Halo, Takaiters!

Sarapan merupakan kegiatan di pagi hari yang berperan penting untuk memulai aktivitas. Namun bagi masyarakat Turki sarapan bukan sekedar kegiatan mengisi perut sebelum berkegiatan. Bagi mereka, sarapan sangat erat hubungannya dengan adat istiadat Turki.

Kegiatan sarapan di Turki disebut dengan kahvalti. Kahvalti sama halnya seperti family gathering. Seluruh anggota keluarga duduk bersama di meja makan dan saat kahvalti ini juga dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran dan diskusi keluarga. Tak jarang mereka juga mengundang tetangga ataupun anggota keluarga lainnya untuk bersama-sama melakukan kahvalti.

Kahvalti merupakan tradisi sarapan melimpah ruah ala Turki yang terdiri dari berbagai macam menu makanan.

Pilihan Editor



Turki merupakan negara yang memiliki jenis keju terbanyak di dunia. Pastinya aneka keju wajib menjadi menu kahvalti. Menu lainnya adalah buah zaitun hijau dan hitam, aneka selai, sucuk (sosis turki), madu, butter, aneka roti, tomat, timun, kaymak (krim susu), kuymak (campuran keju dan tepung jagung), kacang-kacangan, menemen (scrambled egg ala turki) dan beberapa menu pilihan lainnya.

Selain makanan, minuman saat kahvalti  juga sangat penting. Teh turki menjadi satu-satunya pilihan minuman wajib saat kahvalti. Jarang sekali mereka menyajikan jenis minuman lainnya saat sarapan.

Nutrisi pada menu makanan sarapan adalah hal yang paling penting sepanjang hari. Berdasarkan pemahaman ini pula masyarakat Turki begitu menspesialkan sarapan/kahvalti dan menyajikannya semeriah mungkin karena ingin mendapatkan nutrisi terbaik sepanjang hari. Mereka benar-benar meyakini bahwa kegiatan mereka sepanjang hari tergantung pada menu sarapannya.

Uniknya lagi, jam berapapun mereka melakukan kahvalti, kegiatan tersebut tetap disebut sarapan/kahvalti  selama mereka belum mengisi perut di hari itu. Jadi jangan heran jika kadang kahvalti itu dilakukan jam 12 siang.

Takaiters, jika kamu ingin mengundang orang Turki makan, undanglah saat sarapan/kahvalti. Khususnya jika kamu ada urusan bisnis dengan mereka. Lagi-lagi hal ini sudah seperti budaya dan kebiasan di masyarakat Turki yang lebih mengutamakan kahvalti dan jarang makan siang.