Hallo Takaiters,

Siapa yang tidak punya akun Facebook? Hampir setiap orang, remaja hingga dewasa pasti memiliki akun media sosial terpopuler ini. Tak dapat dimungkiri, bahwa keberadaan Facebook  sangat membantu terhubung dengan teman-teman lama. Selain itu, media sosial ini juga bisa mendatangkan hiburan tersendiri untuk penggunanya.

Namun tahukah kamu, bahwa keseringan bermain Facebook memiliki dampak negatif? Tidak percaya? Mari kita simak uraiannya.


Bermain Facebook, Membuat Waktu Terbuang Percuma

Foto: picturesandimages.com

Mensjournal melansir bahwa rata-rata pengguna facebook menghabiskan waktunya sekitar 17 menit dalam sehari, hanya untuk membaca komentar atau melihat foto yang diunggah oleh teman-temannya.

Kamu akan menghabiskan waktu semakin lama jika komentar-komentar tersebut bertambah banyak. Ditambah lagi rasa keingintahuan kamu pada postingan orang lain. Kamu pun akan menjawab komentar yang berdatangan pada timeline.

Jika ditotal waktumu untuk bermain Facebook bisa mencapai satu jam per hari, bahkan mungkin lebih.

Coba bayangkan berapa jam dalam sehari kamu menghabiskan waktu dengan sia-sia hanya untuk melihat postingan dan komentar orang lain? Alangkah lebih baiknya jika kamu menggunakan waktu untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Bermain Facebook Berdampak Buruk Untuk Kesehatan

Foto: theweek.co.uk

Facebook memang menawarkan banyak hal yang menarik,  seperti informasi, pelajaran, ataupun inspirasi. Namun tahukah kamu? Facebook memiliki efek negatif loh, buat tubuh kamu.

Sebuah studi menunjukkan bahwa bermain facebook dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, menghambat pelepasan hormon pertumbuhan, mengganggu pencernaan dan penglihatan. Selain itu, bermain facebook juga membatasi pemikiran dan membunuh kreativitas serta mempengaruhi pola tidur dan kebahagiaan.

Facebook juga terkadang membuat diri kita menjadi tidak tenang. Berbagai pendapat orang yang tidak sependapat dengan kita kerap membuat diri kita terbebani. Bahkan sudah menjadi hal biasa jika kemudian facebook menjadi ajang saling maki, saling debat, dengan mempertontonkan bahasa-bahasa yang tidak pantas.

Stalking Facebook Adalah Pemborosan

Foto: thedrum.com

Kamu sering stalking? Stalking adalah menjelajah akun orang lain demi untuk mendapatkan informasi yang kita cari. Dari sekian banyak akun pertemanan yang kita miliki, hanya sedikit yang kita kenal dengan dekat. Maka untuk menjawab keingintahuan kita, stalking menjadi pilihan.

Stalking dapat menjadi pemborosan kuota loh, bagaimanapun, kamu akan terus mencari tahu informasi orang lain, karena manusia memiliki sifat penasaran yang tinggi. Apalagi yang dicari cukup menarik minat kamu untuk dipelajari lebih dalam. Maka, dapat dipastikan kuota-mu akan cepat habis.

Pilihan Editor



Siapa Saja Dapat Dengan Mudah Meretas Data Pribadimu

Foto: etechhack.com

Ketika pertama kali kamu membuat akun, maka pihak Facebook akan meminta data diri. Kamu bisa saja mengelabuinya dengan memberikan data palsu. Namun, kamu akan kesulitan menemukan orang-orang yang kamu kenal dan juga sebaliknya. Maka mau tidak mau, kamu harus membuat akun dengan data diri asli.

Namun, permasalahannya adalah data kamu dapat dengan mudah diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingannya. Sehingga bukan tidak mungkin kamu akan menemui masalah di kemudian hari.

Bermain Facebook Membuat Orang Cenderung Asosial

Foto: minetoday.com

Coba deh, kamu perhatikan bagaimana orang-orang yang sedang asyik bermain Facebook. Mimiknya kadang sedih, tertawa, marah kepada ponselnya. Kamu juga mungkin sering melihat bagaimana ponsel merenggut kehangatan sebuah keluarga.

Misalnya, Ketika sedang makan bersama keluarga. Coba perhatikan apakah ada yang tidak memegang ponsel? Ayah, ibu dan anak-anak semua memegang ponselnya masing-masing. Satu dari keluarga tersebut dapat dipastikan sedang bermain Facebook, minimal upload foto terbaru.


Nah, Takaiters, dengan dampak buruk tersebut apakah kamu akan mengurangi bermain Facebook?