Hai, Takaiters!

Sudah pernah ke Jogja dong, ya? Atau ada yang belum? Kalau ada yang belum pernah berkunjung ke Kota Pelajar dan Budaya ini, artinya kamu wajib baca artikel ini. Terutama untuk Takaiters yang hobi berat mencoba aneka wisata kuliner.

Tau gak sih, ternyata kuliner di Jogja gak cuma gudeg, bakpia, atau geplak yang rasanya hampir semuanya manis. Masih ada banyak makanan khas lainnya yang rasanya uueenak dan jarang kamu temui di kota lain. Gak usah berlama-lama deh, langsung simak yuk 5 diantaranya, yang dijamin bikin kamu ketagihan datang lagi ke kota ini.

 Brongkos

makanan khas jogja
Foto : resepkoki.id

Brongkos adalah sayur khas Jogja zaman dulu yang konon berasal dari campuran kata bahasa Inggris dan Prancis, Brown Horst (kuah coklat). Sekilas penampakan kuahnya mirip rawon, tapi rasanya lebih gurih dan kental, karena kuah brongkos menggunakan santan.

Kulit melinjo, kacang tolo, daging sapi, tahu, yang dibumbui cabe, kemiri, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan bumbu hitam kluwak adalah bahan utama sayur brongkos. Ditambah santan dan gula merah, lengkap sudah masakan ini memiliki rasa yang unik, manis, pedas, dan gurih. Konon, brongkos merupakan kuliner favorit Sri Sultan Hamengkubuwono X dan terkenal sebagai masakan khas keluarga ningrat dan keluarga kerajaan.

Oseng Mercon

makanan khas jogja
Foto : foody.id/

Kebalikan dengan brongkos, oseng mercon justru terkenal sebagai masakan rakyat. Oseng yang artinya “tumisan” dalam bahasa Indonesia, merupakan sayur tumis dengan bahan utama tetelan (potongan daging sapi berurat) yang dibumbui bumbu khusus berupa cabe rawit pedas, tanpa campuran merica dan kecap.

Untuk menjaga komposisi rasa pedas yang pas, ukuran perbandingannya adalah setiap 10 kilogram daging sapi menggunakan 2 kilogram cabe rawit. Huhhah … huhhah … kamu berani coba? Hemmm … dijamin bakal habis nasi berpiring-piring 😊

Pilihan Editor



Bakmi Jawa

makanan khas jogja
Foto : hipwee.com

Bakmi Jawa dibuat dari campuran mi bihun dan mi kuning yang dimasak bersama suwiran daging ayam kampung, telur, dan memasaknya menggunakan anglo (tungku arang). Aroma khas dari tungku arang inilah yang membuat rasa bakmi Jawa berbeda dari bakmi-bakmi lainnya.

Ciri khas unik lainnya, si penjual bakmi Jawa biasanya memasak pesanan pembelinya satu per satu menggunakan wajan kecil. Mungkin sedikit lama jika antriannya banyak. Tapi tak perlu khawatir, justru cara memasak seperti ini yang membuat sajian bakmimu terasa spesial. Kamu bisa memilih varian goreng atau rebus, keduanya sama lezatnya, disajikan dengan potongan acar mentimun dan cabe rawit hijau.

Sate Klathak

makanan khas jogja
Foto : pengenliburan.com

Kamu penggemar sate? Jika di Lombok ada sate pusut, di Ponorogo terkenal dengan sate ayam, maka di Jogja ada sate klathak. Sate klathak adalah sate berbahan dasar daging kambing yang dilumuri garam, kemudian ditusuk dengan jeruji besi yang berasal dari roda, memudian dibakar sehingga menghasilkan suara “klathak” sebagai efek garam yang terbakar. Unik, bukan?

Tidak seperti umumnya sate yang penyajiannya menjadi satu dengan bumbunya, bumbu sate klathak disajikan secara terpisah dalam bentuk kuah seperti gulai, dan dimakan menggunakan nasi hangat plus teh manis. Nyam nyam….

Baceman

makanan khas jogja
Foto : tribunnews.com

Kental dengan aroma manis, baceman adalah salah satu cara memasak bahan makanan dengan cara merebusnya, sambil dicampur dengan irisan gula merah, bawang putih, bawang merah, ketumbar, dan sedikit garam. Untuk bahan makanan yang dibuat bacem biasanya tahu, tempe, gembus (ampas kedelai), dan daging ayam.

Setelah kuah rebusan menyusut dan bumbu telah meresap, baceman dapat disajikan dengan cara menggoreng sebentar bahan makanan yang telah dibacem. Atau kalau kamu tidak suka sajian yang terlalu berminyak, cukup sajikan baceman dalam keadaan direbus, dengan teman makan cabe rawit hijau, atau sepiring jadah (ketan uli/ beras ketan yang dmasak bersama santan).

Gimana Guys, sudah tidak sabar untuk mencoba? Ayooo … kita jalan-jalan ke Jogja!