Ini Dia 3 Tokoh Minang Di Balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
History

Ini Dia 3 Tokoh Minang Di Balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Foto : imagesbuddy.com

“Sekali merdeka tetap merdeka, Selama hayat masih di kandung badan.”

Kutipan lagu di atas terdengar akrab di telinga kita saat memasuki bulan Kemerdekaan. Tanggal 17 Agustus menjadi tanggal yang sangat bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia, karena pada hari inilah negeri ini lahir sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Ada baiknya Takaiters menilik kembali perjuangan sejumlah tokoh yang mengusahakan peristiwa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Tahukah kamu, ternyata ada 3 tokoh Minang yang sangat berpengaruh pada momen bersejarah ini, lho.

Mau tahu siapa saja mereka? Mari baca bersama, yuk!

Mohammad Hatta, soulmate-nya Presiden Soekarno

Soulmate Presiden Soekarno ini memang menjadi salah satu aktor utama pada peristiwa 17 Agustus 1945. Sosok bersahaja ini lahir di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus 1902. Beliau tampil sebagai salah satu tim perumusan naskah proklamasi.

Soekarno meminta Hatta menyusun teks proklamasi yang ringkas. Hatta menyarankan agar Soekarno yang menuliskan kata-kata yang didiktekannya. Setelah pekerjaan itu selesai. mereka membawanya ke ruang tengah, tempat para anggota lainnya menanti. Soekarni mengusulkan agar naskah proklamasi tersebut ditandatangi oleh dua orang saja, Soekarno dan Mohammad Hatta.

Pilihan Editor

Tanggal 18 Agustus 1945, beliau menjadi orang terpenting kedua di negara ini dengan memangku jabatan sebagai wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Soekarno-Hatta terkenal sebagai sosok dwitunggal yang sulit dicari tandingannya hingga saat ini.

Chaerul Saleh, tokoh penting dalam peristiwa Rengasdengklok

Tokoh ini memegang kendali penting pada peristiwa Rengasdengklok, sehari sebelum proklamasi kemerdekaan. Pemuda asli Minangkabau ini pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Pemuda Pelajar Indonesia pada tahun 1940-1942. Beliau juga sempat tergabung sebagai anggota PUTERA pimpinan Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan K.H. Mas Mansyur.

Chaerul Saleh mampu menangkap momen dengan cepat saat mendengar berita kekalahan Jepang atas Amerika Serikat pada peristiwa Hiroshima dan Nagasaki. Dengan gerakan cepat, Chaerul Saleh bersama rekan-rekan pemuda lain mengadakan rapat di Pegangsaan Timur.

Saat itu Chaerul Saleh menjadi pemimpin rapat. Hasil rapat memutuskan bahwa kemerdekaan Indonesia harus segera diproklamasikan. Kala itu Chaerul Saleh bersama Darwis, Wikana, dan Sukarni pun menculik Soekarno dan Hata menuju Rengasdengklok. Tujuannya agar Soekarno dan Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang dan menuntut keduanya untuk mempercepat kemerdekaan.

Fatmawati, penjahit bendera pusaka pertama yang dipakai dalam acara proklamasi kemerdekaan

Perempuan luar biasa ini adalah istri dari Presiden Soekarno. Beliau memberikan sumbangsih besar sebagi penjahit bendera pusaka pertama yang dipakai dalam acara proklamasi kemerdekaan. Dengan bermodalkan kesederhanaan dan ketulusan, ibu Fatmawati berhasil menunjukkan pada publik bahwa selalu ada perempuan hebat di balik prestasi gemilang seorang laki-laki.

Semoga semangat kemerdekaan akan terus memberi dorongan kepada Takaiters untuk melakukan hal yang terbaik bagi bangsa dan negeri. Jayalah Indonesia, salam Merdeka!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top