Halo, Takaiters!

Kecamatan kepenuhan adalah sebuah nama Kecamatan yang berada di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Kota Kecamatan ini dapat ditempuh dengan jalan darat selama lebih kurang 5 jam perjalanan dari kota Pekanbaru yang merupakan Ibu Kota Provinsi Riau.

Masyarakat kecamatan Kepenuhan mempunyai tradisi yang sudah turun temurun, seperti masyarakat lainnya di negara kita tercinta Indonesia. Salah satunya tradisi “Giliang Aweh”. Giliang Aweh adalah sebuah kegiatan memasak yang dilakukan bersama-sama dalam sebuah acara kenduri. Baik itu kenduri pernikahan, sunatan ataupun kenduri lainnya.

Giliang Aweh berasal dari bahasa asli masyarakat Kepenuhan. Giliang artinya “menggiling” Aweh artinya ” bumbu”. Dari namanya sudah menggambarkan apa maksud dari kata Giliang Aweh. Tapi sesungguhnya dalam kegiatan ini bukan hanya menggiling bumbu dan memasak saja, melainkan sampai ketahapan mendirikan “selasa”, atau lebih dikenal dengan nama tenda.

Biasanya, keluarga yang punya acara kenduri akan mengundang keluarga dan tetangga 1 bulan sebelum kegiatan ini berlangsung. Sebagian peralatan dalam kegiatan Giliang Aweh ini dibawa dari rumah masing-masing. Seperti pisau kecil, parutan kelapa, batu giling,dan lain-lainnya. Kayu bakar untuk memasak jauh hari sebelum kegiatan berlangsung biasanya sudah disiapkan tuan rumah dengan bantuan kerabat terdekat.

Saat ini kegiatan Giliang Aweh tidaklah serumit sebelumnya. Kemajuan teknologi telah memudahkan banyak urusan. Jika dulu memarut kelapa dan memeras santan masih pakai cara manual, saat ini sudah tersedia santan instan. Jika dulu bumbunya digiling semua dengan batu gilingan sekarang bisa menggunakan mesin penggiling.Kegiatan Giliang Aweh saat ini lebih mudah. Hanya sebagian bumbu saja yang digiling manual.

Semua keluarga dan tetangga baik pria ataupun wanita akan turut bersama-sama saling tolong menolong dalam kegiatan ini. Biasanya akan terdengar senda gurau saat kegiatan berlangsung. Sehingga menambah keakraban antar keluarga dan masyarakat lainnya. Kegiatan ini akan ditutup dengan makan bersama dengan seluruh keluarga dan tetangga .Tentu saja, makan bersama pada peserta kegiatan Giliang Aweh bukan makan bersama acara kenduri .

Dalam tradisi Giliang Aweh, banyak manfaat yang bisa didapatkan, dari segi materi tentunya dapat memangkas biaya kenduri. Dari segi sosial, terbentuk kerjasama dan sifat saling tolong-menolong dalam kehidupan bermasyarakat.

Guys, dalam kegiatan ini, bisa jugalah ajang cari jodoh. Atau ajang pamer kepada calon mertua. Jadi jangan ragu untuk aktif di kegiatan ini, ya.

Semoga tradisi Giliang Aweh tidak hilang di telan zaman.