Hi, Takaiters!

Siapa nih yang hobi makan kebab? Sudah tahu belum kalau kebab ternyata ada jenis-jenisnya, lho!

Kebab, hidangan klasik yang berasal dari utara Turki ini merupakan hidangan yang bahan utamanya adalah daging panggang ataupun goreng. Kebab disebut juga sebagai hidangan levantine, yaitu hidangan penduduk negara-negara mediterania di timur Italia, khususnya jalur pesisir selatan Turki dan Sinai.

Seiring menyebarnya masyarakat Turki ke seluruh penjuru dunia dan juga dari masyarakat luar Turki yang datang kesana, kebab bukan lagi miliknya Turki seutuhnya. Di belahan dunia lain sudah banyak gerai yang menjual kebab, termasuk Indonesia. Tetapi tahukah kamu kalau kebab sebenarnya memiliki beberapa jenis berbeda?

Berikut ini enam jenis kebab yang ada di Turki.

1. Şiş Kebab

Foto: andrewzimmen.com

Şiş Kebab ini bentuknya mirip sate di Indonesia. Bahannya bisa menggunakan daging sapi, ayam ataupun domba. Şiş Kebab versi klasik mencampurkan daging yang lembut dan bebas lemak, biasanya diambil dari bagian bahu atau kaki kambing dengan minyak zaitun, susu, bawang merah, garam, dan merica. Resep yang sudah dimodifikasi biasanya ditambahkan dengan thymeleaf, kayu manis, jintan, dan mint.

Daging yang sudah dibumbui itu ditusuk seperti sate dan dipanggang bersama paprika, tomat dan bawang. Biasanya disajikan diatas piring bersama dengan nasi turki atau kentang goreng dan salad.

2. Adana Kebab

Foto: loveantalya.com

Nama adana kebab diambil dari sebuah kota di Turki, Adana. Kebab jenis ini terbuat dari daging giling yang dibumbui garam dan paprika. Lalu ditambahkan bahan-bahan yang digiling halus seperti tomat, peperoni, perasan lemon, bawang merah, roti, petersili, lobak, dan daun selada. Semua bahan tersebut dicampur hingga merata.

Adana kebab ini mirip seperti sate lilit. Bahan yang sudah tercampur rata tadi dililitkan ke tusukan sate dari besi yang bentuknya panjang dan dipanggang. Biasanya disajikan dengan nasi turki atau roti beserta sayuran yang dipanggang.

Pilihan Editor


3. Iskender Kebab

Foto: tourmakerturkey.com

Iskender kebab bermula saat seorang juru masak bernama Iskender Efendi yang tinggal di kota Bursa mengkreasikan jenis kebab baru di akhir abad ke 19. Kebab jenis ini menyajikan daging kebab yang sudah dipanggang dan diiris-iris tipis diletakkan di atas piring bersama yogurt, paprika, dan roti.

4. Döner Kebab

Foto: berliner-zeitung.de

Döner kebab lebih dikenal sebagai fast food. Di Jerman döner kebab ini sangat populer dan menjadi favorit banyak orang yang tak hanya dari orang Turki. Irisan daging kebab yang dipotong dari tumpukan daging panggang dimasukkan ke dalam roti berbentuk bulat yang dibelah tengahnya, dicampur dengan salad, tomat, irisan bawang, yogurt, dan diberi saus mayones atau saus pedas.

Meskipun termasuk dalam kategori fast food, döner kebab ini termasuk makanan yang menyehatkan karena isinya terdiri dari bahan-bahan segar yang tidak tahan lama.

5. Dürüm

Foto: bonanza-atyrau.kz

Dürüm terdiri dari flatbread yang digulung dengan isian daging atau ayam, salad, tomat, irisan bawang, dan saus. Dürüm inilah yang banyak dijual di Indonesia dan masyarakat Indonesia hanya mengenal dürüm ini sebagai satu-satunya kebab.

6. Beyti Kebab

Foto: hurriyetaile.com

Bukan kebab namanya jika tidak terbuat dari daging. Begitu pula dengan beyti kebab. Kebab jenis ini terbuat dari daging sapi atau domba yang digulung bersama roti dan dipanggang. Lalu dipotong kecil-kecil dan disajikan bersama sayur-sayuran panggang, yogurt, dan saus.

Nama beyti kebab diambil dari seorang pemilik Restoran Beyti di Istanbul, Beyti Güler. Beliau yang mengkreasikan kebab jenis ini pada tahun 1961 yang terinspirasi dari metode Möller dari Swiss.

Takaiters, kebab yang mana saja yang sudah pernah kamu coba dan mana yang jadi favoritmu?