Hai, Guys …

Apakah kamu suka membaca novel? Tahukah kamu, siapa novelis pertama di dunia? Yapttt, dia adalah Murasaki Shikibu. Wanita asal Jepang yang lahir pada tahun 973 ini, merupakan seorang novelis dan penyair Jepang yang terkenal. Salah satu karya novelnya berjudul Genji Monogatari (Hikayat Genji).

Menurut para sastrawan, novel tersebut ditulis Murasaki Shikibu pada pertengahan Zaman Heina dan terbit pada tahun 1001, berisi 54 bab dengan jumlah halaman yang mencapai ribuan, wow!

Ngomong-ngomong tentang Zaman Heina, ketika suami Sang Novelis meninggal, wanita yang memiliki seorang anak itu diminta untuk menjadi dayang di istana kaisar, yang pada saat itu dipimpin oleh Permaisuri Shoshi.

Murasaki Shikibu pun dengan senang hati menerima pekerjaan itu, dan menghabiskan waktu selama 5 sampai 6 tahun di Istana. Meskipun telah bekerja sebagai dayang, Murasaki begitu sebutannya di Istana, tidak berhenti menulis. Dia pun terus menulis dengan mengambil tema kehidupan di Istana.

Hal itu terbukti dengan keluarnya karya kedua yang berisikan kumpulan puisi dengan judul Buku Harian Murasaki Shikibu.

Namun, karya keduanya tidak dapat mengalahkan kesuksesan novel Hikayat Genji. Karena tidak sampai satu abad novel ditulis, Jepang sudah mengakui karya itu sebagai karya klasik sastra Jepang.

Pilihan Editor



Pada abad ke 20, novel Genji Monogatari sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Guys. Para ahli sastra pun berpendapat bahwa karya yang dilahirkan oleh Murasaki sangat penting untuk mengenal kehidupan di Istana, terutama pada masa keemasan Zaman Heina. Novel tersebut menjadi sumber inspirasi untuk semua orang, di antaranya seniman Jepang dan ahli cetak kayu. Wah, keren, ya?

Meskipun Murasaki sangat penting untuk Jepang, Guys, sayangnya, tidak ada yang tahu kapan tepatnya dia meninggal dan bagaimana kehidupannya setelah memutuskan pensiun dari pekerjaannya di Istana.

Tetapi, Guys, beruntung kisah Murasaki Shikibu tetap diingat oleh para ahli sejarah, dan kita yang hidup di zaman sekarang pun bisa mengetahui kisahnya, ya. Banyak hal yang bisa kita ambil dari kehidupan Murasaki. Selain kegigihannya dalam belajar melebihi batasan perempuan pada zamannya, dia pun tidak pernah berhenti berkarya apapun yang terjadi.

Nah, mari kita berkarya untuk menciptakan sejarah hidup kita sendiri, Guys. Dan jangan lupa klik tombol ‘share’ untuk mendukung ilmu pengetahuan sastra dunia, ya, Guys! 🙂