Halo, Takaiters!

Academy Awards ke-90 baru saja digelar di Dolby Theatre, LA, pada hari Minggu, (4/3/2018) yang lalu. Ajang penghargaan bergengsi dunia yang juga dikenal dengan sebutan Oscar itu menyimpan banyak kejutan untuk para sineas dunia. Banyak film yang mendapatkan penghargaan dari Oscar. Salah satunya adalah The Shape of Water yang berhasil menyabet empat gelar sekaligus, yakni film dengan sutradara terbaik, desain produksi terbaik, skoring musik orisinal terbaik, dan film terbaik Oscar 2018.

The Shape of Water bahkan menjadi satu-satunya film yang berhasil mendapatkan nominasi terbanyak, setelah menyamai rekor dua film sebelumnya yaitu Forrest Gump dan The Lord of The Rings: The Fellowship of The Rings. Film ini mendapat kehormatan terpilih dalam 13 nominasi di Oscar 2018 lalu.

Apa sih yang membuat The Shape of Water beda dari film lainnya, sehingga memenangkan nominasi sebagai film terbaik di 2018 ini? Simak ulasannya, ya!

1. Alur cerita The Shape of Water benar-benar beda dan unik, lho!

Foto: rasset.ie

Kalian pasti sudah bosan dengan cerita-cerita fantasi yang mengangkat kisah cinta antara manusia dengan vampir ataupun werewolf. Nah, justru The Shape of Water mengangkat kisah yang berbeda, yaitu antara manusia dengan seekor makhluk aneh bernama Amphibian Man.

Film bergenre drama fantasi ini bercerita tentang seorang cleaning service tuna wicara bernama Elisa yang terisolasi di sebuah laboratorium keamanan pemerintah pada tahun 1962. Kehidupan Elisa berubah total, ketika ia bertemu dengan seekor makhluk aneh yang kemudian dikenal dengan Amphibian Man dalam sebuah tabung air.

Ajaibnya, Elisa yang tidak bisa berbicara malah jatuh cinta dengan Amphibian Man, padahal makhluk ini juga tak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Namun, ia tahu betapa Elisa sangat menyayanginya dengan tulus. Kisah cinta mereka pun diuji, ketika Amphibian Man harus dikembalikan ke habitat aslinya. Hmm, penasaran kan dengan kelanjutan kisah cinta mereka?

2. Make up, efek visual, dan kostum The Shape of Water, benar-benar keren!

Foto: stanwinstonschool.com

Jangan melongo, kalau kamu nonton film ini, ya! Make up, efek visual, dan kostum para pemerannya dibuat dengan sempurna minim cela. Kamu pasti akan berdecak kagum ketika melihat sosok Amphibian Man yang begitu terlihat hidup, padahal dibalik kostumnya itu berdiri seorang aktor senior Doug Jones.

Eits, bukan hanya make up, efek visual, dan kostumnya saja lho yang dibuat keren, penggarapan The Shape of Water juga mengandalkan teknik CG agar setiap karakternya terlihat lebih meyakinkan. Keren yah!

Pilihan Editor



3. Akting Sally Hawkins di The Shape of Water benar-benar memukau

Foto: indianexpress.com

Sally Hawkins merupakan aktris yang telah berkecimpung di dunia perfilman sejak dua puluh tahun silam. Kemampuan aktingnya sudah pasti tak perlu diragukan lagi, terbukti dengan banyaknya judul film yang pernah ia lakoni.

Dalam The Shape of Water, Hawkins memerankan sosok gadis tuna wicara, Elisa. Ia terlihat begitu luwes dan tidak kesulitan sama sekali ketika berakting sebagai karakter ini. Para kritikus film pun memuji aktingnya yang berhasil membuat karakter Elisa terasa kuat dan nyata.

Berkat kontribusinya dalam film The Shape of Water ini, Hawkins pun memboyong piala Oscar sebagai aktris terbaik 2018. Keren, ya!

4. The Shape of Water disutradarai oleh Guillermo del Toro

Foto: timeincapp.com

Kamu pasti sudah tidak asing lagi kan dengan sutradara satu ini? Yup, del Toro sempat menorehkan namanya sebagai sutradara film-film box office seperti Pacific Rim dan juga Hellboy. Bahkan, namanya pun dikenal di beberapa acara TV seperti Miradas 2 hingga The Strain.

Del Toro membutuhkan waktu hampir tujuh tahun untuk menyiapkan The Shape of Water. Ia pun membutuhkan waktu sembilan bulan untuk menciptakan Amphibian Man yang idenya diambil dari beberapa film klasik.

Del Toro juga tak ingin setengah-setengah, ia sempat membuat laboratorium khusus untuk film ini. Pria ini memang dikenal dengan karyanya yang menonjolkan sosok monster. Apalagi, ia tak pernah lupa untuk menekankan makna dalam setiap film yang dibuatnya. Dan semua usahanya itu benar-benar terbayar ketika The Shape of Water berhasil memboyong piala Oscar terbanyak di tahun 2018 ini.

5. The Shape of Water mampu menembus Box Office

Foto: Cloudfont.net

Siapa yang menyangka, sebelum menorehkan prestasi di ajang bergengsi setaraf Oscar, The Shape of Water sudah terlebih dulu menembus Box Office Amerika yang berhasil meraup keuntungan hingga 110,7 juta Dollar.

Tak hanya itu, film ini juga merupakan film kedua del Toro yang pendapatannya melebihi 100 juta Dollar, meskipun belum mampu menyaingi kesuksesan Hellboy yang berhasil mencetak angka fantastis sebesar 160,4 juta Dollar.

Ada bocoran nih, Guys, berdasarkan sumber dari 20th Century Fox Indonesia, The Shape of Water akan segera tayang di bioskop-bioskop tanah air minggu depan, lho!

Film yang sudah tayang sejak 1 Desember 2017 di Amerika Serikat ini telah mendapatkan banyak pengakuan dari para sineas dunia. Salah satunya Screen Rant, yang menyebutkan bahwa film ini merupakan campuran harmonis antara kisah dongeng dan monster klasik yang tertuang dengan apik.

Nah, semakin penasaran kan dengan keseluruhan cerita The Shape of Water ini? Jadi, jangan sampai kelewatan nonton film ini di tanggal 28 Maret 2018 besok, ya!