Hallo, Takaiters!

Laju modernisasi memang nggak terelakkan ya, Guys. Apalagi di era teknologi seperti saat ini. Segala hal yang berbau modernisasi, tampaknya menjadi sesuatu yang selalu digandrungi oleh setiap orang. Nggak heran kalau budaya tradisional yang sudah turun temurun kita temukan dalam masyarakat makin kendor atau pupus.

Sebagai salah satu suku yang memegang teguh adat istiadat nenek moyang, urang awak atau sebutan untuk masyarakat Minangkabau, masih berusaha untuk mempertahankan tradisi leluhur.

Salah satu bukti nyata hal ini adalah adanya Kampung Adat Sijunjung yang berada di Kabupaten Sijunjung. Kampung Adat Sijunjung adalah tujuan wisata terfavorit di antara 13 destinasi yang ada di Kecamatan Sijunjung.

Kampung adat ini sedang diusulkan dalam daftar warisan dunia UNESCO

kampung adat sijunjung
Foto : 2.bp.blogspot.com

Kecamatan Sijunjung merupakan satu dari 8 kecamatan yang ada di dalam wilayah administrasi Kabupaten Sijunjung, yang juga dikenal dengan julukan Nagari 1001 wisata, Guys. Salah satunya ya Kampung Adat Sijunjung.

Kampung yang kental akan adat dan budaya ini sedang diusulkan oleh pemerintah agar bisa masuk dalam daftar warisan dunia versi UNESCO. Kampung yang terletak di Jorong Koto Padang Ranah dan Tanah Bato ini, bisa dicapai sekitar 3,5 jam perjalanan darat dari Kota Padang.

Salah satu kawasan yang masih kental akan budaya minangkabau

kampung adat sijunjung
Foto : 2.bp.blogspot.com

Begitu memasuki kawasan wisata ini, kamu akan segera disambut dengan nuansa jadul ala tempo dulu . Ada patung perempuan Minangkabau berukuran besar di gerbang masuknya. Patung ini dilengkapi dengan pakaian adat Minangkabau, untuk menegaskan sistem matrilineal yang dijunjung tinggi dalam masyarakatnya.

Sepanjang perjalanan, kamu akan bisa memandang jejeran rumah adat dengan desain yang unik dan indah. Rumah-rumah kayu ini masih terlihat sangat cantik, meski warnanya mulai pudar ditelan waktu.

Semua rumah menghadap ke jalan yang ada di tengah. Sst, hanya ada enam suku aja loh yang boleh tinggal di kampung ini. Yaitu Suku Tobo, Piliang, Malayu, Caniago Nan Sembilan Sapuluah Jo, Malayu Tak Timbago dan Panai.

Total ada 76 Rumah Gadang berusia ratusan tahun di kampung ini. Semuanya masih dalam kondisi terawat. Selain dipergunakan sebagai rumah tinggal, juga berfungsi untuk prosesi adat budaya Minang.

Desain dan arsitektur setiap rumah memiliki kesamaan, yaitu bergonjong empat dan hampir semuanya berlangkan. Kalau berada di kampung ini, dijamin kamu akan seolah-olah berada di masa lalu loh, Guys!

Aturan berpakaian Kampung Adat yang begitu sangat sopan 

kampung adat sijunjung
Foto : nationalgeographic.co.id

Untuk memasuki perkampungan adat Sijunjung, kamu harus mengenakan pakaian yang rapi, Guys. Rapi itu maksudnya nggak boleh terlalu ketat, tidak boleh terlalu pendek, dan khusus untuk para wanita, nggak boleh memakai celana panjang.

Kenakan rok dan atasan longgar, ya. Kalau nggak, bisa-bisa kamu bakalan digiring ke balai adat dan dikenakan denda.

Pilihan Editor



Kalau sudah disuguhi makanan, kamu nggak boleh nolak, Guys.

Foto: cekinharga.com

Nah, kalau kamu sudah bisa memasuki kampung adat, dan kebetulan ada warga yang sedang berada di teras rumah, hampir bisa dipastikan bahwa kamu akan diundang masuk. Kalau sudah begini, kamu nggak boleh nolak, Guys.

Termasuk saat disuguhi dengan aneka makanan dan minuman. Masyarakat Minang pantang menolak makanan. Sebisa mungkin, habiskanlah hidangan yang tersaji di meja. Hal ini artinya kamu menghormati tuan rumah.

Selain itu, hidangan mereka juga percaya bahwa jika tamu menghabiskan makanan yang disajikan, itu artinya mereka akan mendapat banyak rezeki dan keberuntungan. Hmm, … menarik ya!

Jajanan khasnya yang masih tradisional

Foto: vachzamil.blogspot.co.id

Salah satu sajian yang hampir selalu ada di rumah masyarakat Kampung Adat Sijunjung adalah galamai atau kalamai. Jajanan tradisional ini memiliki tekstur mirip dodol atau jenang di daerah lain. Warnanya cokelat tua dan mengkilap. Cita rasanya manis, legit, dan berminyak karena menggunakan santan kental sebagai salah satu bahan utamanya.

Galamai yang dihidangkan di sini, biasanya dibungkus rapi dengan daun pisang. Berbeda halnya jika kamu membelinya di toko oleh-oleh. Galamai yang dijual di toko sudah dikemas dengan plastik warna-warni yang lebih menarik. Dari segi rasa, sama legit dan nikmatnya.

Nah, itu tadi sedikit cerita mengenai Kampung Adat Sijunjung. Buat kamu yang ngakunya urang awak, yakin sudah tahu beberapa fakta unik di atas?