Halo, Takaiters!

Siapa, sih, yang nggak tahu micin? Salah satu bahan masak yang sedang terkenal di kalangan kids zaman now karena dituding sebagai penyebab kebodohan masal. Hmm, bener nggak, sih? Terlepas dari benar atau tidaknya efek micin yang sering disebut dengan MSG atau monosodium glutamat ini, micin telah menjadi andalan dalam aneka jenis masakan karena harganya yang murah dan mudah didapatkan. Tapi, kamu tahu nggak, sih, kalau ternyata micin bisa digantikan dengan bahan alami?

Micin sebenarnya aman dikonsumsi jika masih dalam batas yang wajar. Tapi, micin yang merupakan bahan kimia memang harusnya dihindari sebisa mungkin atau solusi lainnya dengan cari pengganti micin dengan bahan alami lain yang lebih sehat, baik dari bahan nabati maupun hewani. Nah, ternyata ada enam bahan nabati pengganti micin yang mudah kamu dapatkan, lho, Takaiters! Penasaran? Yuk, simak ulasannya.

1. Gula

 

Foto: kawaiibeautyjapan.com

Bagi sebagian orang, menambahkan sedikit gula ke dalam masakan yang seharusnya terasa asin mungkin akan terdengar aneh. Faktanya, jika gula ditambahkan ke dalam masakan dengan takaran yang pas, akan menghasilkan rasa gurih yang tidak kalah dengan micin. Bukan hanya berfungsi sebagai penambah rasa tapi gula juga efektif sebagai pengental makanan, menghasilkan warna, dan juga sebagai bahan pengawet alami.

Jika kamu termasuk orang yang merasa penambahan gula akan menjadikan makanan kurang sehat, maka kamu juga bisa menggantinya dengan madu atau bubuk daun stevia yang jelas lebih sehat dan memiliki rasa yang tidak jauh beda dengan gula.

2. Jamur

Foto: organicfacts.net

Jamur merupakan penyedap rasa yang tidak kalah dengan sapi maupun ayam, karena memiliki rasa yang umami yang alami. Biasanya, di restoran fine dining kamu akan menemukan para chef menambahkan parutan halus jamur truffle yang memang terkenal sebagai penambah rasa dan juga aroma. Tak hanya itu, jamur juga memiliki banyak kandungan gizi seperti kalsium, magnesium, berbagai vitamin, protein, dan selenium.

Kaldu bubuk jamur bisa kamu temukan di pasaran dengan mudah, tetapi jika ingin lebih alami, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah. Caranya cukup mudah, campurkan saja jamur seperti shitake, merang, atau champignon dengan bawang, kemudian cincang dan campurkan menjadi satu, sangrai hingga kering. Jika ingin mendapatkan kaldu cair kaya rasa, kamu hanya perlu merebus bahan tersebut kemudian saring.

Pilihan Editor


3. Saus Tiram

Foto: adailyapple.com

Awalnya, saus tiram memang terbuat dari campuran tiram yang direbus hingga mengental dan menjadi saus, tapi ternyata sekarang juga banyak saus tiram yang berasal dari jamur. Saus tiram seringkali digunakan dalam masakan Tionghoa, karena memiliki rasa gurih dan asin yang memikat. Saus tiram memiliki warna hitam pekat dengan konsistensi yang sedikit lebih kental dibandingkan dengan kecap manis.

Selain untuk menambah rasa, saus tiram juga bisa dijadikan sebagai pengental dan penambah warna. Banyak sekali masakan Indonesia yang menggunakan saus ini, seperti misalnya ayam saus tiram, hingga kangkung saus tiram. Tak hanya itu saja, saus tiram juga bisa dijadikan tambahan dalam marinasi daging dan ikan yang membuat makanan menjadi lebih gurih ketika dimasak.

4. Rumput laut

Foto: rd.com

Berdasarkan sejarah, rumput laut merupakan bahan pertama untuk menghasilkan MSG, lho! Rumput laut sering dikatakan sebagai bahan makanan yang kaya akan nutrisi karena memiliki banyak kandungan seperti seng dan yodium. Mengolah rumput laut juga tergolong mudah, karena kamu cukup merebusnya saja untuk membuat kaldu yang multi fungsi.

Rumput laut juga bisa dijadikan pengganti micin karena rasanya tak kalah umami. Caranya sederhana, kok, masukkan saja rumput laut ke dalam masakan atau taburkan di atas makanan yang ingin kamu santap. Dijamin, deh, makananmu bakalan mantap, lezat, dan juga sehat!

5. Bawang

Foto: pexels.com

Masakan Indonesia selalu identik dengan penggunaan bawang dalam setiap olahannya. Bawang bombay, bawang merah, dan juga bawang putih memiliki rasa yang berbeda, tapi fungsinya tetap sama. Bawang bombay memberikan rasa yang terkesan manis, bawang merah menghasilkan rasa gurih, dan bawang putih yang menambah aroma khas dengan rasa yang cukup tajam menggugah selera.

Bukan hanya masakan Indonesia, lho, yang didominasi oleh penggunaan bawang. Faktanya, banyak juga masakan China dan sebagian negara Eropa yang menggunakan ketiga jenis bawang ini. Untuk menambah rasa gurih, kamu bisa menumis bawang, digoreng, ataupun dicampur ke dalam sepanci kaldu.

6. Nutritional Yeast

Foto: foodandwine.com

Kamu mungkin masih asing dengan bahan perasa satu ini. Meski belum terdengar luas di kalangan masyarakat, bahan satu ini disebut-sebut mirip dengan micin atau MSG, tapi jelas jauh lebih sehat dan alami. Rasanya mirip dengan keju, sehingga nutritional yeas seringkali disebut dengan keju vegetarian. Nutritional yeas juga kaya akan nutrisi karena mengandung folat dan vitamin B.

Nutritional yeast merupakan perasa yang terbuat dari ragi dan jamur yang telah dipasteurisasi dan dinonaktifkan, sehingga sangat aman untuk dikonsumsi bahkan untuk anak-anak sekali pun. Taburkan saja nutritional yeast di atas makanan siap santap seperti mashed potato, salad, ataupun popcorn. Dijamin, kamu bakal ketagihan!

Nah, itu tadi enam bahan alami pengganti micin yang bisa kamu jadikan alternatif agar tubuhmu bisa lebih sehat, karena terhindar dari bahan-bahan kimia. Selamat mencoba, ya!