Hallo Takaiters,

Menikah dan hidup berbahagia selamanya. Ah, siapa yang tidak ingin mendapatkan kebahagiaan ganda macam itu? Jika jatuh cinta berjuta rasanya, seharusnya rasa pernikahan juga berjuta kali lipat lebih indah. Bukankah kita juga mendambakan hal tersebut?

Takaiters, untuk mewujudkan sebuah pernikahan yang diidamkan, kamu harus melewati sebuah masa penting yang disebut sebagai masa pacaran. Masa pacaran menjadi sebuah periode yang bikin deg-degan, karena lewat fase ini kamu akan menentukan sebuah pilihan yang lebih jauh dan serius.

Nah, ternyata dalam masa pacaran, modal mencintai seseorang saja TIDAK CUKUP. Iya, benar. Perkataan “tidak cukup” ditulis dalam huruf kapital, karena kita memerlukan seseorang yang mengasihi kita dengan cara dan tingkatan yang sama. Mari sebut perasaan itu sebagai “Cinta yang Berbalas”. Cinta ini adalah jenis kasih yang sejati dan tanpa batas.

Agar kamu dapat mewujudkan pernikahan bak surga dunia, tidak ada salahnya mengikuti 5 pedoman jitu dari motivator Nick Vujijic sebagai berikut :

Mengasihi Pencipta Dengan Segenap Hati

Foto: harianislami.com

Pernikahan adalah sebuah masa yang penuh tantangan, sehingga diperlukan iman dan kedewasaan yang sama untuk saling mendukung dan menolong.

Ingat ya, iman yang teguh akan membuat kamu dan pasangan akan memandang setiap masalah dan perbedaan dengan cara yang dewasa.

Jika harus ribut-ribut pun, kamu akan mengalami “ribut yang berkelas”, di mana perbedaan pendapat dapat diselesaikan dengan duduk dan berdiskusi dengan kepala dingin.

Cinta yang Berbalas

Foto: outfittrends.com

Saat berpacaran, sudah jelas bahwa kamu mengasihi pasangan masing-masing. Namun yang tidak kalah penting adalah apakah pasangan juga membalas cintamu?

Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengukur komitmen yang melebihi ketertarikan fisik semata. Kamu harus mempertimbangkan apakah sebuah hubungan yang dijalani ini dibangun atas cinta yang bersambut atau sesuatu yang lebih dangkal, seperti rasa tergila-gila, ketertarikan fisik, rasa persahabatan, atau bahkan yang lebih parah– rasa kasihan semata.

Pilihan Editor


 


Kemitraan Sebagai Orang Tua

Foto: portalmadura.com

“Apakah pasanganmu saat ini adalah orang yang kau inginkan sebagai orangtua bagi anak-anakmu?”

Pertanyaan ini harus diungkapkan dalam hati secara berulang-ulang, dengan tujuan agar kamu yakin bahwa inilah orang yang akan diajak membesarkan anak bersama-sama.

Jika dalam masa pacaran kamu melihat pasanganmu sebagai sosok yang memiliki insting keibuan atau kebapakan yang kuat, selamat! Mantaplah untuk maju ke jenjang pernikahan.

Bersama Seumur Hidup

Foto: pinteres.co.uk

Bisakah kamu membayangkan kehidupanmu tanpa si dia? Saat menikah, tentunya kamu ingin berbagi dengan orang terpenting dalam kehidupanmu. Ada perasaan ingin selalu bersama hingga maut memisahkan. Ada keinginan untuk bertumbuh bijak dan menua bersama.

Tidak Ada Kekhawatiran

Foto: beliefenet.com

Bagaimana mungkin seorang wanita bisa tenang jika melihat kekasihnya tidak ulet dalam bekerja dan berusaha? Atau mungkinkah seorang lelaki akan damai sejahtera bila melihat pasangannya hobi berpesta dan berbelanja gila-gilaan?

Jika ada sesuatu yang terasa mengganjal dan belum sreg di hati, tidak ada salahnya untuk membicarakan hal tersebut kepada pasangan. Tindakan tersebut perlu dilakukan demi mencapai sebuah pernikahan yang penuh dengan komitmen.

Tidak Ada Luka

Foto: cfhp.com.au

Luka yang dimaksud di sini adalah luka secara fisik dan psikis. Jika salah satu pihak telah melukai dan dilukai, maka peluang mendapatkan pernikahan berkelas bintang lima akan sulit untuk diraih. Kekerasan bukanlah menjadi pilihan dan gaya hidup dalam sebuah pernikahan yang sehat.

Dengan semangat untuk saling melengkapi, kamu akan mampu meraih impian dan harapan untuk mewujudkan pernikahan yang indah bak surga dunia. Meskipun pernikahan bukanlah sesusatu yang sepenuhnya berisi hal-hal indah, namun keindahan pernikahan dapat tetap dikecap.

Hotel saja ada predikat bintang lima, dan tentunya pernikahan pun dapat diusahakan ke level bintang lima juga. Mari menjadi pasangan yang saling mendukung, alih-alih saling bersaing.

Selamat menjadi hadiah terindah bagi pasangan masing-masing!