Hai, Takaiters!

Belum terobati rasa duka akibat gempa di Lombok, tepatnya tanggal 28 September, terjadi lagi gempa di daerah Donggala. Gempa berskala Richter 7,7 ini mengakibatkan tsunami. Tua-muda, besar-kecil, semua berlari berhamburan menyelamatkan diri. Tidak terkecuali anak kecil. Gempa yang terjadi mengakibatkan luka yang sangat mendalam bagi mereka. Rasa cemas, takut, kurang napsu makan, suka melamun, mudah marah, Sulit konsentrasi, sulit tidur, ini adalah gejala trauma pada anak pasca gempa. Jika tidak ditangani secara serius hal ini akan terbawa hingga dewasa.

Setelah terjadinya bencana, perlu adanya dukungan terhadap korban yang mengalami trauma, terutama pada anak-anak. Pemulihan trauma pada anak atau disebut dengan Trauma Healing dapat dilakukan oleh orang tua, dan orang-orang sekitarnya yang berasal dari instansi pemerintah atau pemerhati anak. Bagaimanakah penanggulangan trauma pada anak pasca gempa? Mari simak di bawah ini:

1. Ajak Anak-Anak untuk Berbicara

Baby Touching Woman's Face

Anak yang trauma akibat gempa kebanyakan menjadi pribadi yang pendiam dan wajahnya selalu tampak khawatir. Dalam keadaan seperti ini pendampingan terhadap anak sangat dibutuhkan. Ajak ia berbicara agar rasa khawatirnya berangsur-angsur hilang.

2. Libatkan Anak dalam Kegiatan

Baby Wearing Pink Crew Neck Cap Sleeve Shirt Between 2 Person Standing during Daytime

Setelah gempa berlalu, banyak yang harus dibenahi. Tidak ada salahnya untuk melibatkan anak dalam kegiatan ini. Tetapi beri tugas yang ringan, sesuai dengan kemampuannya. Hasilnya, anak-anak akan memiliki perasaan yang lebih baik terhadap situasi yang mereka alami. Trauma mereka pun sedikit demi sedikit akan hilang.

3. Jelaskan Fakta Sekitar Gempa

boy, child, childhood

Pada kesempatan ini orang tua dapat menjelaskan kepada anak tentang kegempaan. Ajarkan pula pada anak penanggulangan jika terjadi gempa, misal, langsung keluar dari rumah, berlindung dibawah meja, mendengarkan tanda-tanda darurat gempa, dan lain-lain.

4. Ajak Anak Melakukan Aktivitas Seperti Biasa

Four Toddler Forms Circle Photo

Saat berada di lokasi pengungsian, sekolah akan diliburkan, akibat dampak dari gempa. Ajak anak untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Untuk mengatasi rasa sedih, takut, dan trauma yang dialami anak dapat dilakukan aktivitas bersama dengan teman-teman di pengungsian, seperti, bermain bersama, belajar bersama, mendengarkan cerita yang dibawakan para relawan, dan kegiatan lainnya yang dapat membangkitkan minat dan semangat.

5. Mendekatkan Diri dan Berlindung dengan Beribadah

Girl Wearing Headscarf

Terangkan pada anak bahwa bencana yang terjadi adalah kehendak dari Tuhan. Maka agar terlindung dari bencana harus rajin beribadah. Selain itu beritahu pada anak hikmah yang dapat diambil dari bencana yang baru dialami, misalnya saling tolong menolong dan adanya toleransi terhadap sesama

Gempa bumi dapat terjadi di mana dan kapan saja. Siapa saja dapat menjadi korban dari bencana ini. Korban yang paling rentang mengalami trauma adalah anak-anak. Maka tugas kita untuk mengadakan Trauma Healing agar memulihkannya. Semoga bermanfaat.