Salam, Takaiters!

Bagi kamu penggemar berat klub sepakbola Liverpool, pasti sudah mengenal dengan baik siapa tokoh ‘dermawan’ yang akan kita bahas kali ini. Jangan sedih Guys, Takaitu.com akan mengulasnya khusus bagi kamu yang belum mengenal sosok satu ini.

Namanya Mohamed Salah Ghaly, seorang pemain muda kelahiran 15 Juni 1992 yang sedang ramai diperbincangkan di dunia maya. Karirnya dalam dunia sepakbola patut diacungi jempol.

Selain ikut mengantarkan Mesir ke final piala dunia 2018, Salah juga menjadi pemain pertama Mesir yang menerima penghargaan, tidak tanggung-tanggung, ia terpilih menjadi pemain terbaik Liga Primer musim 2017-2018 versi PFA.

Namun, bukan itu saja daya tarik pemuda yang menempati posisi gelandang sayap ini, tetapi ia lebih dikenal sebagai Muslim yang kerap menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap sesama.

Menjadi idola di negeri orang tidak lantas membuat Salah melupakan kampung halamannya di Mesir. Dikutip dari berbagai sumber, bahwa Salah selalu mendonasikan sebagian honornya bermain sepak bola untuk membangun sarana umum kota Nagrig, kota kecil tempat ia dilahirkan.

Fasilitas umum yang sedang dibangun Salah, diantaranya sebuah sekolah untuk memfasilitasi warga dalam bidang pendidikan dan sebuah rumah sakit. Keduanya masih dalam tahap pengerjaan saat ini.

Pilihan Editor



Tahu nggak ,Guys, sebelum Salah memutuskan untuk membangun sekolah dan rumah sakit, dia sudah pernah juga sebelumnya memberikan mobil ambulans untuk masyarakat yang tinggal di kota kelahirannya.

Bahkan sampai berita ini diturunkan, Salah telah memiliki yayasan sosial yang akan mengalokasikan dananya kepada masyarakat dan mengadakan kerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Salah dan yayasannya turut membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kebaikan hati Salah dikuatkan oleh penyataan Maher Shatiyah, yang mana ia juga menjabat sebagai seorang petinggi pada Mohamed Salah Charity Foundation. “Salah adalah orang yang baik. Walaupun ia sudah sukses di negara orang, namun ia tidak pernah melupakan kampung halamannya.”

Yayasan Salah juga memperhatikan bidang kemiskinan dengan memberikan santunan kepada warga miskin setiap bulannya serta kepeduliannya pada pendidikan khusus perempuan. Malah dalam waktu dekat ia akan mendirikan sekolah khusus perempuan, supaya para perempuan juga mendapatkan haknya sebagai warga untuk menimba ilmu setinggi mungkin.

Berkat kedermawanan Salah terhadap sesama, di kota kelahirannya ia disanjung bagaikan pahlawan. Bahkan Gubernur daerah Gharbiya memutuskan mengganti nama sekolah tempat Salah belajar dulu, di Basiun, dengan nama “Mohamed Salah Industrial High School”.

Gimana, kamu makin tertarik ‘kan Guys, dengan sosok pemuda dermawan ini? Tapi, kita pun bisa mengikuti cara Salah dalam berbuat baik terhadap sesama sesuai dengan kemampuan masing-masing. Karena membantu sesama itu sama saja dengan menjalin silaturahim yang memberikan feedback nyata buat kita. Cobain aja, deh ….