terjadi sesuatu pun, kondisi yang tenang akan membuat kita dapat mengambil keputusan dengan pikiran yang jernih dan lebih bijak.

Nah, ternyata banyak sekali hal-hal sepele yang sering kita lewatkan saat berkendara di jalan raya. Maka dari itu, perlu adanya kesadaran yang dimulai dari diri sendiri demi terciptanya keamanan dan keselamatan dalam berkendara.

Bagaimana, kita mulai dari hal yang sederhana ini, yuk!