Hai, Takaiters!

Sebagai hewan predator, tidak salah apabila kita menganggap hiu adalah “raja hutan” di seantero laut. Hiu sendiri dicitrakan sebagai hewan pemangsa yang haus darah. Dengan insting pemburu dan kemampuan fisik, serta deret gigi-gigi tajamnya, memang sangat pantas jika hewan yang dikelompokkan sebagai ikan (superordo selachimorpha) dengan kerangka tulang belakang yang lengkap ini, dianggap sebagai ikan pemakan daging (karnivora) yang tak tertahankan.

Namun, para peneliti AS meyakini jika ada beberapa jenis hiu yang bukan karnivora tulen, tapi juga senang menyantap vegetasi. Bahkan, teridentifikasi sebagai hewan omnivora yang murni. Wah, ini layaknya kejutan dalam sejarah para hiu lho, Takaiters!

1. Predator Laut Omnivora itu adalah Hiu Bonnethead

Habitat Hiu Bonnethead
Foto: Florida Keys Aquarium Encounters

Salah satu spesies hiu yang teridentifikasi sebagai omnivora adalah hiu Bonnethead. Hiu yang berkerabat dekat dengan hiu Hammerhead (kepala martil) tersebut diyakini sebagai omnivora setelah dilaporkan turut memiliki kebiasaan menyunyah lamun, atau sejenis rumput tanaman laut yang hidup di dasar lau—di beberapa perairan pantai.

Spesies hiu ini biasanya terlihat di perairan dangkal di Pasifik Timur, Atlantik Barat, dan Teluk Meksiko untuk memburu kepiting, udang, siput laut, dan beberapa jenis ikan. Rata-rata, hiu Bonnethead dapat tumbuh mencapai panjang lima kaki.

2. Diasumsikan Sebagai Kebiasaan Insidental

Kebiasaan Hiu Bonnethead
Foto: The Guardian

Setelah banyaknya laporan tentang kebiasaan hiu yang juga mengonsumsi lamun, tim ilmuwan dari University of California, Irvine dan Florida International University di Miami memtuskan untuk meneliti kebenaran tersebut. “Sebagian banyak pihak telah mengansumsikan bahwa kebiasaan ini adalah (bersifat) insidental semata,” ujar Samantha Leigh, seorang yang menjadi bagian tim peneliti, seperti dilansir dari laman The Guardian.

3. Telah Menjalani Serangkaian Tes Pembuktian

Hiu Bonnethead
Foto: Flickr

Untuk mendalami fakta, para peneliti menagambil sample lamun dari laut Florida Bay, dan membawanya ke laboratorium untuk kemudian ditanam kembali. Saat lamun berakar, para peneliti menambahkan bubuk natrium bikarbonat yang dibuat dengan isotop karbon spesifik untuk air. Tambahan tersebut merupakan simulasi nutrisi yang khas untuk pertumbuhan lamun.

Selanjutnya, lima ekor hiu Bonnethead di bawa untuk diujicoba. kelima ekor hiu ini dimasukan dalam penangkaran dan diberi makan dengan cumi-cumi dan tentunya, lamun selama tiga minggu. Selama penelitian itu, berat badan kelima ikan tersebut bertambah.

4. Enzim Hiu Berhasil Mencerna Sel-Sel Tumbuhan Lamun

Gigi Hiu Bonnethead
Foto: Northeast Fisheries Science Center

Hasil penelitian itupun menunjukkan bahwa sel-sel komponen tumbuhan lamun dapat dicerna oleh hiu Bonnethead. Enzim dalam sistem pencernaan hiu ini berhasil mencerna komponen, seperti pati dan selulosa yang terkandung di dalam tanaman lamun.

Walaupun secara bentuk gigi yang lebih cocok untuk merobek daging, bukannya mengunyah, sistem pencernaan hiu Bonnethead lebih bergantung pada kekuatan asam lambung untuk melemahkan sel-sel tumbuhan lamun, sehingga enzim dapat bekerja dalam pencernaannya.

5. Sebagian Banyak Kandungan Lamun Bisa Dicerna

Hiu Bonnethead Suka Mengunyah Lamun
Foto: Greeners.co

Secara keseluruhan, lebih dari separuh kandungan organik dalam kandungan lamun yang dikonsumsi bisa dicerna oleh hiu yang bernama latin Sphyrna Tiburo ini. Bahkan, tim peneliti menempatkan jenis hiu ini setara dengan kemampuan pencernaan penyu hijau muda.

Tingkat isotop karbon yang tinggi dalam lamun yang megalir di jaringan darah dan hati hiu pun menunjukkan bahwa lamun yang dikonsumsi justru bukan menunjukan kebiasaan insidental semata, seperti dugaan yang selama ini ada. Lamun justru memberikan andil bagi hiu dalam pemenuhan gizi dan memelihara tubuhnya. “Hiu bonnethead adalah spesies hiu omnivora yang pertama diketahui,” kata Leigh.

6. Membalik Gagasan Bahwa Semua Spesies Hiu Adalah Karnivora

Hiu Bonnethead - Omnivora
Foto: Aquarium of Pacific

Berdasarkan temuan yang telah dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society series B itu, seakan membalikkan gagasan bahwa semua hiu adalah hewan yang melulu menempatkan dirinya sebagai pemakan daging yang ulung. Hiu Bonnethead diketahui tidak hanya sekadar memakan tanaman, tetapi mereka dapat mengonsumsi lamun sebanyak 60 persen dari seluruh makanan mereka.

Lebih jauh, temuan ini bahkan menimbulkan kecurigaan baru yang mulai berkembang belakangan ini. Terdapat dugaan lain yang mengatakan bahwa spesies hiu lainnya telah mengubah kebiasaan atau perilaku konsumsi mereka dalam memperoleh makanan.

Seperti halnya hiu Bonnethead, Leigh mengatakan, ada kemungkinan bahwa spesies lainnya juga mulai beradaptasi untuk mengonsumsi tanaman serta daging. “Jika spesies (hiu) lainnya juga ikut mengambil strategi pencernaannya ke arah omnivora, maka kita perlu mengevaluasi kembali peran mereka sebagai predator puncak,” imbuhnya.

Nah, kalau nantinya kita tidak sengaja bertemu hiu ketika berenang di pantai, jangan takut! Coba aja tawari mereka seikat daun kelor, siapa tahu si hiu suka. Hahaha….