Heiyo, Takaiters!

Apa yang terbesit jika Takaiters mendengar nama pulau Lombok? Tentu keindahan alamnya, bukan? Tapi, Pulau yang berada di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini enggak cuma itu-itu saja lho, Guys! Selain punya ragam destinasi yang bisa kita datangi, pulau seluas 5,435 km² ini juga punya atraksi wisata lain yang bisa dijajal. Ya, sama seperti daerah-daerah lain, Lombok punya koleksi kuliner khas yang unik juga, lho!

1. Pelecing Kangkung

Pelecing Kangkung Khas Lombok
Foto: Midor – Wikimedia.org

Bisa dikatakan jika pelecing kangkung adalah salah satu kuliner yang menjadi identitas ‘terkuat’ milik daerah Lombok. Sesuai dengan namanya, bahan utamanya adalah sayur kangkung. Sesuai dengan namanya, Pelecing disajikan dengan rebusan kangkung segar yang wajib disandingkan dengan sambal pedas yang juga merupakan racikan khas.

Selain dua sajian utama tersebut, biasanya ada tambahan sayur mayur seperti taoge, kacang panjang, urap, serta kacang tanah goreng yang akan menambah cita rasanya. Meskipun sederhana, makanan khas satu ini mampu menggugah selera kita, lho.

Konon nih, kangkung dari daerah Lombok yang digunakan terlihat lebih segar dan mempunyai tekstur berbeda dari jenis kangkung daerah lain. Nah, hal itu yang membuatnya unik.

Di Lombok sendiri, kangkung biasanya ditemukan atau ditanam di atas permukaan aliran sungai yang mengalir sehingga menghasilkan batang kangkung yang lebih renyah dari kangkung lainnya.

2. Ayam Taliwang

Kuliner Khas Lombok, Ayam Bakar Taliwang
Foto: Instagram.com/eslimah

Kalau daerah Bali punya Ayam Betutu, Lombok juga punya kuliner tradisional dengan bahan dasar ayam. Bahan utama yang digunakan biasanya seekor utuh daging ayam kampung berusia muda yang dibakar dengan olesan minyak bumbu hingga matang.

Pemilihan bahan utama inilah yang akan menentukan tekstur; empuk tidaknya ayam. Umur ayam yang berkisar antara tiga sampai empat bulan juga mempengaruhi rasa, lho! Selain dibakar, Ayam Taliwang sebenarnya juga bisa diolah dengan cara digoreng ataupun dipanggang. Yups, tergantung selera kita.

Tidak selesai di situ saja, Takaiters. Ayam yang sudah selesai diolah, akan disajikan dengan lumuran bumbu pedas yang dibuat dari cabai merah, cabai rawit, terasi, kemiri, dan garam. Ayam Taliwang sendiri memunyai aroma khas. Tingkat pedasnya bumbu juga bisa disesuaikan. Jadi, jangan sungkan, ya, buat yang kurang suka pedas.

Sajian menu ini akan semakin klop apabila dinikmati dengan side dish, yakni pelecing kangkung dan sambal beberuq. Tidak ketinggalan juga bumbu “pelalah” yang merupakan sambal cocolan ayamnya. Sebagai kuliner favorit masyarakat, akan sangat mudah untuk menemukan Ayam Taliwang karena sudah tersebar, bahkan di luar daerah Lombok sendiri—termasuk Jakarta.

3. Ayam Rarang

Ayam Rarang Khas Lombok
Foto: LombokSumbawa.travel

Meski sama-sama berbahan utama ayam dan identik dengan rasa pedas, Ayam Rarang berbeda dengan Ayam Taliwang. Perbadaan mencolok terletak pada bumbu dan rempah yang lebih banyak. Kelezatannya juga tidak kalah, lho!

Tampilannya pun terkesan lebih ‘garang’ karena disajikan dengan bumbu sambal yang melimpah. Walaupun begitu, rasa pedas Ayam Rarang biasanya tidak sepedas penampilannya.

Ini dikarenakan, bumbu yang digunakan telah digoreng terlebih dahulu sehingga sajiannya lebih berminyak daripada Ayam Taliwang. Makanan pendampingnya pun berbeda, seporsinya lebih cocok disandingkan dengan sayur bening.

