“Kan ku ingat selalu, kan ku kenang selalu, senja indah senja di Kaimana. Seiring surya, meredupkan sinar, dikau datang ke hati berdebar”.

Sepenggal lirik lagu yang hits di era ’70-an ini, dilantunkan oleh Alfian Harahap berjudul Senja di Kaimana. Belakangan Kabupaten Kaimana yang terletak di provinsi Papua Barat ini kembali naik daun setelah salah seorang warganya bernama Joanita Chatarine Veroni Wakum, menjadi finalis di sebuah ajang pencarian bakat terkemuka di Indonesia.

Kaimana dikenal dengan julukan Kota Senja karena keindahan rona senja di kota ini memang sangat memukau. Semburat merah saat surya terbenam di pesisir barat pulau berbentuk kepala burung itu sangat indah. Apalagi bila cuaca sedang cerah, bentuk matahari saat perlahan masuk ke peraduan, bulat sempurna beradu dengan pantulan bayangannya di kaki langit. Pastinya tampak eksotis sekaligus romantis ya, Guys.

Tidak kalah dengan tetangganya Raja Ampat, Kaimana pun dianugerahi pesona alam yang luar biasa. Mulai dari wisata bahari, wisata pesisir pantai, wisata sejarah, sampai wisata religi siap untuk dieksplorasi dan dikagumi.

Teluk Triton, wisata bahari andalan masyarakat Kaimana

keindahan kaimana papua barat
Foto : pesonaindo.com

Terdapat gugusan pulau karang yang hijau, terserak diantara perairan nan jernih dan tenang di Teluk Triton. Dikenal juga sebagai surga bawah laut dengan terumbu karang lunak yang bersinar pada malam hari.

Tak jauh dari teluk, ada sebuah laguna indah yang dikelilingi batu karang besar. Hanya sekedar berenang di permukaan atau pun menyelam disela-sela karang bermain ditemani beraneka biota laut, merupakan pengalaman yang istimewa bagi pecinta wisata bahari. Lautan serasa kolam renang pribadi, Guys.

Danau Kamaka, danau unik yang memiliki fenomena pasang surut selama kurun waktu 5 sampai 8 tahun sekali

keindahan kaimana papua barat
Foto : thepresidentpostindonesia.com

Terbentang sepanjang 30 kilometer di Desa Kamaka, danau ini terbilang unik karena memiliki fenomena pasang surut selama kurun waktu 5 sampai 8 tahun sekali. Hebatnya perbedaan tinggi air pada saat pasang dan surut bisa mencapai 6 meter.

Ketika pasang, masyarakat di sekitarnya berprofesi sebagai nelayan, menangkap ikan air tawar dan lobster yang banyak terdapat dalam danau. Tetapi saat surut mereka memanfaatkan lahan danau yang mengering untuk bercocok tanam, profesinya berubah menjadi petani. Multi talenta sekali masyarakat di sekitar Danau Kamaka ini ya, Guys. Hebat!

Pulau Venu, rumah si “duta laut” dari Kaimana

kaimana
Foto : pictaram.com

Termasuk pulau terluar yang berada dalam otoritas Kabupaten Kaimana, pulau ini dapat ditempuh selama 3 jam menggunakan speedboat. Venu berarti telur dalam bahasa Suku Kowiai, salah satu suku asli di Kaimana. Dinamakan demikian karena pulau tersebut adalah sarang tempat penyu bertelur, Guys.

Ratusan penyu jenis penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang mengubur telurnya dalam gundukan pasir putih di pulau tersebut. Keajaiban terjadi ketika telur-telur tersebut menetas kemudian ratusan bayi penyu berjalan menuju lautan lepas menyongsong takdirnya di dalam samudra luas.

Lukisan dinding batu, lukisan purba yang memiliki segudang keunikkan

Foto : 2.bp.blogspot.com

 

Terletak di Desa Mai-Mai, ada dinding batu yang dipenuhi lukisan purbakala berwarna merah. Aneka corak gambar seperti gambar telapak tangan, gambar ikan, gambar udang, juga burung garuda tertoreh di dinding batu ini.

Ada perbedaan pendapat, mengenai pewarna merah yang digunakan berasal dari bahan apa. Sebagian meyakini bahwa gambar tersebut terbuat dari darah, lainnya mengatakan dari buah pinang. Entah mana yang benar, tapi uniknya lukisan purba tersebut tidak terhapus walaupun sering diterjang ombak. Penasaran atau malah ngeri, Guys?

Situs Kerajaan Namatota, situs sejarah peninggalan masa penjajahan Belanda

Image result for makam raja namatota
Foto : Tritontours.blogspot.com

Jejak perkembangan Islam juga tersimpan di Kaimana, tepatnya di pulau Namatota. Berdiri sebuah situs yang didalamnya terdapat makam raja-raja serta menyimpan senjata-senjata peninggalan masa penjajahan Belanda. Masyarakat di pulau ini memang mayoritas memeluk agama Islam dan masih menjaga adat istiadat dengan baik sebagai kearifan lokal.

Tak diragukan lagi kan, Guys, kalau Kaimana merupakan serpihan nirwana yang nyata ada di muka bumi ini. Keindahan, keunikan, serta keajaiban alamnya sungguh istimewa. Dijamin jiwa-jiwa yang haus berpetualang akan terpuaskan di sini.

Terbukti dengan semakin banyaknya wisatawan domestik maupun mancanegara yang menyambangi daerah ini. Jangan berhenti untuk mengembangkan potensi wisata di Indonesia ya, Guys. Ayo kita eksplorasi keindahan surgawi yang memesona di negeri kita sendiri. Selamat berpetualang!