Hai, Takaiters!

Banda Aceh, ibukota dari propinsi Aceh ini memiliki alam yang indah. Terlebih pasca bencana maha dahsyat tsunami pada tahun 2004 silam. Kota ini berkamuflase menjadi sebuah kota baru. Jalanan mulus, bangunan-bangunan megah dan baru serta berbagai objek wisata baru yang muncul setelah adanya tsunami.

Takaiters, kalau kamu nggak bisa berlama-lama di Banda Aceh dan hanya numpang lewat, kamu bisa kok mengunjungi 8 objek wisata ini hanya dalam sehari.

1. Pemakaman Masal Korban Tsunami

Foto: zambrut-post.blogspot.com

Tempat ini memang bukan tempat bersenang-senang. Tapi tidak ada salahnya memulai perjalananmu di Banda Aceh dengan berziarah ke makam para korban tsunami sebagai pengingat bahwa alam bisa saja murka akibat ulah kita manusia.

Kuburan masal korban tsunami ini memang tidak seperti kuburan pada umumnya. Tak tampak gundukan-gundukan tanah dan papan nama. Hal itu karena banyaknya korban tsunami dan tidak bisa teridentifikasi satu per satu. Tempat ini hanya merupakan tanah datar yang dipenuhi rerumputan.

2. Museum Tsunami

Foto: sportourism.id

Didirikan pada tahun 2009, Museum Tsunami Aceh menjadi tempat berikutnya yang bisa kamu kunjungi. Dari namanya saja tentu kita sudah tau, museum rancangan Ridwan Kamil ini berisikan segala hal tentang tragedi tsunami yang menimpa Aceh.

Tidak ada pungutan biaya untuk bisa masuk ke museum ini. Hanya saja, bagi yang membawa kendaraan pribadi dikenakan biaya parkir.

Museum Tsunami ini tak sekedar sebagai objek wisata dan penyimpanan barang peninggalan tsunami, tetapi juga sebagai tempat evakuasi jika sewaktu-waktu kembali terjadi bencana serupa.

3. Mesjid Raya Baiturrahman

Foto: Anne Yaa/Takaitu

Mesjid kebanggaan rakyat Aceh sekaligus saksi bisu bencana dahsyat tsunami ini sangat wajib dikunjungi. Kamu bisa sekaligus melaksanakan solat zuhur disini sambil istirahat sejenak untuk mengisi perut.

Takaiters, perlu kamu ingat! Aceh adalah daerah yang menerapkan hukum syariat. Disiang hari tepatnya waktu zuhur, seluruh kegiatan dihentikan dan seluruh tempat wisata juga wajib tutup. Itulah sebabnya sangat tepat jika kamu mengunjungi mesjid ini diwaktu zuhur.

4. PLTD Apung

Foto: Anne Yaa/Takaitu

Tentu kita semua masih ingat bagaimana tsunami menghempaskan kapal PLTD Apung yang begitu besar ini ke pemukiman warga di daerah Punge Blang Cut. Pasca tsunami, kapal seluas 1.900 meter ini ramai dikunjungi wisatawan dan kini telah dikelola oleh pemerintah setempat.

Masuk ke tempat ini juga gratis. Dari atasnya kamu bisa memandangi kota Banda Aceh dan lautan indah yang mengelilinginya.

5. Kapal diatas Rumah

Foto: Anne Yaa/Takaitu

Selain kapal PLTD Apung, ada juga kapal lain yang terhempas gelombang tsunami. Kapal ini mendarat diatas rumah warga di daerah Lampulo. Sama seperti PLTD Apung, tidak ada pungutan biaya untuk mengunjungi tempat ini.

Bagi kamu yang tertarik membuat sertifikat, cukup membayar 15 ribu rupiah saja kamu sudah bisa mendapatkan sebuah sertifikat pengunjung Kapal Lampulo. Sertifikat ini juga bisa kamu jadikan oleh-oleh dan kenang-kenangan.

6. Rumah Cut Nyak Dien

Foto: helloacehku.com

Nama Cut Nyak Dien tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seorang wanita perkasa yang berani melawan penjajah Belanda hingga akhir hayatnya. Istri dari Teuku Umar ini memiliki peninggalan rumah di desa Lampisang, Aceh Besar.

Lampisang memang sudah tidak termasuk Banda Aceh. Tetapi jarak tempuhnya dari pusat kota hanyalah 20 menit saja.

Di rumah Cut Nyak Dien ini kamu bisa mengetahui kisah perjalanan kehidupan Cut Nyak Dien. Didalamnya masih tertata rapi perabotan-perabotan tempo dulu. Didindingnya juga dipajang foto-foto Cut Nyak Dien beserta keluarganya. Disisi lain rumah ada sebuah sumur sedalam 10 meter. Konon kabarnya sumur ini pernah dijadikan tempat persembunyian Cut Nyak Dien dari kejaran Belanda.

7. Kampung Turki dan Mesjid Rahmatullah

Foto: Anne Yaa/Takaitu

Jangan bayangkan kampung ini dihuni oleh masyarakat Turki. Nama kampung Turki sendiri tercipta karena dulu Turkilah yang membangun kembali daerah ini pasca tsunami.

Di daerah ini pula berdiri sebuah mesjid bernama Mesjid Rahmatullah yang juga menjadi saksi bisu tsunami. Mesjid ini adalah mesjid fenomenal peninggalan tsunami dimana dulu saat terjadinya tsunami, seluruh daerah ini rata dengan tanah kecuali mesjid ini.

Mesjid Rahmatullah hanya mengalami sedikit kerusakan yang hingga kini bagian tersebut tetap dibiarkan sebagai pengingat tragedi tsunami.

8. Pantai Lampuuk

Foto: Anne Yaa/Takaitu

Lokasi Pantai Lampuuk tidak jauh dari Mesjid Rahmatullah. Setelah lelah seharian keliling Banda Aceh, kamu bisa menikmati senja disini sambil menikmati es kelapa muda dan aneka seafood. Dijamin kamu akan jatuh cinta dengan keindahan pantai ini.

Jika kamu ingin berlama-lama menikmati pantai, kamu bisa menginap di penginapan yang ada didekat pantai. Tempat menginapnya pun cukup unik dan menyatu dengan alam. Kidung ombak besar yang bersahut-sahutan akan membawamu terlelap dalam alam mimpi.

Takaiters, kamu juga bisa kembali lagi ke Banda Aceh setelah puas menikmati keindahan Pantai Lampuuk. Wisata kuliner malam di Banda Aceh rasanya juga tidak boleh kamu lewatkan. Kopi Aceh dan mie Aceh kepiting menjadi menu wajib saat wisata kuliner di Banda Aceh.

Banda Aceh tidak hanya menyajikan kedelapan tempat tujuan wisata diatas. Tentunya jika kamu punya waktu luang dan ingin menjelajah Banda Aceh, kamu bisa mengunjungi tempat-tempat indah lainnya.