Halo, Takaiters!

Keindahan Pulau Bali sudah dikenal hingga seluruh dunia. Selain indah, Bali menyimpan berbagai keunikan. Salah satu keunikan yang ada di Bali ada di Desa Bengkala. Suatu wilayah desa yang terletak Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali ini lebih dikenal sebagai desa bisu.

Di Bengkala terdapat 42 KK yang 12 KK diantaranya menderita bisu dan tuli. Tidak seperti wilayah lainnya di Bali yang mayoritas memakai bahasa Inggris selain bahasa Indonesia dan bahasa Bali. Di desa Bengkala mempunyai bahasa yang tidak terucapkan alias bahasa isyarat.

Berikut ini fakta tentang Desa Benggala yang harus kamu ketahui, Guys!

Dikenal sebagai Kolok

Foto: dewatanews.com

Orang yang mengalami bisu tuli di Desa Benggala disebut sebagai kolok. Istilah tersebut diambil dari bahasa Bali yang berarti bisu dan tuli. Warga di Desa Benggala berkomunikasi menggunakan bahasa kolok.

Mitos Asal-Usul Bisu Tuli di Benggala

Foto: travel.dream.co.id

Menurut mitos yang dipercaya oleh masyarakat sekitar, bisu tuli di Desa Benggala berasal dari kutukan. Menurut cerita yang beredar, dulu ada 2 kelompok di dalam satu desa. Satu kelompok menyembah dewa sedangkan kelompok lainnya tidak mau menyembah dewa dan memutuskan keluar dari desa membawa emas.

Kelompok tersebut dipanggil tetapi tidak menoleh sehingga dikutuk agar keturunannya tidak dapat berbicara dan mendengar. Kelompok yang dikutuk ini kemudian menetap di Desa Benggala. Meskipun tidak ada prasasti yang menceritakan mitos ini tetapi mitos ini tetap dipercaya sebagai asal-usul warga bisu tuli di Desa Benggala.

Mempunyai Tari Janger Kolok

Foto: m.vidio.com

Tari Janger yang dimiliki Desa Benggala sama dengan tari Janger umumnya. Yang membedakannya adalah penarinya merupakan orang penderita kolok dan alat musik yang dipakai hanya kendang. Ada juga drama kolok yang menjadi andalan dari Desa Benggala. Istimewanya lagi, Tari Janger Kolok dan Drama Kolok ini sering tampil di Pekan Kesenian Bali. Bahkan telah dikenal sampai ke mancanegara. Keren banget, ya, Guys!

Warga Kolok Mempunyai Kejujuran dan Kedisiplinan Tinggi

Foto: bali.tribunnews.com

Warga kolok di Desa Benggala dikenal memiliki kejujuran dan kedisiplinan yang tinggi. Mereka juga rendah hati, rajin dan suka membantu warga lainnya tanpa meminta upah. Meskipun berbeda dengan warga normal tetapi warga kolok selalu siap sedia melakukan pekerjaan tanpa pamrih.

Mempunyai Kamus Bahasa Kolok

Foto; wayang.net

Bahasa kolok awalnya merupakan bahasa isyarat bagi warga di Desa Benggala. Tetapi seiring dengan perkembangan waktu, bahasa kolok dituangkan dalam sebuah kamus dua bahasa. Bahkan kamus bahasa isyarat kolok ini menarik minat wisatawan mancanegara seperti dari Australia, Belanda, Belgia dan Jerman. Kamus ini dijadikan referensi pembuatan kamus digital untuk penyandang tuna rungu.

Ketut Kanta menuliskan kamus bahasa kolok yang terbit dalam dua bahasa. Edisi pertama berupa kamus kolok dalam bahasa Indonesia yang terbit pada tahun 2009. Sedangkan edisi kedua terbit di tahun 2014 dalam bahasa Inggris. Kamus bahasa kolok berisi 100 kosa kata lengkap dengan gambar pergerakan tangan yang mengisyaratkan makna tertentu.

Pulau Bali tidak hanya memberikan pesona keindahan alamnya saja. Kekurangan yang ada di Desa Bengkala dapat juga menjadi daya tarik wisatawan mancanegara dengan keunikannya. Kalau ke Bali jangan lewatkan untuk mendatangi Desa Benggala dan berkenalan dengan warga kolok, ya, Takaiters!