Hai, Takaiters!

Lombok berduka. Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok dan sekitarnya tepat pada tanggal 29 Juli 2018 pukul 05.47 WIB. Hingga siang kemarin, Guys, terhitung sudah terjadi gempa susulan sebanyak 100 kali lebih.

Dalam musibah ini, diketahui sudah ada 10 korban meninggal dunia, 40 orang luka-luka, dan puluhan rumah rusak. Gempa yang turut mengguncang Bali dan Nusa Tenggara Barat ini pastinya menjadi duka kita semua, semoga mereka yang sedang mengalami musibah diberikan kekuatan serta kesabaran. Dan inilah beberapa fakta tentang gempa Lombok yang harus kamu tahu!

Gempa yang terjadi di Lombok merupakan gempa bumi dangkal yang tidak berpotensi tsunami

Gempa bumi yang cukup keras mengguncang wilayah Lombok dan sekitarnya disebut sebagai gempa bumi jenis dangkal akibat dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik seperti dikutip dari jogja.tribunnews.com.

Beruntungnya, menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Meski begitu, warga dihimbau untuk tetap waspada akan adanya gempa susulan yang diketahui telah terjadi sebanyak 100 kali lebih dalam hari yang sama.

Pilihan Editor


Gempa Lombok terjadi akibat aktivitas Sesar Naik Flores

Gempa yang terjadi pada kedalaman 24 kilometer ini merupakan akibat dari aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa karena sesar ini juga pernah berakibat tsunami pada tahun 1992 yang melanda Larantuka dan Maumere. Beruntungnya, untuk gempa kali ini yang dirasa cukup besar dan membuat panik warga serta wisatawan asing disebutkan tidak akan mengakibatkan tsunami. Kita doakan semoga gempa susulan segera reda dan Lombok aman-aman saja, ya, Guys!

Gempa susulan akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan

Walaupun gempa susulan terhitung sudah cukup banyak, bahkan hingga 100 kali lebih, tetapi Kepala BMKG menyebutkan bahwa gempa susulan tidak akan sebesar gempa sebelumnya. Gempa susulan masih akan terjadi, tetapi warga diminta untuk tidak panik dan tetap harus waspada.

Warga diminta tidak mudah percaya berita hoax

Saat ini, berita hoax kerap banyak merugikan. Meskipun tengah terjadi kemalangan yang menimpa saudara kita di daerah lain, tetap saja ada orang yang dengan egoisnya memanfaatkan momen berduka ini untuk menyebarkan berita hoax. Karena itu, warga diminta untuk tidak mudah percaya akan berita yang belum tentu benar. Kamu juga jangan mudah terpancing menyebarkan berita yang salah, Guys. Cek dulu sebelum share kepada orang lain.

Sebelumnya, gempa juga pernah mengguncang Bali dan NTB pada 2017 silam

Tahukah kamu, jika sebelum gempa bumi yang terjadi saat ini, rupanya juga pernah terjadi gempa di wilayah Bali dan NTB, Guys? Gempa itu terjadi pada Maret 2017 dan berkekuatan 6,4 SR. Tidak hanya sekali, gempa berikutnya pun terjadi pada bulan Agustus 2017 dengan kekuatan tak kalah besarnya, yakni 5,1 SR.

Itulah beberapa fakta tentang gempa di wilayah Lombok dan sekitarnya yang rupanya memakan korban jiwa. Kita doakan, semoga mereka yang sedang mengalami musibah diberikan ketabahan serta kekuatan. Jangan lupa ulurkan bantuan bagi mereka sesuai kemampuan kamu, Guys. Duka mereka, duka kita juga.