Halo, Takaiters!

Siapa yang tidak mengenal Ki  Hajar Dewantara? Paling tidak, ia dikenal sebagai Pahlawan Pendidikan Nasional. Tanggal 2 Mei merupakan tanggal kelahirannya yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Tokoh penggerak nasional ini dikenal berani dan lantang menyuarakan pemikirannya. Penulis “Als Ik een Nederlander was” ini pernah dipenjara lalu diasingkan ke Belanda karena tulisannya dianggap terlalu berani dan menyinggung Belanda.

Sekembalinya dari pengasingan, Ki Hajar Dewantara lebih fokus memperjuangkan pendidikan. Ia merasa bahwa pendidikan adalah senjata ampuh untuk mencapai kemerdekaan

Sayangnya, tidak banyak yang tahu kiprah pemilik nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat ini dalam dunia pendidikan. Buah pemikirannya pun serupa, buah yang jatuh dari pohon terlupakan, dan menghilang tanpa bekas.

Padahal pemikiran-pemikirannya, tokoh yang dikenal supel dan dekat dengan rakyat ini merupakan pondasi yang bagus untuk pendidikan. Siapa sangka pendidikan yang diterapkan Finlandia, negara yang terkenal dengan kualitas pendidikannya,  mempunyai konsep serupa dengan pendidikan yang pernah dicetuskan Ki Hajar Dewantara.

Apa saja konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang diterapkan Finlandia sehingga membuat pendidikan di negara ini bertumbuh pesat?

1. Tidak Ada Standardisasi Pendidikan

Pendidikan Finlandia Serupa dengan Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara!
Foto: 3.bp.blogspot.com

Bagi Finlandia, standardisasi dalam pendidikan merupakan musuh kreativitas. Setiap siswa itu unik. Siswa memiliki kemampuan yang beragam dan tak sama satu sama lain. Tidak ada kompetisi antara sesama siswa di Finlandia. Setiap siswa mengembangkan bakat dan kemampuan dan berkolaborasi memecahkan masalah.

Ki Hadjar Dewantara dalam tulisannya yang berjudul Keluarga, mengemukakan bahwa anak-anak tumbuh berdasarkan kekuatan kodratinya, tak mungkin pendidik mengubah padi menjadi jagung. Lebih lanjut dalam Pusara, ia mengatakan bahwa pendidikan nasional tidak selayaknya menyatukan hal-hal yang tidak perlu atau tidak bisa disatukan. Perbedaan bakat dan keadaan hidup anak dan masyarakat yang satu dengan yang lain harus menjadi perhatian dan diakomodasi.

Dari tulisan tokoh pendiri Taman Siswa ini jelas bahwa ia sudah menaruh perhatian keunikan masing-masing anak sebagai siswa. Sayangnya, seperti halnya bukunya yang tidak dikenal banyak orang, pandangannya yang cukup penting ini baru diingat kembali setelah Finlandia berhasil menerapkan konsep ini.

Pilihan Editor



2. Pentingnya Kesetaraan Bukan Keseragaman

Pendidikan Finlandia Serupa dengan Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara!
Foto: jhonmiduk8.blogspot.co.id

Salah satu hal penting dalam pendidikan di Finlandia adalah kesetaraan. Pendidikan di Finlandia tidak membedakan latar belakang sosial keluarga dan kemampuan siswa. Setiap siswa dengan semua latar belakang sosial yang berbeda dan siswa yang memiliki pencapaian belajar yang berbeda mempunyai kesempatan yang sama untuk belajar.

Hal yang sama pernah diungkap Ki Hajar Dewantara masih dalam bukunya, Pusara. Rakyat perlu diberi hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas sesuai kepentingan hidup kebudayaan dan kepentingan hidup kemasyarakatannya. Sayangnya, hal ini bertolak belakang dengan sistem pendidikan di Indonesia yang mengenal sistem akselerasi dan sekolah unggulan.

3. Pendidikan adalah Bermain

Pendidikan Finlandia Serupa dengan Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara!
Foto:  2.bp.blogspot.com

Pendidikan Finlandia beupaya keras agar suasana belajar menyenangkan dan tidak kaku. Di sana, sekolah diserupakan dengan bermain.

Ki Hajar Dewantara pun dalam Mimbar Indonesia menyatakan bahwa anak harus bermain. Ia menjelaskan bahwa sangat penting untuk anak diberi fasilitas bermain. Tuntutan jiwa anak untuk menuju ke arah kemajuan hidup jasmani dan rohani adalah bermain. Oleh karena itu, sekolah yang didirikan oleh Menteri Pendidikan Pertama Republik Indonesia ini bernama Taman Siswa.

Bukan tanpa alasan Ki Hajar Dewantara menamai sekolah sebagai taman. Taman identik dengan sesuatu yang menyenangkan. Filosofi taman yang dipakai Ki Hajar Dewantara bertujuan menjadikan sekolah tempat yang menyenangkan bagi para siswa.

Jika belajar pada sejarah, Indonesia mempunyai modal yang cukup untuk mengembangkan sistem pendidikan Nasional. Finlandia yang menerapkan konsep-konsep pendidikan yang serupa dengan apa yang ditulis Ki Hajar Dewantara membuat negara ini menjadi negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik.