Karatau madang dihulu, babuah babungo balun, marantau bujang dahulu, di rumah paguno balun

Ketika mendengar kata ‘Merantau’ apa yang terpikirkan di benak kalian? Yapt, pasti orang Minang. Sesungguhnya orang Minang sangat erat hubungannya dengan merantau. Bagi orang Minang, merantau merupakan suatu keharusan untuk dilakukan, terutama bagi bujang minang.

Sejarah merantau sebagai peradaban sejarah dari nenek moyang orang minang zaman dahulu

Foto : 4.bp.blogspot.com

Merantau memiliki sejarah yang panjang bagi masyarakat Minangkabau, dan merupakan peradaban sejarah dari nenek moyang orang minang. Awal mula merantau tak bisa diketahui secara pasti. Tapi setidaknya berdasarkan sejarah, bisa ditelusuri bahwa merantau itu identik dengan berdagang, dimana sekitar abad ke-7 para pedagang Minangkabau sangat berperan besar dalam pendirian kerajaan Melayu (Jambi), seperti diketahui kerajaan itu dulunya berada pada posisi yang strategis dalam perdagangan di Selat Malaka atau Asia Tenggara.

PILIHAN EDITOR

Asal usul kata “merantau” itu sendiri berasal dari bahasa Minangkabau yaitu “rantau”. Kata Rantau itu sendiri dapat di artikan sebagai wilayah-wilayah yang berada di luar wilayah inti Minangkabau (wilayah awal mula peradaban Minangkabau yaitu “darek”  atau Luhak nan Tigo).

Nah, ketika ada orang minang yang berasal dari wilayah inti dan melakukan aktifitas ke wilayah luar maka itu disebut merantau. Namun, lama kelamaan wilayah rantau pun jadi wilayah Minangkabau. Akhirnya wilayah rantau menjadi semakin jauh dan luas, bahkan saat sekarang ini wilayah rantau orang Minangkabau bisa disebut di seluruh dunia, walaupun wilayah tersebut tak akan mungkin masuk kategori wilayah Minangkabau namun tetap disebut “rantau”.

Makin sempitnya peluang usaha di daerah asal, membuat orang minang merantau ke negeri orang dan membuka usaha disana…

Foto : 1.bp.blogspot.com

Tak dapat dipungkiri juga bahwa banyak orang-orang asal tanah minang yang memilih keluar dari daerahnya, hal ini bertujuan agar peluang kerja yang mereka inginkan dapat terbuka lebih luas. Sempitnya peluang usaha di daerah asal membuat mereka mengembangkan usaha sendiri dirantau orang lain.

Melanjutkan budaya merantau dari keluarga

Foto : 1.bp.blogspot.com

Di zaman yang modern ini, merantau itu dibudayakan dalam keluarga. Maksudnya, banyak generasi muda sekarang yang ingin merantau karena cerita-cerita sukses dari keluarganya yang pergi merantau.

Nah, ketika sang keluarga sukses dan telah merintis usaha dirantau, biasanya mereka akan memberikan peluang kerja kepada keponakan, sanak, saudara, teman dengan tujuan untuk mengembangkan usaha dirantau, sehingga dengan kata lain, orang yang dipekerjaan tadi dibawa ke negeri orang.

Sebagian orang Minang merantau karena pengaruh pendidikan, karena orang minang itu sangat relatif mementingkan pendidikan

tradisi merantau orang minang
Foto : basypham.com

Selain faktor ekonomi, ternyata merantau itu juga dipengaruhi faktor pendidikan loh. Memang tak dapat dipungkiri, bahwa daerah Sumatera barat merupakan daerah yang menghasilkan beribu sarjana di berbagai bidang keahlian ditiap tahunnya. Secara garis besar, orang minang itu relatif mementingkan bidang pendidikan, mereka tidak hanya menuntut ilmu di Sumatera Barat, tapi juga diluar Sumatera Barat.

Nah bagi bujang minang, merantau itu merupakan keharusan

tradisi merantau orang minang
Foto : thoughtcatalog.com

Yapt! Benar sekali. Sebagai bujang minang, merantau itu merupakan keharusan baginya. Ketika seorang bujang Minangkabau menginjak usia 20-30 tahun, maka mereka sudah didorong untuk pergi merantau. Mereka harus siap secara fisik maupun mental. Dengan berpindah dari suatu tempat ke tempat lain, maka akan membiasakan anak-anak minang menjadi orang yang lebih dewasa.

Setiap perantau minang harus mempunyai prinsip hidup yang harus dipegang agar sukses di negeri orang…

Foto : pexels

Kalo dilihat, memang banyak orang-orang minang yang sukses di perantauan. Namun, tidak sedikit pula yang bernasib kurang mujur, tapi mereka tetap terus berjuang agar bisa mencapai kesuksesan.

Perantau minang biasanya memiliki prinsip hidup yang merupakan kunci sukses mereka ketika hidup dirantau. Salah satu prinsipnya itu adalah “Indak Ado Rotan Aka Pun Jadi, Indak Kayu Janjang Dikapiang”, yang maksudnya Orang Minang itu selalu jeli dalam memanfaatkan peluang, selain itu pepetah ini juga mengajarkan orang minang agar selalu berfikir kreatif.

Nah, itu sedikit paparan tentang merantau yang merupakan peradaban sejarah bagi orang minangkabau, dan merantau itu merupakan tradisi yang sudah mendarah daging pada diri orang minang.