film surau dan silek
Review

Film Surau dan Silek, Mengembalikan dan Mengingatkan Budaya Minangkabau yang Mulai Terkikis

Foto : suraudansilek.com

Lagi-lagi Film Minang berhasil menyorot perhatian masyarakat Indonesia. Yapt, apalagi kalo bukan film Surau dan Silek karya sutradara Arif Malinmudo. Film yang berceritakan tentang kearifan budaya Minangkabau yang sangat jarang ditemukan.

Film ini sangat unik, dengan menggabungkan sudut pandang anak 11 tahun yang hidup di zaman sekarang serta seorang pensiunan dosen berumur 62 tahun akan membuat kontradiksi budaya Minang semakin menarik. Dengan perpaduan usia juga film ini bisa ditonton oleh semua umur. Keren!

Jika dilihat dari judul, Surau itu artinya tempat ibadah dan Silek artinya silat yang merupakan dua budaya yang selama bertahun-tahun menjadi pembentuk karakter bagi orang-orang Minang. Namun, seiring dengan berjalannya waktu serta perkembangan zaman, kedua budaya ini mulai jarang ditemukan.

PILIHAN EDITOR

Selain mengangkat budaya silek sebagai seni bela diri khas Minang dan menampilkan pemandangan alam Sumatera Barat, film ini juga mengisahkan persahabatan tiga sekawan yang bernama Adil (Muhammad Razi), Dayat (Bima Jousant), dan Kurip (Bintang Khairafi). Dalam film ini, tiga sekawan tersebut berhasil menemukan makna silat yang sesungguhnya.

Pada awalnya, mereka hanya mengetahui silat hanya digunakan untuk mencari musuh atau lawan, untuk turnamen dan untuk membanggakan diri saja. Tetapi, Johar (Yusril Katil) seorang mantan dosen dan jawara silek mengajarkan arti sesungguhnya dari silek kepada anak-anak tersebut.

Film ini dibintangi oleh Gilang Dirga, Dewi Irawan, Komo Ricky, Praz Teguh, Yusril Katil, Dato’ A Tamimi,¬† Muhammad Razi, Bima Jousant,¬†Bintang Khairafi, Randu Arini dan F Bary Cheln.

Banyak sekali nilai-nilai yang didapatkan dalam film minang yang satu ini seperti, nilai agama, kekeluargaan, persahabatan, semangat pantang menyerah, dan keikhlasan. Alur cerita yang dibuat sangat menarik penonton, dengan bumbu lelucon yang lucu dan logat Minang yang kental akan membuat penonton merasakan atmosfer dari Tanah Minang yang sesungguhnya.

Arief Malinmudo berharap dengan adanya film ini bisa mengembalikan budaya nenek moyangnya yang telah terkikis ini kepada generasi muda saat ini. Oh iya, untuk diketahui juga, seluruh pemain yang dilibatkan juga keturunan asli Minangkabau loh, keren bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top