Permasalahan hutang berhutang agaknya cukup pelik dalam sebuah hubungan baik bisnis atau pun pertemanan. Barangkali ada segelintir orang yang mengatakan “Alah, cuma duit aja nanti gue ganti,” atau sebaliknya “Santai, ganti kapan-kapan aja nggak masalah kok!”

Namun tahukah kamu apa yang sebenarnya dirasakan oleh mereka yang tak kunjung mendapatkan haknya kembali? Kesal karena hutang tersebut tidak segera dilunasi. Yaps, terjadi banyak masalah dan itu sangat membahayakan bagi hubungan pertemanan kalian guys. Nggak percaya? Hal-hal ini sering terjadi di kehidupan nyata para penghutang dan pemberi hutang lho!

Sindir menyindir di media sosial

Sindir menyindir di media sosial (Foto : unsplash.com)

Sindir menyindir memang sudah bukan sesuatu yang tabu lagi bagi para pengguna media sosial di Indonesia, terutama kalangan remaja hingga dewasa pun sebagian besar melakukan hal tersebut. Namun tahukah kamu bahwa masalah hutang juga sering menjadi bahan ‘update status’ bagi mereka yang memberikan pinjaman pada teman, rekan, atau sahabatnya namun tak kunjung dikembalikan? Yaps, itu semua dilakukan karena haknya tak kunjung kembali. Alih-alih dihubungi, si teman malah menghilang. Wah.. wah complicated sekali ya kalau sudah berurusan dengan uang.

PILIHAN EDITOR

Menjadikan hutang beruntun

lunasi hutang pada teman
Hutang beruntun (Foto : pixabay.com)

Apa ya maksudnya hutang beruntun? Ini adalah kisah nyata dari sebagian orang yang pernah mengalami masalah ‘hutang’. Ada kalanya si penghutang kurang memikirkan nasib si pemberi pinjaman. Padahal mereka yang memberikan hutang bukan berarti selalu memiliki uang atau pun tidak memiliki kebutuhan lain  yang perlu di-cover. Karena uang yang ia pinjamkan pada temannya tak juga dikembalikan, alhasil ia pun juga melakukan hal yang sama, yakni berhutang pada temannya yang lain. Dan itulah yang disebut sebagai hutang beruntun.

Ketagihan Berhutang

Ketagihan berutang (Foto : pexels.com)

Sering mengumbar janji ‘akan segera melunasi’ namun tak juga dilunasi akan membuat seseorang ketagihan untuk meminjam uang pada temannya. Hal ini mampu terjadi karena si peminjam sudah terbiasa melakukannya dan lama-lama menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. Padahal jika diihat secara rinci, hutang tidak membuat kita bisa menikmati seluruh hasil jerih payah yang sudah dilakukan demi menghasilkan uang. Alih-alih ingin membeli sesuatu, eh.. ingat hutang. Hutang harus dilunasi. Nggak jadi deh beli barang baru!

Delete contact bahkan hingga memutuskan komunikasi

Menghapus kontak teman (Foto : pexels.com)

Kawan jadi lawan hanya gara-gara hutang? Eits, ini bukan masalah sepele ya guys. Ketika sudah berhutang, itu artinya kita telah melakukan perjanjian dengan sebagian hidup si peminjam. Sebab, kita meminjam uang darinya, ia pun harus merelakan diri untuk tidak makan apa yang ia inginkan; ia harus mengurungkan niat untuk membeli gadget baru; ia tidak bisa pergi berlibur ke tempat favoritnya. Semua dilakukan atas dasar pertemanan dan rasa saling peduli.

Namun gimana jadinya ya kalau masalah hutang justru makin sulit diselesaikan? Yaps, sebagian besar orang, terutama si peminjam menghapus kontak temannya yang telah memberikan ia pinjaman. Hal itu dilatarbelakangi oleh rasa cemas karena belum bahkan tidak sanggup membayar pinjamannya. Jangan sampai kita jadi orang yang tidak bertanggung jawab ya guys, yang tiba-tiba menghilang begitu saja. Mereka berhak mendapatkan uangnya kembali. Dan, memutus komunikasi karena hutang juga tidak dianjurkan.

Sulit mendapatkan kepercayaan di mata teman yang lain

lunasi hutang pada teman
Mendapatkan kepercayaan dari teman (Foto : pexels.com)

Pernah menjadi bahan pembicaraan orang lain karena masalah ‘hutang’ atau sempat mendengar sendiri bahwa temanmu mengungkapkan kekecewannya lantaran hutangmu yang belum atau bahkan tidak berniat kamu lunasi? Kalau sudah mendengar hal seperti itu, sebaiknya kamu lekas menunaikan kewajibanmu ya guys, yakni membayar hutang. Sekali saja kepercayaanmu tidak dapat digenggam, maka orang lain pun akan berpikir bahwa kamu adalah orang yang sulit dipercaya. Kalau sudah begini, jangan harap bisa pinjam uang atau berhutang ke orang lain, bisa-bisa belum pinjam sudah ditolak duluan!