Halo, Takaiters!

Mark Zuckerberg, selaku CEO Facebook, akan menempuh sebuah cara untuk memastikan bahwa memang benar ada kemungkinan 87 juta data pengguna Facebook telah bocor ke tangan Cambridge Analytica.

Dilansir dari laman The Guardian, pihak Facebook mengirimkan sebuah pesan rinci kepada 87 juta pengguna yang menjadi korban kebocoran data tersebut, pada Senin (09/04/2018) kemarin. Pesan yang dikirimkan kepada sekitar 70 juta pengguna asal Amerika Serikat dan lebih dari satu juta pengguna yang masing-masing berada di Indonesia, Filipina, dan Inggris itu untuk memastikan apakah data mereka memang benar-benar telah disalahgunakan oleh Cambridge Analytica.

Pesan dari Facebook itu bertujuan untuk mengetahui aplikasi apa saja yang diakses pengguna

Foto: apmcdn.org

Facebook ingin melihat rincian aplikasi apa saja yang sudah diakses oleh para penggunanya, sebagai salah satu langkah untuk mengusut tuntas skandal kebocoran data ini. Kemungkinan besar, seluruh aplikasi yang diakses oleh pengguna itu juga mengambil data dan telah menggunakan data tersebut tanpa izin seperti kasus Cambridge Analytica.

Seperti yang telah diketahui, skandal kebocoran data pengguna Facebook ini terungkap setelah Christopher Wylie mengaku bahwa Cambridge Analytica mengumpulkan sejumlah data melalui aplikasi bertajuk thisisyourdigitallife. Akademisi dari Cambridge University, Aleksandr Kogan, bekerja sama dengan firma yang bermarkas di London, untuk membayar para pengguna Facebook agar mau mengakses aplikasi tersebut.

Pilihan Editor


Facebook bertindak tegas dengan mencabut akses firma lain yang diduga melakukan praktik sama seperti Cambridge Analytica

Foto: timeincuk.net

Facebook mendapat laporan dari CNBC, sebuah firma bernama CubeYou diduga melakukan hal yang sama seperti Cambridge Analytica sehingga Facebook pun berniat untuk memblokir firma tersebut. Menurut CNBC, CubeYou telah membuat kuis berjudul You Are What You Like yang sempat diakses oleh jutaan pengguna Facebook.

CubeYou menampik laporan CNBC, pihaknya berdalih bahwa kuis yang mereka gunakan tersebut untuk sebuah penelitian akademik nirlaba yang tak ada hubungannya dengan entitas maupun tujuan komersil lainnya. Padahal, menurut penemuan atas penyelidikan CNBC, CubeYou telah membagikan data pengguna kepada pihak ketiga tanpa izin.

Pemerintah Indonesia akan memblokir Facebook bila terbukti ada penyalahgunaan data penggunanya

Foto: dialeksis.com

Menyusul skandal bocornya data para pengguna Facebook dari Indonesia, pemerintah menyatakan akan segera memblokir aplikasi milik Mark Zuckerberg ini jika terbukti ada pelanggaran dalam penyalahgunaan data. Kementrian Kominfo pun sudah memanggil perwakilan Facebook di Indonesia terkait hal ini. Mereka berjanji akan segera memberikan hasil audit terkait kebocoran data tersebut. Meskipun begitu, pemerintah tak ingin gegabah karena bagaimanapun banyak sekali masyarakat Indonesia yang memanfaatkan fungsi Facebook. Di antaranya adalah untuk ekonomi e-commerce, ekonomi digital, dan sarana berpromosi.

Nah, mulai sekarang kalian harus lebih hati-hati, ya, dalam mengunggah data apapun ke sosial media bahkan hanya untuk sekadar bermain game!