Hai, Takaiters!

Dunia sastra dan literasi Indonesia berduka, salah seorang sastrawati, novelis, dan feminis, Nh Dini tutup usia pada usia 82 tahun akibat kecelakaan. Novelnya terkenal di era 90an, selalu menempatkan wanita sebagai tokoh utamanya. Mengangkat kisah tentang pergolakan batin dan problem yang dihadapi wanita, menjadikan Nh Dini sebagai salah satu tokoh feminisme. Berikut sisi kehidupan sang maestro di bidang sastra dan literasi ini, yaitu:

1. Terlahir Sebagai Anak Bungsu yang Sayang pada Ibunya

NH Dini meninggal
Foto: harnas.co

Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin adalah nama lengkap dari Nh Dini. Terlahir sebagai anak bungsu dari pasangan Saljowibjojo dan Kusaminah, lahir tanggal 29 Februari 1936. Nh Dini adalah saksi hidup kekejaman penjajah pada saat itu. Kegemaran tulis menulisnya telah dimulai sejak kelas 3 sekolah dasar, dan ia menulis mendapatkan honorium. Sehingga selain mencari uang juga untuk membahagiakan ibunya.

2. Menjadi Pramugari dan Bertemu dengan Calon Suami Berkebangsaan Perancis

Hasil gambar untuk nh dini dan suami
Foto: tempo.co

Nh Dini pernah bekerja sebagai pramugari pada Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia tahun 1950. Pada saat menjadi pramugari ia bertemu dengan seorang diplomat Perancis bernama Yves Coffin yang kelak menjadi suaminya. Walaupun sebagai pramugari Nh Dini tetap menulis, sehingga lahir salah satu karyanya kumpulan cerpen ‘Dua Dunia’ terbit tahun 1956.

3. Ibu Sang Sutradara ‘Despicable Me’

Hasil gambar untuk Nh Dini despicable me
Foto: cewekbanget.id

Perkawinannya dengan diplomatik Perancis ini lahir dua orang anak yaitu Maria Coffin pada saat ini tinggal di Kanada dan Pierre Coffin tinggal di Perancis. Guys, tahu tidak, Pierre Coffin adalah sutrada dari film yang terkenal ‘Despicable Me’ Apakah sudah pernah menontonnya, Guys?

4. Karya Bermutu Nh Dini dan Penghargaan yang Diterima

Hasil gambar untuk Nh Dini
Foto: alinea.id

Nh Dini tidak pernah melewati waktunya untuk tidak menulis, demikian juga ketika masih menjadi istri diplomat. Sehingga ia melahirkan karya-karya bermutu, beberapa di antaranya Pada Sebuah Kapal, La Barka, Pertemuan Dua Hati, Namaku Hiroko, dan Hati yang Damai.

Selain karyanya yang bermutu, Nh Dini menerima beberapa penghargaan. Pada tahun 2003 SEA Write Award dari pemerintah Thailand, tahun 2011 mendapat penghargaan dari Achmad Bakrie Award bidang sastra, dan pada tahun 2017 ia menerima penghargaan prestasi seumur hidup (Lifetime Achivement Award) dari penyelenggara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) di Bali.

5. Sosok yang Tangguh, Mandiri, dan Menginspirasi Hingga Tutup Usia

NH Dini meninggal
Foto: republika.co.id

Nh Dini akhirnya bercerai dengan suaminya pada tahun 1987. Pulang ke tanah air dalam keadaan sakit dan memperjuangkan kewarganegaraan WNI kembali. Nh Dini tetap sederhana dan rendah hati meski namanya terkenal di dunia sastra Indonesia dan dunia. Ia menjual semua hartanya dan hidup di panti Wreda Langen Werdhasih Ungaran. Di panti ini Nh Dini menghabiskan waktunya untuk berkarya.

Dari honor menulisnya untuk biaya hidupnya sehari-hari. Nh Dini juga mendirikan taman bacaan ‘Pondok Sekayu’ yang kini dikelola pihak panti wreda di Semarang sebagai tanda perhatiannya terhadap sesama dalam membaca.

Kini NH Dini telah tutup usia, karena kecelakaan yang menimpanya. Semangat untuk terus berkarya dan kepedulian pada sesama membuatnya bertahan hingga usia senja. Selamat jalan maestro dan legenda literasi Indonesia. Walau engkau telah tiada tapi karyamu akan tetap hidup dalam dunia sastra Indonesia.