Sudah tahu belum? selain Tanah Minang kaya akan wisata, kuliner dan kebudayaannya, ternyata Tanah Minang juga menyimpan kekayaan akan sejarah Islamnya lho. Nggak percaya? Salah satu bukti sejarahnya adalah bangunan Masjid Tuo Kayu Jao. Inilah masjid tertua di Minangkabau yang hingga saat ini masih berdiri kokoh, walaupun sudah berusia lebih dari 400 tahun.

Bukan hanya sebagai masjid tertua di Sumatera Barat saja, masjid ini juga masih memiliki keunikan lainnya yang bisa kamu lihat dari lokasi dan letaknya. Masjid Tuo Kayu Jao terletak dibawah lembah di daerah Jorong Kayu Jao, Kanagarian Batang Baruih, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Hal ini berbeda dengan masjid-masjid lainnya yang ada di Sumatera Barat yakni biasanya terletak di tengah-tengah kota ataupun pinggir jalan.

Nah, bagi kamu yang mau tahu lebih dalam lagi mengenai sejarah masjid tertua di Minangkabu ini! Berikut ini Takaitu sudah menyiapkan informasinya untuk kamu pembaca setia Takaitu. Check this out!

 Panoroma Masjid Tuo Kayu Jao terlihat indah, jika dilihat dari ketinggian

masjid tertua di minangkabau
Foto : okezone.com

Masjid tertua di Minangkabau ini memiliki keindahan yang sangat mempesona, jika kamu melihat dari ketinggian, kenapa? Ini dikarenakan Masjid Tuo Kayu Jao memiliki lanskep dan kontur di wilayah perbukitan yang memiliki udara yang sejuk serta dikelilingi oleh perkebunan teh dan persawahan masyarakat sekitar.

Pemberian nama Masjid “Tuo Kayu Jao” dikarenakan umur bangunan yang sudah lebih dari 400 tahun

masjid tertua di minangkabau
Foto : 2.bp.blogspot.com

Menurut cerita yang dituliskan oleh Zurnaidi dalam tulisannya mengenai sejarah Masjid Tuo Kayu Jao, masjid tertua di Minangkabau ini diperkirakan sudah ada pada 1567 SM yang diyakini menjadi masjid tertua di Ranah Minang saat ini. Sedangkan masyarakat sekitar menyebut masjid ini dengan Masjid Tuo.

PILIHAN EDITOR

Dulunya masjid ini bukan hanya digunakan untuk keagamaan saja, akan tetapi juga digunakan sebagai tempat untuk bermusyarawarah oleh masyarakat sekitar

masjid tertua di minangkabau
Foto : 4.bp.blogspot.com

Selain digunakan untuk acara-acara keagamaan, masjid ini juga sering digunakan sebagai tempat bermusyawarah untuk memecahkan masalah-masalah serta merencanakan pembangunan nagari. Konon digunakan juga sebagai tempat berkumpul pemuka-pemuka masyarakat tiga nagari tesebut.

Bukan hanya itu saja, bagi anak nagari yang tidak ikut menjaga kelestarian masjid tersebut, mereka tidak diperbolehkan lagi memakai bangunan Masjid Tuo Kayu Jao.

Inilah dua sosok yang berjasa dalam pembagunan Masjid Tuo Kayu Jago

masjid tertua di minangkabau
Foto : 2.bp.blogspot.com

Dalam sejarah berdirinya bangunan masjid ini, terdapat 2 tokoh yang berjasa dalam pembangunannya yaitu Angku Labai dan Angku Musaur. Angku Musaur dulunya adalah seoarang imam di masjid ini, Ia memiliki suara yang merdu, bacaannya tepat dan benar. Sedangkan Angku Labai dulunya menjadi bilal di masjid ini, kemampuannya mungkin sulit dipercayai oleh nalar dan logika manusia, karna Ia mampu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Arsitektur bangunan Masjid dulunya hanya menggunakan kayu saja

masjid tertua di minangkabau
Foto : 2.bp.blogspot.com

Bangunan masjid tertua di Minangkabau ini sepenuhnya menggunakan kayu, sambungan kayunya tidak menggunakan paku melainkan hanya dipasak saja, bagian dinding masjid Tuo dihiasi ornamen-ornamen ukiran khas Minangkabau.

Masijid ini mempunyai 6 tiang penopang utama yang berbentuk limas, secara keseluruhan terdapat 24 buah, jumlah tiang tersebut melambangkan 6 suku yang masing-masing terdiri ampek jinih yaitu empat unsir pemerintahan adat mimik mamak, sehingga secara keseluruhan jumlahnya 24 bagian.

Dan terdapat 13 buah jendela yang berarti ruku shalat, serta anak tangga berjumlah 5 buah menggambarkan rukun islam, dan 2 puncak atau atap masjid tersebut melambang Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Masyarakat sekitar Masjid Tuo selalu bergotong royong membersihkan masjid setiap bulan

masjid tertua di minangkabau
Foto : ransel-nusantara.blogspot.com

Untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Masjid Tuo, para anak surau (anak-anak dan remaja masjid) selalu bergotong royong setiap bulannya untuk menjaga kebersihan masjid, biasanya anak surau tersebut membersihkan masjid Tuo pada hari Jumat dan Minggu.

Bagi kamu yang ingin berkunjung kesana, lokasi masjid tertua di Minangkabau ini tidaklah sulit, hanya saja membutuhkan perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Padang menuju Alahan Panjang.

Walaupun dinobatkan sebagai masjid tertua di Minangkabau, bahkan Indonesia, tetap saja Masjid Tuo ini masih sangat minim dukungan dari pemerintah setempat, padahal masjid tertua di Sumatera Barat merupakan sebuah bukti peninggalan sejarah dan saksi mata perkembangan Islam di Sumatera Barat.

Tentunya jika didukung penuh oleh seluruh elemen-elemen pemerintah daerah disana, bukan tidak mungkin Masjid Tuo ini akan menjadi salah satu destinasi wisata religi masyakat Indonesia bahkan dunia.