Heiyo, Takaiters!

Kapal dagang itu ditemukan di Laut Hitam, tepatnya di Laut Hitam lepas pantai Bulgaria. Penemuan tersebut merupakan bagian dari proyek Arkeologi Martim Laut Hitam. Dilaksanakan selama tiga tahun, penelitian tersebut berhasil menemukan posisi kapal tersebut.

Untuk diketahui, penemuan tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak penemuan yang dilakukan oleh tim Black Sea Maritime Archeology Project (Black Sea MAP) antara laut yang tersebar di sepanjang Laut Hitam Eropa.

Tapi sayanganya, sebagaimana dihimpun dari The Washington Post, Selasa (23/10/2018) kemarin, kapal itu merupakan kapal karam yang diketahui sudah tenggelam lama di dasar laut, Takaiters.

 

1. Kapal Karam Tertua Berusia 2.400 tahun

Bangkai Kapal - Kapal KaramTertua
Foto; Black Sea MAP

Kapal dagang sepanjang 23 meter itu terbaring tanpa gangguan selama 2.400 tahun setelah tenggelam, lho, Takaiters! Dengan angka itu, kapal tersebut menjadi kapal karam paling tua dari puluhan kapal yang telah ditemukan oleh tim proyek penelitian Laut Hitam sepanjang tiga tahun terakhir.

Bangkai kapal tersebut bersemayam di bawah permukaan air laut sedalam lebih dari 1,9 kilometer. Titik temuannya berada dalam radius 80 km lebih dari kota Burgas, Bulgaria. Melihat jenis dan gaya kontruksinya, kapal tersebut mempunyai kemiripin dengan Ship of Odysseus, kapal dagang kuno asal Yunani: .

2. Menemukan 60 Bangkai Kapal

Kendaraan Operasi Jarak Jauh ROV menemukan Kapal Karam di dasar Laut Hitam
Foto: Black Sea MAP – University of Southampton

Pencarian dilakukan menggunakan robot penyelaman dan sonar dari kapal selam jarak jauh (daya selam tinggi) untuk mengamati dasar laut hitam, termasuk mendeteksi bangkai kapal. Proyek yang melibatkan tim internasional ini memanfaatkan teknologi kendaraan operasi jarak jauh atau remotely operated vehicles (ROV).

Setelah tim Black Sea MAP memetakan lebih dari 1239.19 km² dasar laut,—total luas keseluruhan laut hitam: 436.402 km²—lebih dari 60 bangkai kapal kuno berhasil ditemukan sepanjang tiga tahun terakhir.

Kapal yang ditemukan bervariasi, termasuk  dalam segi usia. Dan, beberapa di antaranya merupakan kapal dagang yang berasal dari Kerajaan Byzantium (Romawi Timur), Kesultanan Ottoman (Turki) dan juga kapal-kapal lain dari abad ke-17.

3. Laut Hitam Membantu Keutuhan Konstruksi

Bangkai Kapal Karam ditemukan di kedalaman Laut Hitam
Foto: Greek Reporter Europe

Meskipun sudah berusia ribuan tahun nih, kapal-kapal itu terbaring di dasar laut dengan konstruksi yang masih utuh, lho! Padahal, kapal kayu yang tenggelam biasanya akan rusak oleh proses penguraian bakteri di kedalaman laut hanya dalam waktu ratusan tahun saja.

Kenapa bisa tetap utuh? Alasannya ada pada minimnya kadar oksigen di dasar Laut Hitam. Keadaan laut yang bersifat anoksik (ketiadaan oksigen) inilah yang membuat kehidupan akuatik sama sekali tidak ada di dasar laut, sehingga keutuhan kapal tidak terganggu.

Bangkai-bangkai kapal —termasuk kapal Yunani—yang ditemukan adalah kapal berbahan kayu. Untuk mengetahui usia kapal, tim peneliti hanya mengambil sampel lambung kapal saja. Mereka memutuskan untuk membiarkan bangkai kapal tetap berada di lokasi penemuan, karena khawatir rusak jika dipindahkan.

4. Kuburan Sempurna Bagi Semua Kapal

Kawasan Laut Hitam
Foto: Norman Einstein/Wikimedia.org

Dalam sejarahnya, Laut Hitam merupakan salah satu wilayah maritim yang ramai dilintasi kapal-kapal dagang. Dengan luas bentangan yang kini diapit enam negara, yakni Turki, Bulgaria, Rumania, Ukraina, Rusia dan Georgia, menjadikan letaknya strategis untuk digunakan sebagai jalur perlintasan perdagangan saat itu.

Namun, karena kedalaman Laut Hitam yang gelap gulita dan bersifat anoksik membuat para ahli arkeologi maritim menjulukinya: ‘kawasan maut’ sekaligus sebagai ‘kuburan sempurna’ bagi semua bangkai-bangkai kapal. Wah, terdengar keren ya, guys!?

Tapi, bukan cuma kapal saja, Takaiters, sebuah bangunan yang tertanam di kedalaman laut hitam pernah ditemukan juga, loh! Wuih ….