Halo, Takaiters!

Dalam kehidupan, pasti kamu berharap dan berusaha agar semua berjalan mulus tanpa kendala apapun.  Urusan sekolah, urusan mencari jodoh, urusan rumah tangga, urusan bisnis, dan sebagainya jangan sampai menemui kegagalan. Ya, tak satu pun menginginkan kegagalan. Namun, sebaik apapun rencana dan usaha, tak jarang ada saja yang luput perkiraan yang mengakibatkan kamu merasa menjadi orang gagal.

Bagi mereka yang bernyali besar, menyikapi kegagalan bisa jadi ini adalah seni dalam hidupnya yang harus dihadapi. Kegagalan menjadi pembelajaran hidup yang berharga sehingga mereka dapat melakukan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya. Namun, bagi mereka yang bernyali kecil, kegagalan bisa jadi kenyataan pahit yang menyakitkan.  Alih-alih bisa move on, justru malah merasa semakin terpuruk ketika mengalami kegagalan.

Apa, sih, yang menyebabkan orang  kegagalan? Ada banyak hal yang menyebabkannya. Namun, hal yang mendasar, kegagalan biasanya disebabkan oleh mindset seseorang terhadap kegagalan. Kemudian, frekuensi kegagalan yang terus berulang dalam kehidupan seseorang menyebabkan orang merasa menjadi orang yang gagal permanen selama hidupnya.

Guys, dari berbagai literatur, banyak tokoh-tokoh dunia yang berhasil melalui kegagalan dalam hidupnya, seperti Henry Ford yang pernah gagal dan mengalami kebangkrutan berkali-kali dalam bisnisnya. Albert Einstein yang pernah tinggal kelas dan tidak lulus ujian sekolahnya. Abraham Lincoln yang hidupnya nyaris dipenuhi dengan kegagalan.

Dan masih hangat dalam ingatan, bagaimana atlet-atlet yang berjuang dalam perhelatan Asian Games demi mengharumkan nama negara kita. Mereka pernah mengalami kegagalan, namun bagi mereka kegagalan merupakan suatu pelajaran yang berharga. Kegagalan bukan berarti kamu adalah orang yang gagal, tetapi hanya belum sukses saja. Kegagalan bukan berarti semuanya sudah tamat, tetapi kamu memiliki peluang untuk memulai lagi. Kegagalan bukan berarti Tuhan tidak memedulikanmu, justru Tuhan memiliki rencana lain yang lebih baik.

Lalu bagaimana jika kamu mengalami kegagalan? Berikut tipsnya biar kamu bisa move on. Mari kta simak!

1. Instropeksi Diri

Foto: pexels.com

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata instropeksi artinya peninjauan atau koreksi terhadap (perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan, dan sebagainya) diri sendiri; mawas diri. Cukup jelas, ya, Guys, apa saja yang harus kamu tinjau yang menyebabkan kamu gagal. Kamu harus berani secara objektif mengakui kelemahan-kelemahan diri sendiri. Hal-hal yang salah yang telah kamu lakukan. Kamu harus berani dan bersedia menerima tanggung jawab atas kegagalan, sebelum mampu menerima tanggung jawab atas keberhasilanmu.

2. Perbaiki Kelemahan dan Kekurangan Diri

Foto: pexels.com

Setelah kamu melakukan instropeksi, maka kamu harus bersegera memperbaiki kelemahan dan kekurangan diri. Apakah itu mengenai sikap, strategi, hubungan, atau kebiasaan-kebiasaan yang salah selama ini.

3. Belajar dan Terus Belajar dari Pengalaman

Foto: pexels.com

Ungkapan pengalaman adalah guru yang terbaik memang benar adanya. Dengan pengalaman, kamu bisa belajar lagi sehingga tak melakukan kesalahan yang sama. Belajar bisa dilakukan dengan melihat kembali dari pengalaman sendiri, dari orang-orang sukses yang telah ditempa dengan kegagalan hidupnya.

4. Sikap Mental Positif

Foto: pexels.com

Sikap mental positif apa saja yang harus kamu miliki sehingga kamu bisa jernih memandang suatu kegagalan? Sikap mental positif itu antara lain: cerdas secara emosional, percaya diri, bisa bersikap tegas, memiliki rasa optimisme, disiplin, selalu positif thinking, tanggung jawab, dan bersikap sabar serta ikhlas. Dengan sikap positif yakinlah bahwa kegagalan ini hanya sementara.

5. Bangkit dan Berani Mencoba

Foto: pexels.com

Tak ada sesuatu pun yang bisa mengubah nasib kamu sampai kamu sendiri siap dan maju berjuang untuk mengubahnya. Jika sudah mengalami kegagalan tak ada yang bisa dilakukan kecuali harus bangkit dan berani mencoba.

Guys, ibaratnya dalam sebuah episode cerita, kegagalan ada dua akhir yaitu sad ending dan happy ending. Kamu mau pilih yang mana? Sad ending adalah akhir yang sedih. Ya, kamu akan mengalami kesedihan yang tak berkesudahan jika kamu tak mengambil sikap tegas untuk segera move on dari kegagalan. Sedangkan Happy ending adalah sebuah akhir yang menyenangkan. Kegagalan yang menyulitkan disikapi dengan sikap mental positif, kemudian berproses untuk move on dari kegagalan, yakinlah semua akan berakhir membahagiakan.