Halo, Takaiters!

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu penulis wanita Indonesia berbakat, Dee Lestari. Pemilik nama asli Dewi Lestari Simangunsong ini, baru saja menerbitkan karya terbarunya bertajuk ‘Aroma Karsa’.

Buku ini merupakan karya ke-12 Dee yang menyimpan sederet fakta unik di balik proses pembuatannya. Penasaran apa saja fakta di balik ‘Aroma Karsa’? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

1. Riset Selama 9 Bulan

Foto: poskotanews.com

Kamu pasti tahu dong, seorang penulis buku wajib melakukan sederet riset dengan total, bahkan terjun langsung, demi mendalami tema dan ruh nyawa dari cerita yang ditulis. Nah, begitu halnya dengan Dee. Ia rela melakukan riset selama sembilan bulan lamanya, demi mendapatkan suatu pengalaman utuh dalam menuangkan semua ide ceritanya pada ‘Aroma Karsa’.

Lokasi riset yang dipilih oleh Dee, beberapa di antaranya adalah TPA atau Tempat Pembuangan Akhir Bantar Gebang di Bekasi, Jawa Barat. Ia bahkan sempat menyambangi salah satu warung nasi yang berada di zona pembuangan sampah tersebut.

Tak hanya itu saja, Dee juga rela mendaki Gunung Lawu dan memilih satu jalur yang jarang dilewati oleh para pendaki. Menurut Dee, jalur yang ia lalui disebut dengan jalur tengah, yakni jalur yang digunakan oleh orang-orang untuk keperluan spiritual atau klenik.

2. Belajar Meracik Parfum

Foto: livindo.co.id

Fakta unik di balik proses pembuatan ‘Aroma Karsa’ berikutnya adalah kesediaan Dee untuk belajar meracik parfum yang diselenggarakan oleh Nose Knows, Singapura. Bagi Dee, meracik parfum sama halnya dengan membuat komposisi musik. Setiap wewangian yang ada, dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni not atas, tengah, dan bawah. Masing-masing memiliki karakter yang tidak boleh salah penempatannya.

3. Mencium Aroma Muntahan Ikan Paus

Foto: klikwarta.com

Salah satu riset yang dilakukan Dee untuk ‘Aroma Karsa’ adalah mencium aroma muntahan ikan paus. Konon, perusahaan parfum besar rela merogoh koceknya hanya demi mendapatkan salah satu bahan pembuatan parfum tersebut. Padahal menurut Dee, benda berupa bongkahan yang telah mengering di dasar laut itu, aromanya sangat amis dan menyengat.

Pilihan Editor



4. Menandatangani 10.000 eksemplar ‘Aroma Karsa’

Foto: pexels.com

Wanita berusia 42 tahun ini, membeberkan fakta unik di balik proses pembuatan ‘Aroma Karsa’ berikutnya, yaitu menandatangani 10.000 eksemplar buku dengan tanda tangan asli, bukan cap atau print. Bagi Dee, hal ini menjadi rekor tanda tangan terbanyak yang pernah ia lakukan, hingga menghabiskan empat belas buah bolpoin.

Dee mengatakan, tanda tangan yang ia bubuhkan merupakan bentuk penghargaan dan balasan cinta bagi para penggemarnya yang telah dengan setia menanti setiap karyanya. Buku-buku ini, telah dipesan oleh penggemar Dee melalui sistem pre order di 14 toko daring yang menjadi mitra penerbit Bentang Pustaka.

5. ‘Aroma Karsa’ Terbit Dalam Dua Versi

Foto: pexels.com

Buku terbaru Dee Lestari ini memang telah terjual hingga 10.000 eksemplar sejak diterbitkan ke seluruh Indonesia pada tanggal 16 Maret 2018 lalu. Namun, faktanya adalah ‘Aroma Karsa’ telah lebih dulu terbit secara digital sejak 18 Januari 2018 dan berakhir pada 15 Maret 2018.

Dee mengaku, ia memang sengaja menerbitkan ‘Aroma Karsa’ versi digital dalam format cerita bersambung (cerbung), karena ini merupakan bentuk kerinduannya pada cerbung yang biasa terbit di majalah-majalah mingguan zaman dulu.

Dee ingin agar pembacanya pun memiliki pengalaman yang sama untuk menantikan cerita-cerita ‘Aroma Karsa’ selanjutnya. Ia bahkan membuat grup Facebook khusus untuk ‘Aroma Karsa’ yang diberi nama Aroma Karsa Digital Tribe. Grup ini memiliki sekitar 2000 anggota yang juga menjadi pembaca setia ‘Aroma Karsa’ versi digital.

Aroma Karsa merupakan buku bergenre science fiction yang menceritakan tentang Raras Prayagung, seorang perempuan yang terobsesi mendapatkan Puspa Karsa yang konon mampu mengendalikan kehendak dan hanya bisa diidentifikasi melalui aroma.

Selain Raras Prayagung, ada pula Jati Wesi, seorang peracik parfum di pasar yang tumbuh besar di Bantar Gebang. Jati memiliki kondisi yang dalam istilah kedokteran disebut dengan hiperosmia. Suatu keistimewaan luar biasa pada indera penciuman.

Raras dan Jati pun terlibat semakin jauh, hingga semakin banyak misteri yang akhirnya ditemukan oleh Jati tentang dirinya, Puspa Karsa, dan masa lalu.

Nah, Takaiters, itu tadi beberapa fakta unik di balik proses pembuatan Aroma Karsa, buku karya terbaru Dee Lestari. Semoga bisa menjadi salah satu referensi kalian yang hobi berburu buku ,ya!