Jika laga terpanas Spanyol antara Barcelona dan Real Madrid disebut el classico, maka duel antara Manchester United lawan Liverpool adalah el classico-nya Liga Inggris. Kedua laga tersebut sama-sama menebarkan aroma kebencian yang sudah mendarah daging.

Saat Barcelona dan Real Madrid masih menjalin interaksi jual beli pemain, Maka MU dan Liverpool betul-betul tertutup dan haram untuk saling menjual dan meminjamkan pemain. Menunjukkan adu gengsi yang begitu besar dari kedua klub.

Berawal dari kebencian kedua kota

rivalitas mu dan liverpool
Rivalitas MU dan liverpool (Foto: quora.com)

Rivalitas Liverpool dan MU berawal dari persaingan ekonomi seabad yang lalu. Pada awalnya kedua kota saling melengkapi, Liverpool adalah kota pelabuhan dan Manchester adalah kota industri.

Benih kebencian dimulai ketika industriawan Manchester merasa dirugikan dengan tingginya pajak dan sewa dermaga di Liverpool. Ketika industri merugi, buruhlah yang paling terkena imbasnya. Maka efek turunannya adalah kebencian warga Manchester yang mayoritas bekerja sebagai buruh terhadap Liverpool.

PILIHAN EDITOR

Pemerintah Kota Manchester lalu berinisiatif untuk membangun sebuah kanal yang dapat menembus Manchester tanpa harus ke pelabuhan Albert Dock Liverpool. Setelah kanal dioperasikan, kerugian besar berbalik ke arah perekonomian Liverpool. Banyaknya warga Merseyside yang menggantungkan hidup pada kegiatan pelabuhan membuat mereka balik membenci Manchester.

Dari rivalitas perekonomian kota merembes ke bidang lain, salah satunya adalah sepakbola yang merupakan ‘agama kedua’ di Inggris. Rivalitas itu diwakili oleh klub terbesar kedua kota, MU dan Liverpool. Kebetulan keduanya juga klub terbesar di Inggris, dan juga raksasa sepakbola eropa.

Rivalitas MU dan Liverpool sengaja di tradisikan

rivalitas mu dan liverpool
Rivalitas MU dan liverpool (Foto : liverpoolecho.co.uk)

Seringnya mereka bersaing dalam perburuan gelar, berlomba dalam koleksi gelar, membuat tensi rivalitas semakin tinggi. MU mengoleksi 20 gelar Liga Utama, sedang Liverpool 28 gelar liga. Sebaliknya Liverpool sudah memenangi 5 gelar Piala Champions Eropa, sedang MU baru mengoleksi 3 gelar.

Rivalitas MU dan Liverpool juga selalu ditradisikan oleh semua pihak, mulai dari official, pelatih, pemain, dan yang paling sengit adalah suporter. Suporter masih sering ejek ketika kedua klub bertemu.

Kedua pelatih legendaris dari MU dan Liverpool, yaitu Sir Alex dan Bill Shankly juga dianggap mentradisikan rivalitas keduanya. Beberapa pemain juga sering terlontar kata pedas untuk klub rival. Semuanya menggambarkan rivalitas abadi kedua tim yang tak ada matinya.