Halo, Takaiters!

Tentu masih segar dalam ingatan kita tentang terungkapnya skandal kebocoran data pengguna Facebook yang dilakukan oleh Cambridge Analytica beberapa bulan lalu. Kebocoran data ini terjadi karena pengumpulan data yang dilakukan oleh aplikasi pihak ketiga Facebook yakni, This is Your Digital Life yang kemudian diserahkan pada pihak Cambridge Analityca. Data ini disebut-sebut digunakan dalam rancangan strategi kampanye untuk mempengaruhi pilihan politik para pengguna Facebook.

Nah, setelah mendapat tekanan bahkan kecaman dari berbagai pihak, akhirnya raksasa medsos ini pun mulai berbenah. Facebook telah memblokir beberapa Apps yang dicurigai dapat menyalahgunakan data pribadi para penggunanya di seluruh dunia. Tak tanggung-tanggung, Facebook telah memblokir 200 aplikasi dalam kurun waktu beberapa bulan. Lalu, seperti apa sih upaya Facebook dalam menemukan aplikasi-aplikasi mencurigakan tersebut? simak pemaparannya berikut ini ya!

1. Facebook memblokir sebanyak 200 Apps yang mencurigakan

facebook blokir 200 aplikasi
Foto: lavanguardia.com

Senin (14/05/2018) lalu, Ime Archbong selaku wakil presiden product partnertship Facebook telah mengumumkan, bahwa pihaknya melakukan upaya investigasi dan audit yang dijanjikan oleh CEO Facebook yakni, Mark Zuckerberg pada bulan Maret lalu. Hasil audit tersebut menyatakan bahwa ada sekitar 200 Apps yang dicurigai dapat menyalahkan data para pengguna Facebook di seluruh dunia. Facebook pun dengan cepat dan tanggap memblokir layanan seluruh aplikasi yang dicurigai tersebut. Namun sayang, Archbong tidak memberikan keterangan mendetail mengenai nama-nama aplikasi yang dicurigai dan diblokir tersebut.

2. Facebook melakukan investigasi ribuan Apps yang memiliki akses informasi besar

facebook blokir 200 aplikasi
Foto: usapostclick.com

Salah satu upaya yang dilakukan Facebook untuk menemukan aplikasi mencurigakan tersebut adalah dengan menginvestigasi ribuan Apps yang memiliki akses cukup besar terhadap data penggunanya. Proses ini terdiri dari dua fase, yakni dengan melakukan review untuk mendeteksi aplikasi yang dicurigai mendapat terlalu banyak akses tersebut.

Kemudian dilanjutkan dengan interview dan permintaan informasi atau request of information—RFI untuk mendapat gambaran detail tentang data yang telah diperoleh. Aplikasi yang dicurigai, akan diaudit oleh Facebook dan setiap Apps yang menolak akan langsung diblokir sepihak.

Pilihan Editor



3. Facebook masih mencurigai banyak aplikasi

facebook blokir 200 aplikasi
Foto: techeconomy.ng

Pemblokiran 200 Apps ini sudah bisa dikategorikan sebagai salah satu upaya Facebook untuk berbenah diri. Namun, kita tetap harus waspada karena masih ada jutaan Apps di Facebook yang masih belum melakukan proses audit ini.

Memang tak semua aplikasi memiliki kecenderungan untuk menyalahgunakan data pengguna, tapi kita tetap harus waspada dan berhati-hati untuk menghindari kebocoran data lagi di masa yang akan datang. Archbong pun sempat menulis, bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan Facebook untuk menemukan seluruh aplikasi yang terbukti menyalahgunakan data penggunanya. Dan tentu saja, proses ini pun membutuhkan waktu.

Berbagai upaya dan solusi yang telah ditempuh oleh Facebook untuk memperbaiki masalah ini, tentu saja harus kita apresiasi. Memang tak mudah menelusuri satu persatu Apps yang jumlahnya ribuan hingga jutaan di luar sana. Untuk itulah peran kita juga penting agar kebocoran data tak lagi terjadi. Selalu waspada dan berhati-hati dalam mengunggah informasi apapun di media sosial ya, Guys! Semoga bermanfaat.