“Masak hingga berwarna kecoklatan”. Yang sering nonton video masak-memasak di TV atau Youtube, pasti sudah sering mendengar kalimat tersebut. Kita tahu, kalau makanan dimasak hingga berwarna kecoklatan, rasanya akan jauh lebih sedap. Tapi, kenapa?

Ternyata, ada teori di balik cara memasak tersebut. Seperti dikutip dari ScienceofCooking, warna kecoklatan yang timbul di masakan itu terjadi karena adanya reaksi kimia bernama reaksi Maillard. Reaksi inilah yang mengubah warna makanan dan menambahkan rasa ke dalamnya. Sebelum reaksi Maillard terjadi, rasa yang tercipta pada makanan belumlah maksimal.

Pilihan Editor

Reaksi Maillard (diambil dari nama Louis-Camille Maillard) adalah reaksi kimia antara asam amino dan gula pereduksi dalam temperatur tinggi, biasanya di atas 140° C. Perpaduan reaksi tersebut menghasilkan senyawa yang berwarna kecoklatan serta memiliki rasa dan aroma yang bisa bikin kita meneteskan air liur.

Beda jenis masakannya, beda pula senyawa rasa yang dihasilkan dari reaksi Maillard. Coba bayangkan rasa roti tawar yang dibakar menjadi toast. Bayangkan juga nikmatnya pisang yang dibakar. Jangan lupa juga nikmatnya rasa daging bakar. Variasi senyawa-senyawa tersebutlah yang digunakan oleh peneliti untuk menghasilkan perisa buatan. Ah, betapa sedapnya.

Seru sekali ya? Duh, jadi ngiler. Bolehlah kita lanjut belajar masak lagi. Eits, hati-hati. Kalau masaknya kelamaan, warnanya jadi hitam. Itu artinya sudah gosong ya… Hihi..