Hello Takaiters, adakah yang hobi berpetualang? Ya, setiap orang memiliki caranya sendiri untuk mendapatkan suatu kesenangan dan kepuasan. Saat liburan tiba, tak hanya bisa dimanfaatkan untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata populer saja.

Buat kalian yang memiliki kegemaran dengan petualangan, liburan kali ini bisa banget dimanfaatkan untuk menikmati serunya adventure traveling atau wisata petualangan. Indonesia yang begitu kaya akan keindahan alam dan pesona budayanya bisa jadi pilihan menarik untuk berpetualang. Salah satu pilihan untuk memuaskan jiwa petualangan kalian adalah dengan mengunjungi suku-suku pedalaman yang ada di Indonesia.

Indonesia memang telah mendapatkan banyak sentuhan globalisasi dan modernisasi namun ternyata budaya yang ada di negeri ini masih begitu terjaga. Bahkan, beberapa suku pedalaman yang ada di negeri ini masih sangat menjunjung tinggi tradisi dan nilai adat budayanya. Ini bisa menjadi pilihan menarik untuk memberikan pengalaman baru pada moment liburan kali ini. Anda bisa melakukan wisata petualangan dengan berkunjung ke beberapa suku pedalaman yang pastinya memiliki keunikan dan keeksotisan tersendiri.


Menikmati wisata petualangan ke Suku Mentawai, Sumatera Barat

suku mentawai suku tertua di indonesia
Foto : 2.bp.blogspot.com

Suku Mentawai merupakan salah satu suku pedalaman di Indonesia tepatnya berlokasi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Bahkan, suku ini tergolong sebagai suku tertua di Indonesia yang hingga saat inipun masih begitu menjaga nilai adat istiadat serta budayanya.

Saat ini, hanya sebagian kecil saja dari masyarakat suku Mentawai yang telah memeluk agama Kristen ataupun Islam. Sedangkan lainnya masih didominasi sebagai penganut aliran kepercayaan yang sangat kental dengan beragam upacara dan ritual mengiringi aktivitas kesehariannya. Dan, salah satu keunikan yang ada pada suku Menatawai adalah adanya tato Mentawai yang sangat unik dan eksotis.

Berkunjung ke kawasan Mentawai akan menjadi sebuah petualangan yang seru dan tak terlupakan. Kalian bisa mengunjungi beberapa desa seperti Desa Madobak, Desa Ugai, serta Desa Matotonan.

Petualangan ini tak hanya bisa kalian rasakan saat berada di lingkungan masyarakat suku Mentawai dengan eksotisme budaya dan tradisinya tetapi perjalanan yang harus dilalui pun bukan hal yang mudah. kalian harus siap untuk melewati jalan berliku serta sungai yang panjang yang bahkan bisa ditempuh hingga 8 jam.

Suku Bajo, suku laut dari Buton

suku pedalaman indonesia
Foto : ark21.com

Suku ini bisa dikatakan menghabiskan seluruh hidupnya di laut maka tak heran bila masyarakat dari suku Bajo lebih dikenal sebagai manusia laut. Tempat tinggalnya pun dibangun di atas laut berupa rumah apung. Meskipun suku ini masih dikatakan sebagai salah satu suku primitif yang ada di Indonesia, masyarakat Bajo telah mengenal peradaban dengan adanya sekolah serta ibadah. Selain itu, meskipun kesehariannya masyarakat Bajo di laut, ketika berada di sana, kalian tidak akan mencium bau amis sebagaimana yang bisa kalian temukan di kampung nelayan.

Tak hanya keunikan dari keseharian masyarakat suku Bajo yang menarik untuk dikenal, berada di perkampungan Bajo akan membuat kalian menemukan kenyamanan yang begitu dekat dengan alam. Menikmati air laut yang sangat jernih juga bersih bisa menjadi hal yang begitu menyenangkan. Kalian pun bisa belajar menangkap ikan serta berlayar bersama masyarakat Bajo untuk semakin menikmati keseruan wisata petualangan kali ini.

Suku Baduy, suku pertama yang ada di Tanah Jawa

suku pedalaman indonesia
Foto : webicdn.com

Pulau Jawa mungkin seringkali dikenal sebagai pulau yang sudah jauh mendapatkan modernisasi. Pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat fashion, dan lainnya sepertinya memang dari Jawa. Namun, tahukah kalian bahwa ada suku asli nusantara yang bisa dikatakan sebagai suku pedalaman di Indonesia. Itulah suku baduy yang berada di kawasan Kabupaten Lebak, Banten.

Jumlah populasi dari suku asli ini pun terbilang cukup besar yaitu 5000 hingga 8000 jiwa. Suku ini terbilang snagat mengisolasi diri dari dunia luar bahkan melakukan kegiatan pengambilan gambar menjadi salah satu hal yang dianggap tabu. Tak hanya itu saja, anggota suku baduy yang disebuat dengan Urang Kanekes juga tak pergi ke sekolah. Menurut kepercayaan mereka, pendidikan formal seperti sekolah sangat berlawanan dengan adat istiadat yang telah dijalani ratusan dekade. Dengan kondisi yang demikian, tak heran bila sebagian besar suku Baduy masih buta aksara.

Bila kalian tertarik untuk mengenal dan mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat suku Baduy sebagai salah satu perjalanan wisata petualangan, kalian bisa berkunjung ke Kampung Wisata Suku Baduy yang ada di Desa Cibeo atau sekitar 40 kilometer dari Rangkasbitung.

Suku Dani di Bumi Cendrawasih

suku pedalaman indonesia
Foto : tstatic.net

Keindahan dan kekayaan yang ada dari Bumi Cendrawasih bukan hanya Raja Ampat saja. Saat kalian mengunjungi kawasan timur Indonesia tersebut, kalian juga memiliki kesempatan untuk lebih mengenal suku asli di tanah Papua yaitu Suku Dani. Suku ini berada di Kabupaten Jayawijaya dan sebagian Puncak Jaya.

Suku asli Papua ini masih sangat menghormati roh nenek moyang. Selain itu, mereka juga masih sangat percaya dengan adanya kekuatan sakti yang dimiliki oleh para nenek moyang yang mereka hormati. Dan, salah satu yang paling menarik serta terkenal dari suku ini adalah adanya tradisi potong jari. Tradisi ini bukanlah suatu bentuk hukuman melainkan menjadi lambang kesedihan ketika kehilangan anggota keluarga yang telah meninggal dunia.

Eksotisme lain yang bisa dinikmati dari kunjungan ke suku dani adalah adanya Festival Lembah Baliem Wamena yang diselenggarakan pada bulan Agustus setiap tahunnya. Festival ini digelar di jantung Bukit baliem yang menyajikan acara perang antar suku. Tujuan diselenggarakannya festival ini merupakan bentuk lambang kesuburan, kesejahteraan, serta kekuatan antar suku.


Sebenarnya masih ada beberapa suku pedalaman lain yang ada di Indonesia yang pastinya memiliki daya tarik dan keunikannya tersendiri. Dengan melakukan wisata petualangan ke beberapa suku pedalaman, ini tak hanya bisa menciptakan pengalaman berwisata yang seru dan menantang. Ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk lebih mengenal kebudayaan nusantara secara lebih dekat.