Hai, Takaiters!

Sebentar lagi Festival Pesona Danau Limboto akan digelar. Festival tahunan yang diadakan di tepian Danau Limboto menarik wisatawan untuk berkunjung. Festival yang biasanya diadakan pada bulan September setiap tahunnya diramaikan dengan banyak kegiatan, seperti fotografi, pesta kuliner, lomba burung berkicau, lomba perahu tradisional, layang-layang, dan masih banyak lainnya.

Festival akan dimulai dengan pawai budaya yang menampilkan pakaian adat dan seni tradisi suku yang ada di Kabupaten Gorontalo. Tidak ketinggalan atraksi-atraksi budaya kabupaten Gorontalo. Bahkan ada pemilihan Nou dan Uti!

Festival yang digelar di Danau Limboto, Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menawarkan keindahan alam, dan keanekaragaman budaya. Wisatawan juga bisa menyaksikan momen matahari terbit dan tengelam di danau Limboto.

Danau Limboto ini memiliki luas sekitar 3.000 hektar, yang menjadi muara bagi lima sungai, yaitu Sungai Molalahu, Daenaa, Alo, Bionga, dan Bone Bolango.

Yang membuat festival ini spektakuler adalah pada bulan September danau Limboto menjadi tempat singgah burung migran. Burung-burung ini terbang dari bumi bagian utara ke selatan untuk mencari makan. Mereka terbang berkelompok untuk menuju ke Australia. Ketika melewati danau Limboto, jutaan burung yang terdiri dari 30 spesies itu singgah untuk makan dan beristirahat.

Pilihan Editor



Danau Limboto yang berjarak hanya sekitar tujuh kilometer saja dari pantai, membuat wisatawan dapat melihat indahnya matahari terbenam. Aktivitas memancing dan berkeliling danau dengan perahu bisa menjadi kegiatan andalan di danau Limboto.

Untuk menarik wisatawan Gorontalo mempunyai tiga andalan, dari alam, buatan, dan budaya. Festival Pesona Danau Limboto ini sebagai ajang promosi pariwisata dan kebudayaan kabupaten Limboto.

Jangan khawatir, akses ke danau Limboto sangat mudah, kok. Dari bandara Jalaluddin, Gorontalo, wisatawan bisa menggunakan taksi bandara atau menyewa mobil. Untuk penginapan, jangan khawatir juga, karena banyak pilihan penginapan di sekitar danau Limboto.

“Kami menyuguhkan karnaval budaya etnik di Indonesia, parade karawo, kendaraan tradisional, dan atraksi seni tradisi,” kata Azis Nurhamidin, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kominfo Kabupaten Gorontalo.