Hai, Takaiters!

Di tengah maraknya makanan cepat saji, ternyata hal tersebut tidak menggeser keberadaan karak tempe. Walaupun saat ini kita mulai sulit untuk menemukan penjual nasi karak tempe, namun karak tempe masih eksis, lo, biasanya penjual karak tempe berada di kampung-kampung.

Karak identik dengan nasi sisa atau nasi aking, yaitu nasi sisa yang dikeringkan lalu dimasak lagi. Pada jaman tempo dulu, belum ada yang namanya magic jar atau sejenisnya. So, jika ada nasi sisa, maka nasi tersebut akan dikeringkan lalu dikumpulkan dalam sebuah karung. Setelah terkumpul banyak barulah dimasak lagi. Nasi sisa ini juga disiapkan untuk persiapan bahan makanan pada saat musim paceklik tiba. Selain itu, nasi kering ini bisa juga dijadikan campuran makanan ternak.

Namun, seiring berkembangnya teknologi, saat ini karak tempe juga mengalami inovasi, makanan yang terbuat dari campuran beras putih dan ketan hitam ini dicampur menjadi satu dengan lauk gimbal tempe atau godho tempe yang berarti tempe bumbu.

Nasi karak ini merupakan salah satu makanan khas masyarakat Gresik, provinsi Jawa Timur. Biasanya disajikan untuk sarapan dengan taburan parutan kelapa dan poya. Tak lupa pula ditambah dengan cabe rawit. Poya terbuat dari bahan kelapa parut yang disangrai dan dicampur dengan sedikit gula pasir lalu dtumbuk halus. Gimbal tempe atau tempe bumbu disajikan dengan kondisi hangat.

Biasanya pedagang menggoreng gimbal tempe ditempat berjualan sehingga bisa langsung disajikan ke pembeli dalam kondisi masih hangat. Hem, rasanya nikmat, lho Guys, jika karak tempe dimakan dalam kondisi hangat.

Pilihan Editor


Karak tempe khas Gresik ini memiliki rasa yang nendang, Ada campuran antara gurih, asin, dan manis di sana. Jika kamu baru pertama kali melihat karak tempe pasti bertanya-tanya dan ingin mencoba keunikkan rasa khas makanan Gersik ini. Sebab Kamu akan tertarik dengan aroma khasnya yang muncul karena semuanya disajikan dalam keadaan panas atau hangat.

Sebenarnya karak tempe ini bisa dimakan kapan saja karena awet atau tidak mudah basi, tetapi para penjual hanya berjualan beberapa jam saja di pagi hari. Harganya pun cukup murah, hanya dengan Rp5.000,00 saja, kamu sudah bisa mendapatkan seporsi nasi karak dengan sepotong gimbal tempe dan cabe rawit. Karak tempe ini juga bisa disajikan dengan menggunakan piring ataupun dibungkus.

Tempo dulu, jika membeli karak tempe akan dibungkus dengan daun pisang atau dipincuk, tetapi seiring dengan perjalanan waktu dan harga daun pisang yang semakin mahal karena sudah jarang ditemukan, maka karak tempe dibungkus dengan kertas minyak dan dilapisi dengan kertas koran atau jenis kertas lainnya.

Selain dinikmati dengan gimbal tempe dan cabe rawit, karak bisa dimakan dengan bali belut. Bali belut adalah masakan khas Gresik juga. Yakni belut dipotong-potong kecil lalu digoreng dan dimasukkan keracikan dalam racikan bumbu.

Biasanya penjual karak menggunakan keranjang besar atau wakul. Sego atau nasi karak tidak dihangatkan, tapi jika membelinya pagi hari akan terasa hangatnya. Yang benar-benar hangat biasanya gimbal tempenya, karena akan disajikan langsung setelah selesai digoreng. Dan yang tidak bisa dilupakan, untuk makan sego karak tempe biasanya tidak menggunakan sendok maupun garpu, melainkan langsung dengan tangan. Tentunya sebelum makan tangan kita bersihkan terlebih dahulu.

Akan lebih nikmat lagi jika makannya bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga ataupun dengan teman. Sungguh nikmat yang luar biasa, karak tempe memang sarapan nendang tempo dulu yang tak pernah bisa dilupakan.

Bagaimana Takaiters? Jangan lupa mampir ke Gresik, ya, biar bisa menikmati sarapan nendang tempo dulu, karak tempe.