Halo, Takaiters!!!

Pasti sudah tahu dong negara Jepang seperti apa? Negara yang  terkenal dengan sebutan Negeri Sakura dan Negeri Matahari Terbit ini,  jadi salah satu destinasi wisata bagi bangsa-bangsa lain di dunia loh. Keindahan alam dan keunikan budaya negeri ini telah menjadi incaran dan buah bibir para turis. Siapa sih yang nggak bahagia jika dapat kesempatan melancong ke sana?

Takaiters, sebelumnya tak pernah terbayangkan, saya dan keluarga akan menginjakkan kaki di  negeri yang memiliki empat musim ini. Kami pergi ke Jepang untuk tujuan menetap di sana selama satu setengah tahun. Rasa bahagia yang harusnya kami rasakan berubah menjadi culture shock saat kami tiba di sana.

Apa sih culture shock itu? Culture shock adalah keadaan yang membuat kita kaget karena perbedaan budaya yang belum dipahami sepenuhnya. Nah, tanpa persiapan matang, kami mengalami hal ini. Kami sangat merasa kesulitan dan perlu segera menyesuaikan diri. Apa saja sih yang menyebabkan culture shock itu? Yuk, kita tengok di sini.

  1. Bahasa dan tulisan kanji

Culture Shock Jepang
Foto : japanesestation

Sejak hari pertama,  kami harus berhadapan dengan bahasa yang sangat terasa asing di telinga, yaitu bahasa Jepang. Di setiap tempat jarang kami jumpai orang berbahasa Inggris. Acara televisi pun demikian.

Tulisan-tulisan yang terpampang di jalan-jalan, reklame, mesin tiket kereta, bus, dan lain-lain tertulis dalam tulisan kanji yang tidak kami pahami. Tanpa mempelajari bahasa dan tulisan, kami tak bisa berbuat banyak. Awalnya, kami banyak memakai bahasa tubuh untuk berkomunikasi.

  1. Lalu lintas yang serba teratur

Culture Shock Jepang
Foto : japanesestation

Di Indonesia, gambaran tentang lalu lintas terkesan masih semerawut dan kurang disiplin ya? Nah, di Jepang, kendaraan berjalan sangat teratur. Mobil, motor, sepeda, dan pejalan kaki sudah ada tempatnya loh. Kendaraan umum datang dan berhenti sesuai waktu dan tempat berhentinya.  Kita cukup melihat jadwal yang tertera. Jadi, nggak bisa sembarangan.

  1. Pergantian empat musim

Culture Shock Jepang
Foto : blog.dinus.ac.id

Musim berganti tiap empat bulan. Nah, tiap musim tentunya memiliki suhu yang berbeda-beda. Di tiap musim, kami harus siap mengubah koleksi pakaian agar tak kepanasan atau kedinginan. Hal ini terasa merepotkan, ya, Guys? Beda banget dengan Indonesia. Mau pakai baju apa pun bisa di dua musim. Selain itu juga masalah kesehatan. Karena perbedaan cuaca, sering kami terserang demam. Jadi, kami pun harus pergi ke klinik tiap ganti musim untuk berobat.

  1. Sulitnya menemukan makanan halal

Culture Shock Jepang
Foto : funzine.hu

Nah, ini mungkin masalah terbesar bagi kami yang beragama Islam. Sangat sulit mencari makanan matang untuk dikonsumsi. Kenapa? Karena dalam makanan mereka hampir semua mengandung babi atau olahannya. Jajanan pun begitu. Jadi, kami sangat berhati-hati dalam memilih. Akhirnya, supaya aman, kami memasak sendiri, termasuk makanan kecil (snack).

Nah, Takaiters, inilah kekagetan yang kami alami. Hal ini terjadi karena persiapan kami yang kurang matang. Tak ada salahnya loh, sebelum melancong ke negeri lain, bekali dulu diri kita dengan bahasa dan budaya setempat, ya. Ibarat kata pepatah, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.