Hola, Takaiters!

Jika Takaiters sedang berlibur ke Jogja, cobalah melancong hingga kabupaten Bantul. Banyak tempat wisata yang sedang hits saat ini. Mulai dari pantai hingga kawasan dataran tinggi hutan pinus menjadi wisata andalan di Bantul.

Melancong tak boleh dipisahkan dari buah tangan alias oleh-oleh, bukan? Nah, di Bantul ini, Takaiters bisa menemukan oleh-oleh yang legendaris, lho. Diantaranya adalah:

1. Wedang Uwuh

Foto: khasiat.co.id

Wedang uwuh adalah minuman yang terdiri dari beberapa rempah-rempah. Nama wedang uwuh diambil dari Bahasa Jawa yaitu “Wedang” yang berarti minuman hangat, serta kata “Uwuh” yang berarti sampah. Eits, Takaiters enggak perlu merasa jijik untuk meminumnya. Karena rempah-rempah yang digunakan adalah daun cengkeh, kulit secang, jahe, dan gula batu sebagai pemanisnya.

Cara membuatnya sungguh mudah, hanya dengan menyeduh semua bahan tersebut dengan air hangat, maka wedang uwuh bisa dinikmati. Takaiters akan merasakan sensasi hangatnya jahe dan rempah-rempah lainnya di dalam perut.

Soal harga, Takaiters enggak perlu khawatir, deh. Untuk kemasan satuan dibandrol dengan harga sekitar Rp2000,00 sampai dengan Rp3.500,00 saja. Jika ingin lebih simple, Takaiters bisa membeli kemasan bubuknya.

2. Mi Lethek

Foto: travelagent.co.id

Sekilas bentuk mi lethek enggak beda dengan bihun pada umumnya. Namun, jika Takaiters mengamati dengan seksama, akan tampak bahwa warna mi lethek enggak seputih bihun pada umumnya. Baik ketika masih mentah maupun matang.

Hal itu karena mi lethek terbuat dari tepung tapioka dan gaplek. Sehingga warna yang dihasilkan juga kusam alias “lethek” dalam Bahasa Jawa. Namun, warna lethek yang enggak biasa itulah menjadikannya banyak dicari.

Soal rasa, Takaiters enggak perlu ragu. Mi lethek terasa lebih gurih daripada bihun pada umumnya. Jika Takaiters ingin mengolah sendiri sesuai dengan cita rasa pribadi, kalian bisa membeli mi lethek mentah yang dibandrol dengan harga sekitar Rp18.000,00/kg hingga Rp20.000,00/kg.  Coba aja, deh, pasti ketagihan.

Pilihan Editor


3. Bir Jawa

Foto: travel.tribunnews.com

Eits, Takaiters jangan langsung membayangkan minuman beralkohol, ya. Bir Jawa adalah minuman favorit Sri Sultan HB VIII yang terbuat dari kencur, jahe, secang, kapulaga, cabai, cengkeh, dan lain-lain. Rasa hangat akan segera Takaiters rasakan ketika meminumnya.

Dikemas dalam kemasan serbuk, menjadikan Takaiters enggak perlu repot menyiapkannya.

4. Geplak

Foto: vemale.com

Untuk Takaiters yang penggila rasa manis, pasti akan menyukai geplak. Ya, makanan yang terbuat dari kelapa muda dan gula jawa menjadikannya padat, namun empuk dan manis yang kuat. Geplak disajikan dalam beberapa rasa dan warna. Antara lain rasa original, durian, dan pandan.

5. Peyek Mbok Tumpuk

Foto: tribunnews.com

Siapa, sih, yang enggak kenal dengan peyek? Pelengkap makanan yang renyahnya seperti kerupuk ini bisa ditaburi beberapa varian antara lain kedelai hitam, kedelai putih, kacang tanah, dan udang kering. Lantas, apa yang beda dengan peyek Mbok Tumpuk?

Jika Takaiters sering menjumpai peyek bulat ataupun peyek tipis, lain halnya dengan peyek Mbok Tumpuk. Justru berbentuk peyek kacang yang tebal dan tidak beraturan. Namun jangan pernah menganggapnya keras dan tidak matang, ya. Karena anggapan itu “SALAH BESAR”.

Peyek Mbok Tumpuk justru sangat empuk dan renyah. Kacang dan adonannya pun matang sempurna. Dikemas dalam kemasan plastik biasa, peyek Mbok Tumpuk dibandrol dengan harga Rp60.000,00/kg.

Saking khasnya, peyek ini tidak membuka cabang, lho. Jadi, pastikan Takaiters menemukannya hanya di toko oleh-oleh Peyek Mbok Tumpuk di Jl. KH. Wahid Hasyim Bantul, ya.

6. Opak Singkong

Foto: opaksingkong1.blogspot.com

Opak singkong ini bentuknya lebar. Terbuat dari singkong, lempeng ini mempunyai keistimewaan tersendiri. Cara makan yang harus dipatahkan serta bisa juga ditambahkan juruh gula merah sebagai pelengkapnya.

Harga yang yang cukup murah untuk mendapatkannya, yaitu Rp7.000,00/25 lembar. Lempeng perahu ini bisa ditemukan di pasar tradisional seperti Pasar Imogiri.

7. Pathilo (Rengginang Singkong)

Foto: pathiloaningtias.blogspot.com

Pathilo banyak dijumpai di pasar tradisional. Terbuat dari pathi telo (singkong), dan berbentuk seperti rengginang, menjadikan pathilo terasa unik. Dan untuk menarik perhatian, pathilo dibuat berwarna warni. Dibandrol dengan harga Rp8.000,00 menjadikan pathilo sangat terjangkau untuk dijadikan buah tangan.

Nah, cukup banyak oleh-oleh yang bisa Takaiters jumpai di Kabupaten Bantul, bukan. Ayo, silakan mencoba dan pasti kalian akan kembali lagi untuk mencarinya.