Gunung Bromo! Enggak asing kan, dengan nama destinasi wisata ini? Baik berkunjung secara
langsung, maupun dengan berselancar di dunia maya, tentu Takaiters dengan mudah mendapatkan informasi tentang Gunung Bromo. Sebuah gunung berapi aktif, yang menawarkan selaksa keindahan dan keunikan.

Gunung Bromo terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yang berada dalam empat wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan, Propinsi Jawa Timur.

Keindahan Bromo sudah tersohor hingga ke pelosok dunia. Dibuktikan dengan banyaknya kunjungan wisatawan lokal, maupun mancanegara. Perpaduan ekosistem unik antara padang pasir dengan padang rumput dalam satu kawasan, merupakan daya tarik tersendiri.

Membicarakan keindahan Bromo, memang tidak akan pernah ada habisnya. Pesona Bromo semakin memikat para wisatawan, dengan kehadiran sebuah acara pagelaran musik yang dikenal dengan Jazz Gunung Bromo .

Jazz Gunung Menambah Daya Tarik Bromo

jazz gunung bromo
Foto : ulinulin.com

Jazz Gunung Bromo, sebuah festival jazz tahunan bertaraf internasional, yang diadakan di
panggung terbuka, di Amfiteater Jiwa Jawa Resort, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Perhelatan ini digagas oleh dua seniman besar Indonesia, yakni Butet Kertaredjasa beserta Djaduk Ferianto, dan seorang bankir sekaligus fotografer yang mencintai Bromo dan musik jazz, bernama Sigit Pramono. Penampil acara merupakan musisi-musisi besar dari dalam negeri, maupun mancanegara.

Pilihan Editor

Jazz Gunung Bromo ke-9 yang sukses memikat hati wisatawan Bromo

jazz gunung bromo
Foto : divertone.com

Pada tahun 2017 ini, tepatnya di Bulan Agustus lalu, JAZZ GUNUNG digelar untuk kesembilan
kalinya. Sungguh perpaduan yang indah antara alunan musik jazz, dinginnya udara pegunungan Tengger, dan para pecintanya. Pagelaran yang diadakan di alam terbuka ini, membawa pesan kepada semua orang untuk selalu menghargai alam, serta menjaga harmonisasi antara alam dengan manusia.

Dalam rangkaian acara, penyelenggara mengajak para pihak yang terlibat, untuk melakukan aksi bersih gunung bersama masyarakat Tengger, komunitas-komunitas, maupun paguyuban yang ada.

Sungguh sebuah pagelaran musik yang sangat indah. Alunan merdu alat musik tradisional yang
dipadu dengan alat musik modern, memanjakan telinga para pendengarnya. Kepiawaian para
musisi yang tidak diragukan lagi debutnya, serta lighting dan dekorasi panggung membuat
suasana makin romantis. Makin seru, jika nontonnya dengan orang-orang tercinta … !!!

Yuk berburu tiket Jazz Gunung Tahun 2018!

jazz gunung bromo
Foto : jazz gunung

Takaiters, jangan khawatir ya…Pada tahun 2018, Festival Jazz Bromo yang memasuki usia
satu dasawarsa ini, akan diselenggarakan kembali pada Bulan Agustus. Untuk mengakomodir
peningkatan jumlah para pecintanya, festival akan diadakan dalam tiga hari.

Pembelian tiket dilakukan secara online melalui web Jazz Gunung, atau melalui agen-agen resminya. Sangat tidak disarankan untuk membeli tiket secara on the spot. Mengingat daya tampung Amfiteater terbatas untuk kisaran dua ribu penonton saja. Nah, tertarik untuk ikutan berburu tiket???