Seorang Wanita kelahiran Kolombia dan berkebangsaan Inggris, bernama Marina Chapman, menceritakan pengalaman masa kecilnya dibesarkan oleh kawanan monyet. Dalam Buku berjudul The Girl with No Name: The Incredible Story of a Child Raised By Monkeys, ia membuat orang ternganga dengan apa yang telah dialaminya.

Kisah Marina Chapman bermula saat ia berusia lima tahun. Marina kecil sedang bermain di ladang sayuran keluarganya. Tanpa ia sadari, beberapa orang tak dikenal membekapnya dan memisahkannya dari keluarga. Marina yang ketakutan pingsan. Saat sadar, ia berada dalam belantara sendirian. ia hanya bisa menangis dan berharap seseorang datang menyelamatkannya.

Marina, yang saat ditemukan diberi nama Rosalba, merasa sedih dan kesepian. Perhatiannya kemudian tertuju pada kawanan monyet yang sedang bergerombol tak jauh darinya. Monyet berwajah putih dan berukuran kecil itu dikenal sebagai monyet capuchin. Marina memperhatikan gerak-gerik monyet itu dan menirunya.

Lambat laun, kawanan monyet itu seolah menerima kehadiran Marina Chapman. Bahkan saat ia kesakitan karena memakan buah beracun, seekor monyet menyelamatkannya dengan memberi isyarat untuk meminum air dari kubangan lumpur. Marina kecil mengikuti petunjuk monyet itu dan berangsur sembuh.

Pilihan Editor

Kurang lebih lima tahun hidup di hutan bersama kawanan monyet, Marina ditemukan oleh pemburu liar dan membawanya ke sebuah kota bernama Cucuta. Sayangnya, ia ternyata dijual pada seorang pemilik rumah pelacuran bernama Carmen. Marina yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan kehidupan manusia normal, dipaksa melakukan pekerjaan rumah dan menerima pukulan saat melakukan kesalahan.

Marina yang tidak tahan dengan siksaan yang diterimanya, berhasil kabur. Ia ditemukan dan diadopsi oleh sebuah keluarga yang menyayanginya seperti anak kandung. Keluarga inilah yang memberikan nama Luz Marina pada gadis malang itu. Marina Chapman akhirnya menemukan kembali cinta dan kasih sayang orang tua. Ia hidup berkecukupan dan mendapatkan pendidikan yang layak.

Marina Chapman yang sekarang tinggal di Bradford, Inggris, bersama suami dan dua putrinya kini berusaha menemukan keluarga kandungnya. Sang putri, Vanessa, berusaha membantu mencari keluarga ibunya melalui internet. Meskipun usahanya belum membuahkan hasil, wanita berusia lebih dari 60 tahun itu tidak menyerah. Ia mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya untuk terus berusaha mencari keluarganya.

Kisah Marina Chapman mengingatkan kita pada Mogwli dalam buku The Jungle Book. Satu hal yang dapat kita ambil dari perjalanan hidup Marina Chapman adalah jangan pernah menyerah.