Halo, Takaiters!

Setiap pekerjaan memiliki risiko tersendiri. Kerugian materi hingga kebangkrutan yang mengintai para pebisnis, PHK atau pindah tugas ke lokasi asing mengincar karyawan perusahaan. Beberapa faktor tersebut memicu seseorang untuk mencari profesi yang lebih menjanjikan. Salah satu pilihannya ialah menjadi freelancer paruh waktu.

Profesi yang satu ini begitu menarik minat generasi masa kini. Penghasilan tidak terbatas, pekerjaan yang tak terikat, sampaj jam kerja fleksibel merupakan beberapa nilai plus para pekerja lepas. Akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kamu memutuskkan menjadi freelancer di sela kesibukan sebagai karyawan.

1. Persiapan Matang-Matang

Foto: pexels.com

Jangam terburu-buru memutuskan jadi pekerja lepas. Pertimbangkan tenaga, waktu, serta kemampuanmu, guys. Jika tergesa-gesa menerima job hanya karena melihat komisi fantastis, kamu bisa repot sendiri. Alih-alih memberikan hasil kerja maksimal, malah berantakan. Kalau begini klien akan merasa kecewa dan enggan bekerja sama denganmu lagi. Begitu pula bila kamu berniat resign hanya karena menuruti kata hati atau emosi sesaat. Tanya pada diri sendiri, apakah freelancer benar-benar profesi yang bisa kamu andalkan. Apakah pekerja lepas bisa menghidupimu? Cukupkah penghasilan dari pekerjaan paruh waktu guna membiayai kebutuhan sehari-hari? Bagaimana kamu bisa bersaing dengan bekal keterampilan yang dimiliki saat ini? Bila merasa mantap, barulah siapkan pengunduran dirimu, guys.

2. Memanfaatkan Waktu Senggang

Foto: pexels.com

Setelah sibuk dengan pekerjaan kantor, tentu kamu ingin istirahat dan rileks, ya. Sayangnya bila kamu memutuskan menjadi karyawan merangkap freelancer, kamu harus siap kehilangan waktu rehat demi memenuhi kewajiban menyelesaikan pekerjaan atau proyek freelance. Maksimalkan waktu yang kamu miliki guna menggarap proyek paruh waktumu.

3. Berjalan Harmonis

Foto: pexels.com

Karena statusmu masih menjadi karyawan di suatu perusahaan, maka pintar-pintarlah membagi waktu. Jangan sampai melalaikan pekerjaan kantor demi menyelesaikam proyek freelance. Atau sebaliknya, mengesampingkan proyek dan mengerjakan pekerjaan kantor dengan maksimal. Usahakan keduanya bisa berjalan selaras.

4. Jangan Memakai Fasilitas Kantor

Foto: pexels.com

Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan para freelancer yang masih berstatus karyawan ialah kerapnya memanfaatkan fasilitas kantor untuk merampungkan pekerjaan paruh waktunya. Ketahuilah bahwa profesionalisme kerja sangat dibutuhkan seseorang. Meski tidak ada yang mengetahui kelakuanmu, hindari kebiasaan buruk ini, ya, Guys. Fasilitas kantor digunakan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan perusahaan tempatmu bernaung. Jadi kalau kamu mengambil proyek di luar pekerjaan utama, harus siap keluar modal, dong, demi menggapai kepuasan klienmu.

5. Persiapan Mengundurkan Diri

Foto: pexels.com

Kamu merasa sudah mempunyai klien yang loyal dan siap melepaskan jabatan di perusahaan? Saatnya resign baik-baik. Temui atasan dan utarakan niatanmu. Jabat hangat teman-teman kerjamu. Kamu masuk ke perusahaan tentu mendapatkan sambutan baik dari rekan-rekan serta atasan. Hal itulah yang wajib kamu lakukan ketika hendak hengkang. Berikan kesan positif di akhir masa jabatanmu.

Perlu persiapan dan pertimbangan matang sebelum kamu terjun jadi karyawan merangkap freelancer. Sikap profesional akan mengantarkanmu menuju kesuksesan. So, siapkan diri sebaik mungkin dan melesatlah menjadi pekerja jempolan.