Ranah Minang tidak hanya termasyur karena ragam kuliner, budaya, dan tradisi semata. Salah satu karya sastra terkenal sepanjang sejarah pun berasal dari Padang. Karya sastra legendaris ini adalah kisah tentang Siti Nurbaya.

Mengangkat tentang tema kasih tak sampai, novel Siti Nurbaya menjadi sedemikian terkenal dari waktu ke waktu. Saking terkenalnya, novel ini mampu bertransformasi menjadi salah satu ikon kota Padang. Penasaran, guys? Mari kita lihat 3 bukti berikut ini :

Siti Nurbaya Laris Sebagai Komoditi Film, Bahkan Dijadikan Inspirasi dalam Bermusik

Foto: goresanhati-ku.blogspot.com

Bagi kamu yang lahir di era tahun 1980-an, pasti masih mengingat ada satu mini seri yang booming di tahun 1990. Film Siti Nurbaya sukses mendulang pemirsa seantero Indonesia.

Kamu dapat menyaksikan film ini di channel satu-satunya kala itu, alias TVRI. Novia Kolopaking, Gusti Randa, dan HIM Damsyik mampu menjiwai peran mereka dengan apik sebagai Siti Nurbaya, Samsul Bahri, dan Datuk Maringgih.

Film tentang Siti Nurbaya sempat dibuat remake sinetron di tahun 2004, dengan mendapuk Nia Ramadhani sebagai tokoh utamanya.

Kisah Siti Nurbaya bahkan membuat Ari Lasso mendendangkan lagu dengan judul “Cukup Siti Nurbaya.”

Bahkan kisah legendaris ini telah dibuat versi drama musikalnya, dengan bintang-bintang ternama seperti Leona dari The Voice, Andi /rif, Dewi Gita, bahkan Candil dan J-Rock.

Pilihan Editor



Jembatan Siti Nurbaya Sebagai Destinasi Wisata di Kota Padang

Jembatan Siti Nurbaya (Foto: pelangiholiday.com)

Jembatan Siti Nurbaya terletak membentang di atas sungai Batang Arau. Panjang badan jembatan 100 meter dengan panjang total mulai dari kaki jembatan di jalan Nipah sampai dengan jalan Batang Arau sepanjang 600 meter.

Jembatan ini juga menghubungkan kota tua Padang dengan Taman Siti Nurbaya, sebuah  tempat di mana  Siti Nurbaya dimakamkan.

Ternyata Kisah Siti Nurbaya Adalah Cerita Pribadi Si Pengarang

Kiri: Marah Rusli, Pengarang Kisah Siti Nurbaya (Foto: asmartrock.wordpress.com)

Marah Rusli adalah salah satu sastrawan ternama yang memiliki karya-karya bermutu. Dengan kejeniusannya, Marah Rusli berhasil membuat kisah kasih yang menggabungkan budaya Eropa dan Minangkabau. Cerita ini makin menarik perhatian  karena kisah Siti Nurbaya terinspirasi dari pengalaman pribadi si pengarang.

Karena cerita berdasarkan pengalaman pribadi penulis, cerita ini tidak diterima oleh keluarga si pengarang. Bahkan konflik yang terjadi antara Rusli dan keluarga membuat dia tidak ingin kembali ke Padang. Cerita ini sering dibandingkan dan dianggap “Romeo dan Julietnya” Indonesia.

Takaiters, setelah membaca artikel ini, apakah  kamu ingin menonton ulang film Siti Nurbaya atau justru tertarik membeli novel aslinya? Selamat memilih!