Guru bak pelita
Penerang dalam gulita
Jasamu tiada tara

Lagu yang sudah sering kita dengar ini terasa menyentuh. Guru memang tidak hanya memiliki tugas untuk mengajar tapi juga bertanggung jawab terhadap masa depan peserta didiknya. Karena itu jasa seorang guru selalu dikatakan ‘tiada tara’. Guru bertugas untuk membentuk dan mengarahkan mimpi seorang murid.

Ironisnya, sekarang tidak banyak orang yang bercita-cita menjadi seorang guru. Alasan yang dilontarkan juga bermacam-macam. Mulai dari tidak memiliki keahlian mengajar sampai gaji yang tidak memadai.

Sebenarnya keahlian bisa terbentuk seiring dengan kuantitas dan pengalaman dalam mengajar. Awalnya mungkin sulit beradaptasi dengan suasana belajar mengajar tapi lama kelamaan akan terbiasa. Ada yang terasa kurang jika sekali saja tidak hadir menyapa para murid.

Mengenai gaji yang tidak sesuai, memang beberapa tenaga pengajar belum mendapatkan gaji yang mencukupi. Namun juga tidak sedikit dari mereka yang memiliki gaji tinggi. Bukankah akan lebih baik jika kita bersabar dan menunggu saat bahagia itu tiba? Saat di mana gaji kita bisa memuaskan.

Terlepas dari semua permasalahan di atas, ada berbagai keuntungan yang bisa kita dapatkan ketika memilih guru sebagai profesi.

1. Bisa Mengamalkan Ilmu

Foto: unspash.com

Pernah dengar ungkapan ‘ilmu tanpa diamalkan itu bagaikan pohon tanpa buah’ atau ‘ilmu itu semakin diasah semakin tajam’ atau ‘amalkanlah meski hanya satu ayat’? Inti dari ketiga ungkapan ini adalah pentingnya mengamalkan ilmu dan salah satu profesi yang bisa digunakan untuk mengamalkan ilmu adalah guru. Karena tugas utama seorang guru adalah menyampaikan ilmu kepada semua muridnya.

Pilihan Editor



2. Pengetahuan Bertambah Luas

Foto: unsplash.com

Memilih guru sebagai profesi menjadikan kita semakin banyak belajar. Sadar atau tidak, terkadang seorang guru belajar lebih banyak di luar materi yang seharusnya diajarkan. Hal ini kebanyakan dipengaruhi oleh anak didiknya yang sering bertanya di luar tema pelajaran. Jadi guru dituntut untuk menguasai segala hal agar para murid merasa senang ketika pertanyaan mereka terjawab, meski itu berada di luar wilayah ilmu gurunya.

3. Belajar Bersabar

Foto: unsplash.com

Pernah menghadapi anak didik yang menguras emosi? Banyak yang sering mengalaminya. Setiap murid memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Ada yang terlalu polos, terlalu pendiam, terlalu nakal, atau terlalu kritis. Itu hal yang sangat wajar dan sebagai guru, harus siap menghadapi segala kepribadian itu.

Tentunya dengan menggunakan metode pendekatan yang sesuai. Dalam hal ini guru dituntut untuk sabar. Karena kunci menghadapi segala kepribadian murid adalah dengan bersabar memahaminya. Lalu, guru baru bisa mengatasi murid itu sesuai dengan kepribadiannya.

4. Belajar Menjadi Orang Tua

Foto: cheltehamfestivals.com

Murid merupakan anak guru selama berada di sekolah. Jadi, selama murid masih berada dalam lingkungan sekolah, dia menjadi tanggung jawab guru sebagai orang tua pengganti. Guru adalah sarana terbaik untuk belajar menjadi orang tua. Selama menjadi guru, kita bisa belajar cara mendidik anak yang baik. Terutama cara mengatasi setiap permasalahan anak dengan memahami sikap mereka.

Demikian empat keuntungan menjadi seorang guru. Dengan keuntungan-keuntungan itu, apa kamu masih ragu dengan profesi guru? Untuk sebagian orang, guru mungkin bukan profesi yang menguntungkan. Tapi, guru merupakan pekerjaan mulia yang penuh dengan pahala.

Bukankah rezeki sudah ada yang menentukan? Jika menjadi guru tidak bisa memenuhi kebutuhan kita, akan ada jalan lain yang bisa menutupinya. Jadi, jangan takut untuk menjadi guru karena banyak manfaat lain yang bisa kita dapatkan selain uang. Kamu berani menjadi guru?