Halo Takaiter,

Suka traveling? Sudahkah mengunjungi Tenggarong di Kutai Kalimantan Timur? Jika belum, rencanakan perjalanan Sobat di bulan Juli tahun ini untuk menyaksikan Festival Erau. Akan banyak suguhan acara yang menarik yang bisa disaksikan.

Mengenal Festival Erau, sebagai pestanya rakyat tenggarong

festival erau kutai tenggarong
Foto : indonesiakaya.com

Erau berasal dari kata eroh yang dalam bahasa Melayu Kutai Tenggatong berarti pesta ria, keramaian atau pesta rakyat. Tradisi ini telah berlangsung berabad-abad seiring dengan keberadaan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Dalam pesta ini, rakyat berbondong-bondong menyerahkan hasil buminya kepada kerajaan dan Sultan akan menjamu rakyatnya dengan berbagai hidangan dan acara sebagai hiburan. Tentu ini juga sebagai rasa syukur kepada Pencipta yang telah memberi hasil panen berlimpah.

Festival ini dimulai pada saat Raja Kutai pertama Aji Batara Agung Dewa Sakti berumur 5 tahun saat upacara tijak tanah dan mandi di tepian sungai. Sejak saat itu, tradisi ini terus diselenggarakan walaupun sempat beberapa tahun tidak terlaksana.

Festival unik yang menyuguhkan berbagai atraksi

festival erau kutai tenggarong
Foto : Akhmad Rino Cahyadi

Banyak, Takaiter. Terutama upacara adat dan tari-tarian yang kebanyakan hanya dihadiri oleh sultan beserta keluarganya, tamu undangan, dan para sesepuh kesultanan. Namun, karena prosesi adat maka upacara ini masih kental dengan suasana dan ritual magis.

Persembahan berupa makanan serta permintaan ijin kepada makhluk gaib penghuni tanah, air, pohon, gunung dan lain lain masih dilakukan dalam upacara adat Merangin. Bahkan makhluk gaib pun dipanggil untuk ikut serta dalam keramaian festival. Cukup membuat merinding ya, Takaiter.

Pilihan Editor



Acara lain yang bisa Takaiter saksikan adalah lomba olahraga tradisinal berupa mendayung Perahu Naga atau Gubang Panjang di Sungai Mahakam. Yang nggak kalah unik adalah olahraga Behempas. Unik karena menggabungkan seni dan beladiri, di mana peserta 2 orang dewasa akan berhadap-hadapan dan saling memukul dengan rotan di bagian belakang tubuh lawan.

Dalam olahraga Behempas ini, rotan yang dipakai disebut Rotan Manau dengan ukuran diameter sebesar kelingking dan dilengkapi dengan tameng rotan yang disebut Seloko. Dalam olahraga ini peserta tidak boleh mengenakan baju yang menutupi punggung. Kebayang kan Takaiter, gimana sakitnya sabetan rotan itu. Peserta dengan jumlah sabetan terbanyak, berarti kalah. Hmm … sakitnya tuh di punggung ya.

Ini dia puncak acara Festival Erau

festival erau kutai tenggarong
Foto : nusantaranews.co

Festival yang diselenggarakan selama 7 hari, diakhiri dengan upacara Mengulur Naga. Utusan keraton akan mengarak replika naga menggunakan perahu untuk mengembalikannya ke Kutai Lama tempat asal naga tersebut.

Menurut legenda, sultan pertama dan permaisurinya bukanlah manusia biasa. Namun, berasal dari kayangan sehingga harus dibesarkan dengan cara istimewa. Permaisuri pun ketika bayi terbaring di atas gong yang dibawa oleh seekor naga. Naga inilah yang kemudian dianggap makhluk legenda yang harus dikembalikan ke asalnya.

Selain Mengulur Naga, acara puncak yang ditunggu-tunggu masyarakat adalah Belimbur. Ini adalah proses penyiraman air yang dianggap sebagai penyucian diri setelah festival selesai. Masyarakat tua muda berkumpul di jalan atau lapangan membawa air bersih dan akan menyiram siapa pun yang ada didekatnya. Peserta Belimbur wajib basah ya, Takaiter dan tidak boleh marah ketika ada yang menyiram air secara tiba-tiba. Pasti seru, ya.

Sudah tahu kan keseruan di Festival Erau. Silakan datang bagi yang punya waktu luang. Acara ini akan kembali diadakan tanggal 21-28 Juli 2018. Namun satu hal, bahwa yang dipercaya hanya Allah SWT. Jika memang ada ritual adat yang diselenggarakan, tidak perlu mengikuti jika itu tidak sesuai dengan kepercayaan Takaiter. Oke Takaiter, happy traveling ya!