Nah, sesuai dengan namanya, menu khas ini berasal dari desa Rarang yang berada di kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanding dengan saudaranya, Ayam Taliwang, menu Ayam Rarang juga banyak diminati oleh para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

4. Nasi Puyung

Nasi Puyung, kuliner khas Lombok
Foto: Instagram.com/ika_harany

Menu satu ini berasal dari Kampung Puyung, Dusun Lingkung Daya, Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Kuliner ini umumnya disantap sebagai menu sarapan masyarakat Lombok. Gurih dan rasa pedas merupakan ciri khas utamanya.

Basis sajian Nasi Puyung sendiri sebenarnya masuk dalam khazanah kuliner nasi campur Nusantara. Dalam satu porsinya, kita biasanya akan dipertemukan dengan nasi putih dengan lauk-pauk berupa ayam suwar-suwir, sayur kacang panjang, abon sapi, kentang kriuk, kedelai goreng, dan sambal.

Lalu, apa yang membuat Nasi Puyung berbeda? Nah, identitas utamanya ada pada Ayam suwar-suwir yang menjadi lauknya. Rasa bumbu—campuran rempah seperti: bawang, kemiri, jahe, kencur, dan terasi—pedas khas dengan yang membalut lauknya tersebut, seakan menjadikannya ‘konten’ wajib di setiap sajian Nasi Puyung.

Sekadar tambahan aja nih, Takaiters. Nasi Puyung ini merupakan menu favorit yang belum sepopuler pelecing atau ayam taliwang. Tapi, aroma harum serta paduan rasa pedas dan gurih dari seporsinya itu pasti bikin nagih. Apalagi buat kaum penyuka kuliner pedas.

5. Sate Rembiga

Sate Rembiga Khas Pulau Lombok
Foto: Instagram.com/amadine_tourtravel

Aroma smoky yang khas dari sate ini bener-bener menggoda selera berkat baluran aneka rempahnya. Bumbu marinasi yang terbuat dari campuran seperti cabe merah, kemiri, terasi, dan gula, meresap sampai ke serat daging sapi yang menjadi bahan utama.

Rendaman bumbu rempah turut menjadi kuncinya juga, lho, Takaiters. Rasa gurih dan pedasnya yang tidak terlalu kuat membuat cita rasa sate rembiga ini berimbang dan pas! Jadi, pas dicoba, enggak ada tuh rasa rempah atau bumbu yang dominasinya over pakai banget.

Selain bumbu, sate rembiga juga pilih-pilih, nih, soal bahan utamanya. Sama seperti Ayam Taliwang, bagian daging sapi yang digunakan adalah daging has dalam atau istilah kerennya itu: beef tenderloin.

Pemilihan bahan dari sate yang berasal dari kelurahan Rembiga, Mataram, Lombok ini bukannya tanpa alasan. Bagian daging yang digunakan merupakan bagian paling empuk dan tidak banyak mengandung lemak.

6. Sate Bulayak

Sate Bulayak Khas kuliner Lombok
Foto: Instagram.com/windueko

Enggak cuma duel ayam, Lombok juga punya duel antar cabang kuliner: Sate. ‘Pesaing’ sate rembiga yang enggak kalah unik ada pada ciri khas sate bulayak yang ikonis. Uniknya, kata “bulayak” sendiri bukanlah sebutan untuk satenya, melainkan untuk pasangan sejatinya, lontong yang dibungkus dengan daun aren.

Kalau daging tenderloin sapi adalah andalan sate rembiga, sate bulayak justru lebih fleksibel, nih. Satenya bisa berbahan dasar daging ayam, jeroan, ataupun daging sapi yang kemudian disajikan dengan bumbu kacang tanah.

Bumbu satenya pun berbeda dari bumbu kacang pada sate yang biasa dijumpai. Sebelum ditumbuk, kacang tanah disangrai terlebih dahulu. Setelah itu, direbus dengan campuran santan berserta bumbu-bumbu lain seperti ketumbar, jintan, bawang putih, dan sedikit tambahan rasa pedas dari cabai. Gurihnya yang khas? Hmm, jangan ditanya, deh!

Satu lagu yang menjadi pembeda, sate bulayak lebih mudah untuk diburu karena warung-warung yang menjajakannya lebih tersebar di banyak tempat di Lombok. Berbeda dengan sate rembiga yang lebih terpusat di tempat asalnya.

Nah, bagaimana, Takaiters? Yakin enggak tertarik buat nyobain? Buru, gih!