Halo, Takaiters!

Dalam dunia balap motor siapa tidak kenal M. Fadli Imamuddin. Yapt, Ia adalah pembalap motor yang menjuarai Supersport 600 cc Asia Road Racing Championship (ARRC) di Sirkuit Internasional Sentul pada 7 Juni 2015.

Pada kejuaraan itu, nasib malang menimpa Fadli, dimana saat garis finish sudah di lewati, Fadli mengurangi kecepatan motornya untuk menyapa para penggemarnya di lapangan dengan melakukan selebrasi, dan saat itu pula Jakkrit Sawangswat pembalap asal Thailand melaju kencang dari belakang dan menghantam kaki kiri Fadli.

Kejadian tersebut membuat Fadli harus dilarikan ke rumah sakit dan mengalami beberapa tindakan operasi untuk meyelamatkan kaki kirinya. Proses penyembuhan setelah operasi ternyata tidak berjalan mulus, bahkan kondisinya malah semakin buruk. Hingga pada akhirnya Fadli sangat berani memutuskan untuk mengamputasi kaki kirinya.

Kelahiran putra pertama Fadli dan dukungan dari orang-orang terdekat membuat dirinya bangkit dan bertekat untuk pulih. Dalam proses pemulihan paska kecelakaan, Fadli mulai rutin bersepada, tak disangka pertemuannya dengan Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari menjadikannya sebagai atlet Para-Cycling pertama di Indonesia.

Walau dengan persiapan yang sangat singkat, di ajang Para-Cycling Asia 2017 yang digelar di Bahrain, Fadli sanggup menduduki posisi keempat. Hasil yang sangat bagus mengingat ini kali pertama debut fadli sebagai atlet Para-Cycling. Wow, keren ya, Guys!

Sosok Fadli sangat menginspirasi, ya, Takaiters. Kehilangan kaki kirinya tidak membuatnya patah semangat bahkan minder sekalipun dengan konsisi barunya. Pria kelahiran 25 Juli 1985 itu justru mengambil hikmah dari kecelakaan yang menimpanya, yaitu menemukan dunia baru sebagai atlet Para-Cycling. Cintanya pada dunia balap motor, tidak membuatnya sekaligus meninggalkan dunia balap yang membesarkan namanya.

Selain aktif sebagai atlet Para-Cycling, Fadli juga merupakan pelatih dari Astra Honda Racing School dan juga 43 Racing School, sekolah balap khusus untuk pembalap berbakat yang berusia 20 tahun. Nomor 43 yang dujadikan sebagai nama sekolah balap tersebut adalah nomor pada motor kesayangan Fadli yang digunakan pada ajang balap.

Asian Para Games 2018 akan diadakan di Jakarta, tepatnya tanggal 06-13 Oktober, dan Fadli merupakan salah satu atlet yang akan berlaga dalam salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

Yuk, dukung atlet hebat Indonesia jadi juara di Asian Para Games 2018. Keterbatasan bukan penghalang untuk melaju menembus batas. Jaya terus atlet Indonesia, kami bangga padamu!