Salam, Takaiters!

Berbuka puasa bareng keluarga di rumah adalah hal biasa dan sering dilakukan. Tetapi tidak dengan dalam perjalanan di atas kapal. Banyak tantangan yang perlu dihadapi mulai dari banyaknya orang tidak puasa, ombak yang membuat mual dan pusing, serta ketersediaan makanan sahur dan takjil yang kadang tak sesuai selera.

Kesabaran dan keimanan yang kuat sangat diperlukan untuk beribadah di bulan ramadan apalagi di atas kapal. Ditambah pula saat perjalanan jauh pasti kapal singgah di beberapa daerah sebagai destinasi sangat menyenangkan karena di tiap daerah yang disinggahi banyak pedagang kuliner mampir di atas kapal.

Misalnya saat tujuan kita dari Makassar ke Fakfak, Papua Barat menggunakan KM. Gunung Dempo dengan rute Makassar-Bau-bau-Namlea-Ambon-Banda Neira- Tual- Dobo-Kaimana- Fakfak.

Selama perjalanan, kita akan menjumpai ragam kuliner khas daerah singgahan tersebut seperti manisan pala dan nasi bambu dari Banda Nera, embal kacang dan kacang botol dari Tual, dan nasi telur ikan, nasi udang serta sagu dari Dobo. Enak bangat ‘kan?

Setelah menjelang beberapa jam lagi berbuka puasa banyak para jamaah berbondong-bondong menuju ke Musola Kapal. Di sana mereka duduk membentuk majelis diluar ruangan sholat dan berdiskusi seputar ibadah di bulan ramadan. Sementara pengurus musola mempersiapkan makanan dan minuman takjil.

Keindahan ukhuah islamiah dan kemanusiaan terasa banget, Guys. Kita disuguhkan dengan pemandangan keakraban antara satu dengan yang lain yang berbeda ragam daerah masing-masing. Disinilah berkah yang berkesan dari sebuah perjalanan karena kita bisa saling kenal mengenal dan bersilaturahim.

Saat tiba waktu berbuka, pengurus musola membagikan makanan dan minuman berupa kurma 1 plastik kecil berisi sekitar 4 buah dan 1 buah minuman gelas manis. Setelah mendapatkan bagian maka para jamaah masuk dan duduk bersyaf di pelataran area sholat. Sambil menunggu peringatan berbuka puasa dari imam.

Buka puasa pun dimulai dengan teratur dan pemandangan yang memukau. Perlahan meneguk minuman dan mengunyah buah kurma dengan khusuk diiringi suara azan maghrib resmi dari ruang kapten yang membuat kita syahdu bersama jamaah yang lain dan seakan berada di surga Allah SWT.

Hmm … sungguh perjalanan yang sangat indah, ya, Guys. Walaupun di atas kapal, kita tetap bisa merasakan indahnya kebersamaan berbuka puasa bersama orang-orang asing yang tidak kita kenal. Gimana, Guys? Kamu pernah mengalaminya nggak, ya?