Halo, Takaiters!

Gunung Kidul adalah kabupaten dengan wilayah terluas di Provinsi DIY. Terletak di dataran tinggi yang sebagian besar merupakan perbukitan kapur yang sepintas terlihat gersang, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah ini ternyata menyimpan segudang kekayaan alam yang luar biasa. Mulai dari kekayaan kuliner, deretan pantai berpasir putih yang nggak kalah indah dari Bali, hingga koleksi gua bawah tanah yang oke punya.

Di antara sekian banyak gua bawah tanah yang ada di Gunung Kidul, ada satu yang sedang ngehits. Namanya adalah gua Jomblang. Gua ini baru saja dinobatkan sebagai destinasi wisata unik terpopuler versi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017. Penghargaan ini digagas oleh Kementrian Pariwisata bekerjasama dengan jalan-jalan.com.

Bentuk Lubang Gua Jomblang Seperti Sumur

Foto: www.inovasee.com

Gua Jomblang adalah gua vertikal bertipe collapse doline yang terbentuk ribuan tahun yang lalu, akibat amblesnya tanah beserta vegetasi di atasnya ke dasar bumi. Hal ini telah membentuk lubang besar seperti sumur yang menganga (sinkhole), dengan luas sekitar 50 meter. Oleh penduduk setempat, lubang ini disebut luweng.

Memasuki Gua dengan Menuruni Tali Khusus

Foto: satyawinnie.com

Kedalaman dasar gua bervariasi di beberapa bagian, dengan kedalaman maksimal 90 meter. Untuk mencapainya, pengunjung harus menuruni tali khusus. Diperlukan Single Rope Technique (SRT) untuk melakukannya, di bawah bimbingan instruktur terlatih dan bersertifikasi.

Jadi, nggak main-main ya Takaiters! Faktor keselamatan sangat diutamakan. Beruntung, ada Caver Jomblang Resort yang siap sedia mendampingi para pelancong.

Untuk para pemula, disediakan jalur khusus alias VIP, lho. Pada lima belas meter pertama, kita masih bisa melewati jalan tanah biasa. Selanjutnya, kita harus memakai tali untuk meluncur sejauh 20 meter agar sampai ke dasar.

Aneka Tumbuhan Purba Tumbuh Subur di Kedalaman Gua Jomblang

Foto: liburmulu.com

Lalu apa sih yang bisa dinikmati di gua Jomblang? Ssst, tahan napas kamu ya, Guys! Jika di atas gua kita menemukan tanah tandus bersemak, pemandangan di bawahnya sangat jauh berbeda. Tahu kenapa?

Karena dulunya tanah ambles dengan membawa serta vegetasi di atasnya, maka kita akan menemukan aneka tumbuhan purba yang tumbuh subur di kedalaman gua Jomblang. Ada aneka paku-pakuan, lumut, semak hingga pohon yang tinggi menjulang layaknya hutan rimba. Sejak runtuhnya tanah ribuan tahun lalu, vegetasi ini terus tumbuh dan berkembang biak dengan subur.

Gua Jomblangan Terhubung dengan Gua Grubug

Foto: wisataterindah.net

Tapi keseruan kita nggak berhenti, Guys! Ada pemandangan luar biasa lainnya yang siap menyambut kita, lho. Ternyata, gua Jomblangan juga terhubung dengan gua lain yang bernama gua Grubug, yang berjarak sekitar 300 meter.

Aneka ornamen indah dari stalagtit dan stalagmit bisa kita nikmati sepanjang jalur ini. Suara gemericik air sungai mengiringi langkah kaki kita. Ujung dari terowongan ini adalah sebuah cahaya terang di tengah kegelapan yang sering disebut “Cahaya Surga.”

Cahaya ini rupanya adalah sinar matahari yang menerobos masuk secara vertikal dari atas gua, membentuk tiang cahaya yang luar biasa indah setinggi 90 meter. Rasanya seperti sedang berada di alam lain, loh. Nggak salah deh kalau gua ini dinobatkan sebagai tempat tujuan wisata unik terpopuler.

Ngga percaya? Datang dan buktikan sendiri, ya.