Halo, Takaiters!

Asian Para Games telah dibuka oleh presiden RI, bapak Joko Widodo. Perhelatan olahraga para penyandang disabilitas ini diikuti 43 negara, 3000 atlet, mempertandingkan 18 cabang olahraga. Salah satu cabang olah raga yang diunggulkan Indonesia adalah cabang olahraga renang. Atlet disabilitas, unggulan Indonesia dari cabang olahraga renang adalah Jendi Panggabean.

Mari berkenalan lebih dalam lagi dengan Jendi Panggabean serta prestasinya:

1. Akibat Kecelakaan, Kaki Kiri Harus Diamputasi

Jendi Panggabean
Foto: viva.co.id

Kecelakaan terjadi pada saat Jendi masih duduk di SD kelas VI. Kecelakaan sepeda motor terjadi di Muara Enim, Sumatra Selatan. Posisi Jendi sedang dibonceng oleh temannya. Sang teman hanya mengalami patah tulang, sedangkan Jendi harus menghadapi kenyataan, kaki kirinya hancur dan akhirnya harus diamputasi. Kini lebih dari 10 tahun Jendi kehilangan kaki kirinya, tidak membuatnya patah semangat. Melalui olahraga renang yang merupakan hobinya sejak kecil, prestasi demi prestasi diraihnya. Semua ini demi membahagiakan orang tua ucap Jendi.

2. Bangkit, Tak Ingin Melihat Orangtuanya Bersedih

Jendi Panggabean
Foto: sport.detik.com

Setelah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya harus diamputasi, Jendi tidak ambil pusing, toh masih bisa memakai kaki palsu. Hatinya mulai gundah ketika menyaksikan kedua orang tua bersedih memikirkan keadaannya. Hal tersebut terjadi saat menginjak SMA. Dengan kaki teramputasi Jendi menekuri nasibnya, apakah kelak ia dapat diterima masyarakat banyak. Tetapi semua itu menjadi motivasi untuk dirinya dan orang tua agar dapat memberikan yang terbaik.

3. Taklukkan Asia Tenggara, Hanya dengan Satu Kaki

Jendi Panggabean
Foto: cnnindonesia.com

Hobi renang dari sejak kecil tetap ditekuni Jendi walaupun kakinya hanya satu. Bermula berlatih pada klub renang Lumban Tirta pimpinan bapak Dirman, Jendi mulai melatih hobi renangnya. Prestasi internasional pertama dicapai pada saat pesta olahraga difabel negara Asia tenggara atau ASEAN Para Games 7, di Myanmar tahun 2013, mendapatkan 2 emas, 1 perak, dan memecahkan rekor gaya punggung 50m. Kembali pada ajang ASEAN Para Games 8 di Singapura tahun 2015, Jendi meraih 3 medali emas, perak, dan 1 perunggu.

Selain itu, ia juga memecahkan rekor 100m gaya punggung dan 200m gaya ganti. Pada ajang Asian Para Games ke-9 tahun 2017, di Kuala Lumpur Jendi kembali menyumbang 5 medali emas untuk Indonesia. Hebat, ya, Guys, hanya dengan satu kaki Jendi Panggabean dapat menaklukkan para atlet renang difabel Asia tenggara.

Pada perhelatan olahraga difabel negara-negara Asia atau Asian Para Games ini, Jendi bertekad untuk menyumbang medali emas untuk Indonesia. Semoga kemenangan di ASEAN Para Games terjadi juga di Asian Para Games ini. Agar merah-putih selalu berkibar di tiang tertinggi.